Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Salah, Profesor Singapura Sebut Tak Pernah Lihat Gibran Sekolah
    CekFakta

    Salah, Profesor Singapura Sebut Tak Pernah Lihat Gibran Sekolah

    Jane DoePublish date2026-10-14
    Tirto.id
    Share
    Facebook

    Berita

    tirto.id - Beredar unggahan di media sosial Facebook, menyebut seorang profesor di Singapura bernama Li Jie mengaku tidak pernah melihat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersekolah di Singapura.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Sugeng Isdiyanto” (arsip) pada Minggu, (4/10/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan foto Gibran Rakabuming Raka di sebelah kiri dalam lingkaran, dan seorang pria berjas yang digambarkan sedang mengajar di depan papan tulis, diklaim sebagai profesor.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Profesor Singapura ini mengaku tidak pernah melihat Gibran sekolah. Prof. Li Jie: Saya 20 tahunan mengajar di semua sekolah Singapura belom pernah lihat siswa bernama Gibran.” Lalu ditambahkan narasi seolah-olah jawaban Gibran “Saya di perpustakaan ya Prof nggk lihat.”

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Selain itu, pengunggah menuliskan keterangan berbeda dalam unggahan, “Kalau prof sering ke kantin perpustakaan saya seringnya di situ...hehehee.”
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}



    @keyframes popIn {
    from {
    opacity: 0;
    transform: scale(0.5);
    }
    to {
    opacity: 1;
    transform: scale(1);
    }
    }







    const sourceHref = document.querySelector('.share-btn a')?.getAttribute('href');
    if (sourceHref) {
    document.getElementById('bannerTraktirBtn')?.setAttribute('href', sourceHref);
    }

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (13/10/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 311 tanda suka, 175 komentar, dan 28 kali dibagikan.

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook “Niko Hartono,” "Kaka Adi", “Suaib Alkarim,” “Ridwan Zanko” dalam obrolan grup Berita Terbaru 24h, dan akun X @ommi_siregar yang menampilkan unggahan serupa terkait klaim Profesor asal Singapura akui tidak pernah melihat Gibran bersekolah di Singapura.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Pelaporan 9 Hakim MK soal Ijazah Gibran, Apa Murni Dugaan Etik?

    Periksa Fakta Prof Li Jie. foto/hotline periksa fakta tiro

    HASIL CEK FAKTA

    Untuk membuktikan kebenaran klaim, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) dengan menggunakan mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Lebih lanjut, Tirto menelusuri laman Singapore Management University (SMU) dan National University of Singapore (NUS), tidak ditemukan pengajar tetap bernama Prof. Li Jie dalam penelusuran terhadap laman staf akademik dan laman profesor dari kedua kampus tersebut.

    Dalam unggahan yang beredar tersebut tidak mencantumkan identitas Profesor Li Jie mengajar di kampus mana di Singapura. Meski demikian, temuan ini tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa tidak ada akademisi bernama Li Jie di seluruh Singapura, melainkan menunjukkan bahwa identitas sosok dalam unggahan dan atribusi pernyataannya belum terverifikasi.

    Nama serupa memang ada di dunia akademik, namun hasil pencarian menemukan akademisi bernama Li Jie di institusi lain, seperti di Shanghai Jiao Tong University dan Sun Yat-sen University di Tiongkok. Namun, temuan tersebut tidak membuktikan bahwa mereka adalah orang dalam foto atau memiliki hubungan dengan klaim mengenai Gibran.

    Kemudian Tirto mengamati gambar yang beredar dari unggahan serupa pada akun “Niko Hartono,” dan menemukan beberapa kejanggalan. Foto yang ditampilkan terlihat tidak natural, permukaan kulit, tekstur pakaian, dan pencahayaan latar belakang tampak terlalu mulus (smudged) serta memiliki detail distorsi halus yang tidak wajar untuk sebuah foto dokumentasi asli.

    Untuk memeriksa keaslian gambar Tirto menggunakan Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI. Hasilnya menunjukkan bahwa foto yang diklaim sebagai Prof. Li Jie terindikasi sebagai gambar hasil generasi kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas mencapai 99,9 persen.

    Manipulasi AI foto Profesor Li Jie. foto/Hive Moderation

    Sebagaimana dalam pemberitaan Tirto sebelumnya, setelah menyelesaikan SD dan SMP di Surakarta, Gibran memutuskan untuk melanjutkan jenjang menengah atas di luar negeri. Gibran lantas masuk Orchid Park Secondary School, Singapura, pada 2002.

