• [SALAH] Susi Pudjiastuti Sudah Menjadi Dirut Garuda yang Baru Pada 7 Desember 2019

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/12/2019

    Berita

    Sebuah postingan menyebutkan bahwa Susi Pudjiastuti, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), telah menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Postingan itu membagikan postingan akun lain dan diberi tambahan narasi tersendiri. Berikut kutipan narasi tambahan tersebut:

    Slamat bekerja bu Susi Dirut garuda yg baru.ibu susi Dirut garuda yg baru.insya allah kendala harga tiket mahal slama ini menjadi ada penurunan

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelisikan, akun yang membagikan postingan dengan narasi yang menyebutkan Susi Pudjiastuti telah menjadi Dirut PT Garuda Indonesia tidak sejalan dengan postingan sumbernya. Dalam postingan sumbernya baru membahas mengenai mencuatnya nama mantan menteri tersebut sebagai salah seorang yang berpotensi menggantikan Ari Akshara, Mantan Dirut PT Garuda Indonesia yang telah dipecat Menteri BUMN Erick Thohir.

    Berikut kutipan narasi pada postingan sumber:

    […] GARUDA BETINA NKRI
    Sukses menjaga kekayaan hayati perairan Indonesia dari Pencuri & Menenggelamkan kapal-kapal asing, kini namanya mencuat disebut sebagai Pengganti Direktur Utama PT. GARUDA INDONESIA.
    Setiap putra/i terbaik bangsa ini, layak mendapat tempat terhormat.
    Jayalah Negeriku. […]

    Dalam narasi itu tidak ada pernyataan bahwa Susi Pudjiastuti sudah menggantikan Ari Akhsara. Dapat dikatakan, akun yang membagikan postingan aslinya itu telah memberikan narasi sendiri yang berlawanan dengan konteks narasi postingan asli.

    Selain itu, dari hasil penelusuran, hingga periksa fakta ini diturunkan, yakni pada tanggal 11 Desember 2019, belum ada keputusan untuk penetapan Dirut PT Garuda Indonesia yang baru. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, pun telah angkat bicara. Ia mengaku belum mengatuhi apakah nama Susi masuk dalam saran (calon Dirut PT Garuda Indonesia).

    "Enggak pernah dengar, belum denger," kata Budi. Meski demikian, Budi menegaskan, keputusan penunjukan direktur utama Garuda Indonesia akan ditentukan Kementerian BUMN.

    Lalu, dari hasil informasi yang dihimpun, diketahui bahwa Dewan Komisaris Garuda Indonesia baru menunjuk Direktur Keuangan dan Management Risiko Garuda Indonesia, Fuad Rizal, sebagai Plt direktur utama. Penujukan tersebut sesuai dengan SK Dewan Komisaris No. DEKOM/SKEP/011/2019 Tanggal 5 Desember 2019.

    VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan mengatakan penetapan Fuad Rizal Sebagai Plt Direktur Utama Garuda Indonesia akan berlaku hingga dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia dalam waktu dekat.

    "Plt Direktur Utama memastikan bahwa kegiatan bisnis dan operasional akan tetap berjalan sesuai dengan rencana kerja perseroan," ujar Ikhsan.

    Selanjutnya, kata dia, Garuda Indonesia akan melaksanakan hal-hal terkait dengan pelaksanaan RUPSLB sesuai dengan ketentuan anggaran dasar dan peraturan terkait lainnya. Ikhsan menegaskan Garuda akan melakukan evaluasi secara berkesinambungan dalam proses bisnis yang berjalan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan itu, dapat disimpulkan bahwa konten sumber memelintir informasi atau narasi dari postingan akun lain yang dibagikannya. Dengan demikian, konten itu masuk dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Medcom.id
    • Republika Online
    • 3 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “UYM Sindir UAS: Menceraikan Istri Sama Halnya Kedzaliman”

    Sumber: blogspot.com
    Tanggal publish: 10/12/2019

    Berita

    Beredar artikel dari situs merdekaind[dot]blogspot.com yang diberi judul “UYM Sindir UAS: Menceraikan Istri Sama Halnya Kedzaliman”.
    Di artikel tersebut, berisi kutipan singkat dari mantan istri UAS lewat medsos dan pernyataan pengacara UAS. Namun,situs merdekaind menambahkan komentar Yusuf Mansur soal perceraian dalam Islam.

    “Menanggapi hal ini, Ustadz Yusuf Mansur angkat bicara, beliau mengatakan secara umum, perceraian, tidak diinginkan dalam islam.”

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, isi berita yang diunggah blog Merdekaind mencopot dari portal berita lain. Versi asli berita tersebut berjudul Heboh UAS Cerai. Diunggah portal hot.detik.com pada 5 Desember 2019.

    Berikut isi lengkap artikel beritu tersebut;

    Jakarta – Berita Ustaz Abdul Somad atau UAS cerai dengan Mellyana Juniarti menjadi topik hangat pada Rabu (3/12) malam. Kabar tersebut pun sudah dibenarkan oleh mantan istri UAS yakni Mellyana di akun instagramnya.
    “Iya bulan Juli (masuk) baru putus kemarin. Ya, kan mediasi dulu. Ada beberapa kali mediasi, nggak berhasil makanya diproses,” jelas Hasan Basri kepada detikcom, Rabu (4/12/2019).

    Saat putusan dibacakan oleh majelis hakim, UAS diwakili oleh tim kuasa hukumnya. Sedangkan Mellya sempat terlambat datang.

    “Kemarin itu istrinya lambat datang, sudah setengah 12, datang terlambat. Kemudian kami masuk jadi tetap dibacakan oleh hakim,” bebernya.

