• [SALAH] Studi FDA: Vaksin Pfizer Membuat Orang Lebih Rentan Tertular Covid-19

    Sumber: artikel online
    Tanggal publish: 22/10/2021

    Berita

    Beredar sebuah artikel dari laman www.lifesitenews.com menyebarkan informasi mengenai studi FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 dapat lebih berpeluang untuk terpapar virus Covid-19.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri informasi tersebut salah. Faktanya, Alison Galvani, the Director of the Yale Center for Infectious Disease Modeling and Analysis melalui AFP mengungkapkan bahwa orang yang diberi vaksin Pfizer akan jauh lebih kecil berkemungkinan terpapar, terinfeksi, dirawat di rumah sakit atau bahkan meninggal akibat Covid-19. Selain itu, Juru Bicara FDA mengungkapkan bahwa klaim dalam artikel tersebut salah dan menyesatkan.

    Mengutip dari kemkes.go.id, vaksin Pfizer diperuntukkan bagi masyarakat umum wilayah Jabodetabek. Badan POM dalam press release-nya menyatakan bahwa vaksin Pfizer memiliki efikasi 100% mencegah Covid-19 pada remaja usia 12-15 tahun, sedangkan pada usia 16 tahun ke atas memiliki efikasi 95,5% mencegah Covid-19.

    Dengan demikian, klaim Vaksin Pfizer membuat orang lebih rentan tertular Covid-19 merupakan hoaks dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fathia IS.

    Klaim tersebut salah. Faktanya, hasil penelitian tidak menemukan bahwa penerima vaksin Pfizer akan meningkatkan peluang terpapar Covid-19, justru sebaliknya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Scan MRI Harus Dihindari Penerima Vaksin Covid-19

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/10/2021

    Berita

    Beredar sebuah unggahan di Facebook yang menampilkan tanggapan Twitter dari @DRAFZALNIAZ2 dengan klaim bahwa scan MRI harus dihindari setelah pasien mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, terutama pada minggu pertama setelah penyuntikan. Ia menjelaskan, ini dapat mempengaruhi elektromagnetisme yang dihasilkannya.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri informasi tersebut ternyata salah, faktanya tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa scan MRI harus dihindari setelah vaksinasi. Jean Chen, Profesor Biofisika Media Universitas Toronto, melalui AFP menjelaskan bahwa MRI Scan menggunakan radio medan magnet untuk menghasilkan gambar detail bagian dalam tubuh, sedangkan vaksin Covid-19 tidak mengandung bahan-bahan magnetik sehingga tidak dapat mempengaruhi proses scen MRI.

    Selain itu, Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, membantah klaim yang beredar tersebut. Ia menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 berisi virus yang telah dimatikan, serta zat di dalamnya berbentuk cairan untuk stabilitas vaksin sehingga tidak ada kandungan elektro magnetik di dalamnya.

    Dengan demikian, klaim scan MRI harus dihindari kepada pasien setelah vaksinasi Covid-19 merupakan hoaks dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fathia IS.

    Klaim tersebut salah, setelah ditelusuri tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa scan MRI harus dihindari setelah mendapatkan vaksin Covid-19.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Daun Kemangi Obat Penghilang Gatal Kulit

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/10/2021

    Berita

    Beredar sebuah informasi melalui media sosial Facebook dengan klaim daun kemangi dapat menjadi obat gatal kulit, cara pengobatannya hanya dengan menggosokkan daun kemangi di bagian kulit yang gatal hingga air daun kemangi keluar, getah dari daun tersebut dapat mengobati gatal-gatal.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri informasi tersebut ternyata salah, faktanya belum ada penelitian yang membuktikan getah daun kemangi dapat mengobati gatal. Melalui Kompas.com, dr. Dedianto Hidajat, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Mataram yang juga doktor spesialis kulit dan kelamin, menegaskan bahwa informasi itu hoaks, daun kemangi mengandung zat yang baik untuk kulit seperti anti radang, antibakteri, bahkan antioksidan. Namun, agar manfaat daun kemangi untuk gatal kulit bisa berfungsi perlu melalui proses pengekstrakan terlebih dahulu di laboratorium.

    Klaim daun kemangi dapat mengobati gatal ini merupakan hoaks lama yang muncul kembali. Sebelumnya sudah ada ulasan dari Liputan6.com pada September 2020 yang menyatakan bahwa klaim tersebut merupakan hoaks karena belum ada riset daun kemangi dapat mengobati gatal, selain itu melalui Turnbackhoax.id juga sudah ada artikel yang mengabarkan bahwa klaim tersebut hoaks.

    Dengan demikian, klaim daun kemangi obat penghilang gatal kulit merupakan hoaks dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fathia IS.

    Klaim tersebut salah, setelah ditelusuri belum terbukti daun kemangi dapat mengobati gatal pada kulit. Adapun khasiat daun kemangi yang dioleskan langsung ke kulit memerlukan proses pengekstrakan melalui lab.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • tema: agama, alat: mixed, sc: fb, tc: dream, fu: fc, bukti: video, scope: internasional, actors: wna

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 21/10/2021

    Berita

    Sebuah akun facebook bernama Essy mengunggah video yang memperlihatkan supporter sepakbola yang mengenakan jersey berwarna kuning di bagian tribun penonton membentuk tulisan ya habibi Ya Rasulallah untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam narasinya, kejadian tersebut dilakukan oleh supporter tim liga Jerman.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, video tersebut merupakan konten keliru yang kembali beredar. FAKTANYA, video tersebut memang benar dilakukan oleh supporter sepak bola namun bukan tim liga Jerman melainkan tim liga Arab Saudi bernama Al Ittihad FC.

    Dalam sebuah video yang diunggah di Youtube, terlihat puluhan ribu suporter Al Ittihad meneriakkan pujian kepada Nabi Muhammad. Mereka kompak menyanyikan lagu terkenal ‘Tala Al Badru’ Alayna’ yang konon dinyanyikan Sahabat Nabi saat kedatangan Nabi Muhammad ke Madinah dari Makkah.

    Selain itu para fans juga melakukan koreografi membentuk tulisan حبيبي يا رسول الله yang berarti ‘Oh Rasulullah, kekasihku’ dengan warna kuning dan hitam sesuai dengan warna klub kesayangan mereka.

    Fans Al Ittihad melakukan aksi ini di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, 20 Februari 2015 lalu. Saat itu Al Ittihad tengah menghadapi Al Shoalah pada laga lanjutan Liga Arab Saudi. Pada laga tersebut, Al Ittihad berhasil menang 3-2 meski sempat tertinggal lebih dulu.

    Informasi salah ini juga sudah pernah diverifikasi sebelumnya oleh website turnbackhoax.id pada 8 september 2019 dengan judul “[SALAH] “penonton Liga Jerman membuat ‘konfigurasi menghormati Rasulullah”.

    Kesimpulan

    Klaim yang salah. Faktanya, barisan penonton yang membentuk konfigurasi tulisan Nabi Muhammad itu bukanlah supporter sepakbola liga Jerman melainkan supprter sepakbola klub liga Arab Saudi, Al Ittihad FC pada februari 2015.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini