• [SALAH] Video Hasil Operasi Usus Buntu Penuh Boba

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 21/01/2020

    Berita

    Beredar video yang memperlihatkan organ dalam dengan benda bulat berlendir berwarna kehitam-hitaman. Pada narasi yang menyertai video itu disebutkan bahwa video itu merupakan hasil operasi usus buntu yang berisikan Boba. Berikut kutipan narasinya:

    Hasil operasi usus buntu dan didapatkan Bubble Tea yg TIDAK bisa hancur “Xi Bo Ba”.

    Kurangi kunsumsi Bubble Tea sebelum terlambat.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim video tersebut tidak benar. Menurut Ahli pencernaan Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), lebih meyakini gambar yang ditampilkan dalam video tersebut adalah kantung empedu. Karenanya, tidak masuk akal bila dikaitkan dengan boba atau bola-bola tapioka yang sedang ngehits sebagai topping minuman-minuman kekinian.

    “Boba itu terbuat dari karbohidrat, sedangkan apa yang ada di dalam kantung empedu itu adalah kolesterol. Jadi, bisa dikatakan bahwa itu sudah pasti bukan boba dan bisa dibilang itu adalah informasi hoaks,” tegasnya.

    Dokter Ari kembali menegaskan, benda dalam video merupakan batu yang ada di kantung empedu. “Walau mirip dengan boba secara kasat mata, tapi itu bukan boba, itu batu empedu,” kata dia.

    Adapun, sebagai pengetahuan, untuk dapat membedakan batu empedu dapat dilihat dari jenisnya. Berikut dua jenis batu empedu:

    1. Batu empedu kolesterol
    Ini merupakan jenis yang paling umum dan sering tampak berwarna kuning. Sebagian besar terdiri dari kolesterol yang tidak larut, tapi mungkin juga mengandung komponen lain.

    2. Batu empedu pigmen
    Batu empedu jenis ini terbuat dari bilirubin berlebih atau pigmen yang terbentuk selama pemecahan sel darah merah. Batu-batu ini biasanya berwarna coklat atau hitam gelap.

    Kesimpulan

    Bedasarkan hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa video yang beredar bukan organ usus buntu yang berisikan boba, melainkan empedu dengan batu empedu. Atas dasar itu, maka konten video tersebut masuk kategori False Context atau Konten yang Salah.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Bahaya Bertelepon di Dapur Saat Kompor Menyala

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 20/01/2020

    Berita

    Beredar melalui pesan berantai Whatsapp sebuah informasi mengenai bahaya bertelepon di dapur saat kompor atau microwave dan pemanas induksi menyala. Dalam narasi tersebut juga mengatakan bahwa bahaya menggunakan ponsel di dapur pada saat kompor menyala sama bahayanya dengan menggunakan ponsel di pom bensin. Berikut kutipan narasinya;

    Untuk ibu-ibu / siapapun yg baca:

    JANGAN BER TELEPON DI DAPUR

    Apakah Anda melakukan panggilan atau menerima panggilan di dapur Anda? Nama saya Dr. Ademola. Baru 3 hari yang lalu, suami saya, yang juga seorang dokter, berbagi kejadian menyedihkan dari 6 orang yang dibawa ke rumah sakit akibat luka bakar ketika membuat atau menerima panggilan telepon di dapur dengan kompor gas menyala. Bahkan oven microwave atau pemanas induksi bisa berbahaya. Beberapa dari mereka memasak dengan telepon menekan telinga mereka! Tolong berhenti membuat atau menerima panggilan di dapur. Ini sama berbahayanya dengan membuat atau menerima panggilan di pom bensin. "Tolong, jangan lupa untuk memberi tahu orang-orang yang Anda cintai. Jika panggilannya sangat mendesak, jauhi gas 10-12 meter dan kemudian menjawab panggilan. Ingat bahwa keselamatan Anda juga merupakan keselamatan keluarga Anda

    Jika informasi ini berguna untuk Anda Harap jangan memblokirnya di ponsel Anda. Sebarkan berita baiknya. Terima kasih.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim dalam pesan berantai itu keliru. Peneliti Utama Elektromagnetik Desain Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Harry Arjadi membantah isu tersebut. Ia menyatakan bahwa ponsel tidak menyebabkan kompor yang ada di dapur meledak. Harry mengatakan, penyebab kompor bisa meledak karena adanya kebocoran gas elpiji.

    "Sebenarnya kompor bisa meledak karena ada kebocoran gas bukan disebabkan oleh memainkan ponsel saat di dapur," ujarnya.

    Maka, Harry menyarankan jika dapur disematkan pintu tersendiri, pemilik rumah harus selalu membuka pintu itu.