    Berdasarkan catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Gibran menempuh pendidikan di sekolah tersebut dari 2002 hingga 2004. Dia kemudian melanjutkan studinya di Insearch, lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan University of Technology Sydney (UTS) di Australia.

    Gibran menuntaskan studinya di Insearch pada 2010. Setelah itu, Gibran melanjutkan pendidikan tinggi di Management Development Institute of Singapore (MDIS) hingga selesai pada 2007.

    Dalam gugatan yang bergulir di MK dan telah memperoleh putusan, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari sekolah menengah luar negeri yang dapat disetarakan dengan jenjang SMA atau sederajat di Indonesia.

    “Mahkamah tidak menemukan dokumen yang menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah atau sertifikat sebagai bukti telah menamatkan pendidikan di luar negeri yang setara dengan sekolah menengah atas atau sederajat,” begitu pertimbangan Mahkamah yang dibacakan Hakim Konstitusi Ridwan Mansyur di Gedung MK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

    Mengutip detik.com Management Development Institute of Singapore (MDIS) mengonfirmasi Gibran pernah menjadi mahasiswa penuh waktu pada periode 2007–2010 dan menyelesaikan pendidikan diploma lanjutan sebelum melanjutkan pendidikan untuk meraih gelar sarjana.

    Di kampus tersebut Gibran menyelesaikan Diploma Lanjutan serta gelar Bachelor of Science (Honours) bidang Pemasaran dari University of Bradford, Inggris, melalui MDIS.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa Profesor Li Jie dari Singapura mengakui tidak pernah melihat Gibran bersekolah di Singapura adalah klaim tidak berdasar dan tidak didukung informasi dari media kredibel.

    Baca juga:Aliansi Rakyat Menggugat Datangi DPR, Desak Gibran Dimakzulkan

    KESIMPULAN

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim yang menyebut bahwa profesor Singapura bernama Li Jie mengaku tidak pernah melihat Gibran bersekolah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Foto yang beredar terindikasi sebagai hasil manipulasi buatan kecerdasan buatan (AI). Selain itu, tidak ditemukan pengajar tetap bernama Prof. Li Jie dalam direktori akademik dan belum ada bukti yang membenarkan pernyataan Li Jie menyebut terkait Gibran.

    Dengan demikian, identitas Prof. Li Jie dalam unggahan tersebut tidak terverifikasi.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/photo/?fbid=3243212552542902&set=a.389292831268236

    https://tirto.id/payment/?article_id=1540871&article_slug=%2Fsalah-profesor-singapura-sebut-tak-pernah-lihat-gibran-sekolah-hDNB&article_title=Salah%2C+Profesor+Singapura+Sebut+Tak+Pernah+Lihat+Gibran+Sekolah&article_url=

    https://https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fsalah-profesor-singapura-sebut-tak-pernah-lihat-gibran-sekolah-hDNB&author_id=tim-riset-tirto&author_name=Tim+Riset+Tirto&sig=9aaa0b8503088a6581a3695e079da6478f79b19e0962797497c13547fbffaa8c

    https://www.facebook.com/photo/?fbid=28622362980778406&set=gm.1068164102937612&idorvanity=655433174210709

    https://www.facebook.com/photo/?fbid=1113509097733505&set=a.121433736941051&_rdc=1&_rdr#

    https://www.facebook.com/suaib.alkarim.2025/posts/pfbid0kUXj7QC744tLyKwJeMLqta3rbLGvzjCbhJWQ99fbH54wmW2ARPDjRoaDpUMwEE18l?rdid=pe0TTPpnsG8o0riC#

    https://www.facebook.com/groups/321793924632103/permalink/4419080508236737/?rdid=h9xC9iigRCYw49DL#

    https://x.com/ommi_siregar/status/2106746057715789990?lang=ar

    https://tirto.id/pelaporan-9-hakim-mk-soal-ijazah-gibran-murni-dugaan-etik-hDJc

    https://business.smu.edu.sg/about/professor-emeritus

    https://www.nus.edu.sg/celc/academic-staff-full-time/

    https://bschool.sysu.edu.cn/en/faculty/1417049.htm

    https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection

    https://tirto.id/riwayat-sekolah-gibran-rumitnya-penyetaraan-sistem-pendidikan-hDCq

    https://www.detik.com/bali/berita/d-8142639/4-poin-pernyataan-kampus-mdis-soal-gibran-pernah-kuliah-di-singapura

    https://tirto.id/aliansi-rakyat-menggugat-datangi-dpr-desak-gibran-dimakzulkan-hDLr

    Publish date : 2026-10-14

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.