    “(UAS) nggak (datang) dikuasakan ke kami,” tambahnya.

    Hasan Basri pun tak bisa memberikan lebih rinci apa yang menyebabkan perceraian UAS dan istrinya. Menurutnya itu adalah masalah pribadi dan tertutup untuk umum.

    “Itu nanti saja dengan UAS. Ini kan perceraian, ini tertutup untuk umum, sebatas itu saja informasinya,” katanya.
    Saat ditanya oleh para netizen, ia mengaku jika gugutan dilayangkan oleh pihak UAS.

    “Yang menggugat beliau, confirm saja sama beliau ya. Makasih,” ujarnya.
    Awalnya beredar kabar jika UAS cerai melalui Pengadilan Agama Bangkinang, Riau. Berdasarkan penelusuran tim detikcom diketahui lewat website resminya, pa-bakinang.go.id, diketahui jika Ustaz Abdul Somad atau UAS mengajukan permohonan gugatan cerai sejak tanggal 12 Juli 2019.

    Kuasa hukum UAS, Hasan Basri pun mengiyakan kabar tersebut saat dikonfirmasi tim detikcom.

    Blog Merdekaind menambahkan komentar Yusuf Mansur soal perceraian dalam Islam. Yusuf Mansur pun mengklarifikasi kabar palsu itu lewat unggahan di Instagram pada 6 Desember 2019. ’’Sering banget blog ini bikin hoax. Alhamdulillaah. Semoga Allah memaafkan saya,” tulisnya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] PM China Peringatkan Indonesia Akan Kirim Pasukan Bila Tragedi 98 Terulang

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/12/2019

    Berita

    Beredar di media sosial Facebook postingan yang menyebutkan PM China peringatkan Indonesia akan mengirim pasukan bila tragedi 98 terulang. Beberapa postingan yang beredar mengutip link dari sketsanews[dot]com. Berikut narasinya:

    TAHUKAH...ANCAMAN CHINA..????

    KATAKAN KEPADA CHINA: "KETIKA MENGGANGGU KEDAULATAN NEGARA INDONESIA, RAKYAT TIDAK AKAN TINGGAL DIAM"
    -------------------------------------------
    (mengutip artikel dari sketsanews.com)

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui informasi tersebut tidak benar dan dapat dikatakan sebagai hoaks lama bersemi kembali (HLBK). Adapun, isu tersebut sempat menyeruak saat tahun 2016, pasca peristiwa Aksi pada tanggal 4 November 2016 atau dikenal dengan nama Aksi 411.

    Isu lama tersebut pun sudah pernah ditanggapi oleh pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Pihak Kemenlu sudah melakukan klarifikasi kepada pihak Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Hasil klarifikasi itu diketahui bahwa Perdana Menteri RRT tidak memberikan pernyataan seperti pada isu yang beredar kala itu.

    “Selamat sore tweeps, hati-hati dengan pemberitaan dari media online seperti ini,” cuit akun Twitter Resmi Kemenlu (@Kemlu_RI) pada tanggal 8 November 2016. Selain itu, akun tersebut mencuitkan tangkapan layar dari media yang menyantumkan judul berita yang salah tersebut.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hal tersebut, maka HLBK yang mencatut PM China tersebut masuk dalam kategori Fabricated Content atau Konten Palsu. Sebab, isi artikel dalam link tersebut tidak berdasarkan pernyataan PM China.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Liputan 6
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [BERITA] Kemenpan-rb Mengklarifikasi Soal Pembagian NIP Untuk CPNS yang Beredar Melalui Pesan Berantai

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/12/2019

    Berita

    Atas beredarnya isu pembagian Nomor Induk Pegawai (NIP) kepada para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-rb) berikan klarifikasinya.

    Hasil Cek Fakta

    Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Andi Rahadian mengatakan, terdapat pesan singkat beredar melalui aplikasi pesan WhatsApp, di mana seolah-olah mengkoordinasikan pembagian Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk instansi pusat.

    Dalam pesan yang beredar, menurut Andi, isi menyebutkan jika pembagian NIP akan dilakukan Senin (9/12/2019) bertempat di kantor departemen/kementerian atau lembaga masing-masing yang mendapatkan jatah khusus.

    Lanjutnya, peserta diminta menggunakan baju putih lengan panjang dan celana hitam. Selain itu, pesan juga meminta peserta wajib membawa nomor register, dan yang belum mendapatkan nomer register harus membawa tanda pengenal.

    "Kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Saat ini, proses seleksi CPNS dalam tahap verifikasi administrasi," kata Andi

    Andi menegaskan, tahap pendaftaran pada rekrutmen CPNS tahun 2019 baru saja usai dan masuk dalam tahap verifikasi administrasi. "Untuk rekrutmen CPNS 2018, tahapan sudah selesai seluruhnya kecuali untuk Papua dan Papua Barat akan segera diumumkan," ujar dia.

    Oleh karena itu Andi mengimbau kepada seluruh masyarakat yang mengikuti seleksi penerimaan CPNS agar berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan pengangkatan CPNS. Masyarakat juga harus semakin berhati-hati, serta lebih selektif terhadap informasi beredar dan mengonfirmasi kebenarannya.

    “Jika ada informasi terkait rekrutmen CPNS, dimohon untuk lebih waspada dan mengonfirmasi ke Kemenpan-rb, terlebih dahulu," ujar Andi.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Kompas
    • Tempo
    • Bisnis Indonesia
    • Republika Online
    • 5 media telah memverifikasi klaim ini