    Sebab jika terjadi kebocoran gas dan pintu dapur dalam keadaan tertutup, potensi kompor cepat meledak bakal terjadi karena tidak ada sirkulasi udara yang masuk.

    "Sirkulasi udara di dapur harus dijaga dengan baik, artinya pintu dapur harus selalu terbuka. Kalau terjadi kebocoran gas dan pintu dalam keadaan tertutup maka akan cepat meledak," jelas Harry.

    Harry juga menghimbau kepada masyarakat untuk dapur disematkan pintu tersediri agar sirkulasi udara masuk yang masuk baik.

    Isu ini juga telah dibahas oleh Sekoci (Salah Satu Komunitas Pemeriksa Fakta di Indonesia) pada tahun 2016. Berdasarkan hasil penelusurannya, isu sinyal ponsel yang dituduh dapat menyulut bahan bakar cair dan gas adalah rumor belaka.

    Rumor tersebut dipicu oleh buku panduan yang diterbitkan oleh perusahaan ponsel itu sendiri yang melarang penggunaan ponsel di SPBU dan atmosfer yang mudah meledak. Penggunaan ponsel dilarang saat pengisian bahan bakar lebih disebabkan agar pengendara tidak terganggu konsentrasinya yang dapat memicu kecelakaan dalam bentuk lain.

    Menurut Petroleum Equipment Institute (PEI) dalam artikelnya “Stop Static“, menyimpulkan bahwa, berdasarkan investigasi kecelakaan di SPBU sejak tahun 1992 s/d 2010 dengan jumlah insiden hampir 200 kasus, seluruh kasus tersebut disebabkan oleh adanya listrik statis di lingkungan pengisian bahan bakar.

    Untuk pengisian bahan bakar yang aman, PEI membuat panduan sebagai berikut:
    1. Matikan mesin saat pengisian bahan bakar.
    2. Dilarang merokok.
    3. Dilarang keluar-masuk kendaraan saat melakukan pengisian bahan bakar.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa informasi yang beredar keliru. Atas dasar itu, maka konten pesan berantai itu masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Gadis Ular Gemparkan Thailand

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 20/01/2020

    Berita

    Beredar postingan yang menyebutkan mengenai gadis berusia 8 tahun dengan tubuh separuh ular. Disebutkan dalam narasinya gadis tersebut tinggal di Bangkok, Thailand. Berikut kutipan narasinya:

    Gadis berusia 8 tahun, Mai Li Fay, dari Bangkok, adalah jauh dari kehidupan yang biasa seorang gadis sebayanya

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Sebab, diketahui bahwa kabar semacam itu sudah pernah beredar pada tahun 2014. Adapun, kabar tersebut sudah ditelusuri faktanya oleh Bangkok Post dan Hoax Slayer (hoax-slayer.net).

    Menurut Bangkok Post, kejanggalan klaim narasi yang beredar ialah pada nama si gadis. Sebab, di Thailand nama Mai Li Fay tidaklah lumrah. Selain itu, pada narasi yang beredar kala itu disebutkan nama dokternya yang juga janggal, yakni Dr. Ping Lao.

    Menurut artikel yang berjudul “Not the News: Stories that turned out to be hoaxes” di Bangkok Post, nama-nama di Thailand lumrahnya panjang-panjang, seperti Sumati Sivasiamphai, Pimchanok Phungbun Na Ayudhya atau Pornchai Sereemongkonpol.

    Lalu, laman Hoax Slayer juga menyatakan hal serupa. Adapun, melalui narasi yang ditangkap oleh Hoax Slayer, ada nama penyakitnya, yakni “Serpentosis Malianorcis” atau penyakit Jing Jing. Berdasarkan penelusuran laman Hoax Slayer, tidak ditemukan nama penyakit semacam itu. Selain itu, nama dokternya, yakni Dr. Ping Lao juga tidak ditemukan oleh Hoax Slayer sebagai dokter di Thailand.

    Tak hanya itu, menurut hasil penelusuran Hoax Slayer, diketahui bahwa kabar gadis bertubuh ular tersebut pertama kali dimunculkan oleh laman satir World News Daily Report. Dalam laman tersebut memang biasa menerbitkan berbagai macam berita satir.

    Bahayanya laman satir semacam itu ialah tidak semua paham bahwa laman tersebut berisikan berita satir. Ketika diterima oleh mereka yang tidak paham sisi satirnya maka dapat dianggap sebagai fakta.

    Lebih lanjut, Hoax Slayer pun memberikan pernyataan bahwa bila memang benar ada gadis bertubuh ular di Bangkok, Thailand maka seharusnya sudah menjadi pemberitaan nasional. Akan tetapi, berdasarkan hasil penelusuran Hoax Slayer, tidak ditemukan laman berita nasional di Thailand yang membahas mengenai gadis tersebut.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hal tersebut maka informasi yang beredar mengenai gadis bertubuh ular merupakan informasi yang salah. Atas dasar itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Liputan 6
    • Medcom.id
    • 3 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Bendungan Bili-Bili Melewati Batas Angka Normal

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 16/01/2020

    Berita

    Sebuah postingan beredar dengan klaim bahwa Bendungan Gili-Gili sudah melewati batas normal. Postingan itu beredar pada tanggal 12 Januari 2020. Berikut kutipan narasinya:

    Hujan yang terjadi dini hari hingga siang ini, mengakibatkan elevasi PMA di bendungan Bili-Bili mengalami kenaikan.
    Kenaikannya cukup signifikan jika di bandingkan tadi pagi, elevasi air menyentuh di angka 86.20 mdpl, siang ini volume air naik menjadi 99.927 mdpl.
    Angka ini melewati angka normal yakni 99.50 mdpl, kondisi bendungan saat ini 99.927 ucap kepala bbws Jeneberang Suparji saat di konfirmasi.
    Sementara volume air untuk waspada yakni 103, tahun lalu pada musim bencana banjir bandang bendungan Bili-Bili di buka angka 103 dan menyebabkan banjir bandang di beberapa kabupaten.
    Curah hujan tinggi di Sulawesi Selatan khususnya wilayah kota Makassar dan Kabupaten Gowa, yang terjadi dini hari kemungkinan membuat elevasi bendungan Bili-Bili terus mengalami kenaikan.... (-)

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Sebab, pada tanggal 12 Januari 2020, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWJPS) sudah membantahnya.

    Kepala BBWJPS Suparji pada pemberitaan tanggal 12 Januari 2020 membantah mengenai informasi yang tersebar. Suparji mengaku dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan, update soal elevasi air yang melewati batas normal.

    “Yang jelas itu tidak betul,” ujar Suparji.

    Ia mengklarifikasi, elevasi pada tanggal 12 Januari 2020 hanya 86,73 mdpl, dari elevasi normal +99,50 mdpl. Dan elevasi waspada +100,00 mdpl. Artinya, elevasi di bendungan Bili-bili saat ini masih dibawah normal.

    Diketahui pula dari hasil pencarian bahwa kondisi Bendungan Bili-Bili dalam kondisi waspada terjadi pada 22 Januari 2019. Hal tersebut diketahui dari pemberitaan iNewsSulsel.id dengan judul “Bili-Bili Berstatus Waspada, Bupati Gowa Ingatkan Potensi Banjir.” Berikut kutipan pemberitaannya:

    […] Bili-Bili Berstatus Waspada, Bupati Gowa Ingatkan Potensi Banjir

    SUNGGUMINASA, iNews.id –Bendungan Bili-Bili di Gowa, Sulawesi Selatan, saat ini ditetapkan berstatus waspada. Ketinggian air di bendungan terbesar di Sulawesi Selatan itu kini bahkan mencapai 101,36 meter. Warga di sekitar bendungan dan Kota Makassar diminta mewaspadai banjir kiriman dari bendungan Bili-Bili.

    Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menginformasikan kondisi tersebut, melalui akun instagramnya, Selasa (22/1/2019). Menurutnya, saat ini pintu air di Bendungan Bili-Bili akan dibuka untuk mengurangi debit air yang terlalu tinggi. "Dengan pembukaan pintu air ini, tentu akan berdampak banjir yang cukup tinggi," tulisnya, Selasa (22/1/2019).

    Adnan pun mengimbau agar masyarakat yang tinggal di aliran hilir bendungan Bili-bili mengungsi untuk sementara waktu, untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

    "Saya juga mengajak masyarakat untuk sama-sama berdoa kepada Allah SWT agar curah hujan normal kembali dan kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT," ucapnya.

    Hingga berita ini dirutunkan, belum ada imbauan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengenai potensi bencana tersebut.

    Sebelumnya, cuaca buruk melanda Kota Makassar dan sekitarnya sejak dua hari belakangan. Bahkan, sejumlah titik langganan banjir sudah mulai tergenang. Ketinggian air bervariasi hingga mencapai satu meter lebih. […]

    Lalu, diketahui pula bahwa isu serupa sempat tersebar di tanggal 5 Januari 2020 melalui Whatsapp dan Facebook. Hanya saja, pada narasi yang sempat beredar itu mencatut nama Bupati Gowa.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hal tersebut, kondisi Bendungan Bili-Bili pada tanggal 12 Januari 2020, yakni saat postingan sumber beredar tidak dalam keadaan waspada. Adapun, Bendungan Bili-Bili dalam kondisi waspada terjadi pada tanggal 22 Januari 2019, bukan tahun ini. Berdasarkan hal tersebut, maka konten yang tersebar itu masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Liputan 6
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini