Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Tidak Benar, Vaksin Cacar Air Sebabkan Pandemi Shingles
    CekFakta

    Tidak Benar, Vaksin Cacar Air Sebabkan Pandemi Shingles

    Jane DoePublish date2026-09-02
    Tirto.id
    Share
    Facebook

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim vaksin cacar air atau chickenpox vaccine menyebabkan peningkatan kasus shingles atau herpes zoster hingga disebut sebagai “pandemi shingles”.

    Klaim tersebut dibagikan oleh akun Facebook “Abu Julaibib” (arsip) pada Jumat (10/7/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan tangkapan layar “THE CHICKENPOX VACCINE SCANDAL THEY DON’T WANT YOU TO KNOW ABOUT - RFK JR. EXPOSES THE SINGLES EPIDEMIC COVER-UP!” yang mengaitkan vaksinasi cacar air dengan meningkatnya risiko herpes zoster pada masyarakat.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “SKANDAL VAKSIN CICKENPOX YANG TIDAK MAU ANDA TAHU – RFK JR. MEMBUKA TABIR PENUTUPI EPIDEMI SHINGLES!

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sementara Big Pharma dan CDC mendorong agenda suntikan tanpa henti mereka, kebenaran mulai bocor keluar: vaksin cacar air bukan menyelamatkan anak-anak. Malah menciptakan krisis shingles besar-besaran yang akan menghantui generasi!

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Dulu ketika CDC merencanakan wajibkan suntikan ini untuk setiap anak Amerika, mereka mempekerjakan ilmuwan Gary Goldman untuk jalankan studi jangka panjang di California. Apa yang dia temukan? Vaksinasi massal memusnahkan cacar air tapi memicu epidemi shingles di kemudian hari. Shingles 20 KALI lebih mematikan daripada cacar air. Nyeri saraf yang menyiksa, rawat inap, kematian. Sekarang sedang meledak karena kita rampas kekebalan alami dari populasi!

    Mereka TAU hal ini. Data Goldman berteriak keras. Tapi CDC abaikan tanda bahaya merah, wajibkan vaksin itu juga, dan ubah Amerika jadi pabrik shingles. Sementara itu, Eropa (dan NHS Inggris) lihat ilmu yang sama dan bilang TIDAK, TERIMA KASIH. Cek situs web mereka sekarang juga. Mereka secara terbuka akui: "Kami tidak merekomendasikan vaksin cacar air karena itu menyebabkan epidemi shingles di kemudian hari." Mereka tolak main roulette Rusia dengan rakyat mereka!

    Anak-anak Anda bukan dilindungi. Mereka disiapkan untuk penderitaan seumur hidup. vidio RFK menkes USA terkait ini ada di komentar.” Begitu narasi tertulis dalam keterangan unggahan.

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (2/9/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 118 tanda suka, 15 komentar, dan 44 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi kritik negatif dan penolakan terhadap pemberian vaksin.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Keliru, Bahaya Vaksin HPV Gardasil 9 untuk Anak Laki-Laki

    Periksa Fakta Vaksin Cacar Air. foto/hotline periksa fakta tirto

    HASIL CEK FAKTA

    Sebagai informasi, Varicella disebut juga "cacar air," menyebabkan ruam gatal yang biasanya berlangsung sekitar seminggu. Penyakit ini juga dapat menyebabkan demam, kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan sakit kepala. Beberapa orang yang terkena cacar air mengalami ruam menyakitkan yang disebut "shingles" (juga dikenal sebagai herpes zoster) bertahun-tahun kemudian.

    Adapun herpes zoster atau shingles memang memiliki hubungan dengan cacar air. Keduanya disebabkan oleh virus yang sama, yakni varicella-zoster virus (VZV). Setelah seseorang mengalami cacar air, virus tersebut dapat tetap berada dalam kondisi laten di dalam tubuh dan kemudian mengalami reaktivasi yang menyebabkan herpes zoster.

    Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan bahwa anak-anak yang menerima vaksin varicella memiliki risiko herpes zoster yang lebih rendah dibandingkan anak-anak yang pernah mengalami infeksi cacar air secara alami. Risiko reaktivasi virus dari strain vaksin juga lebih rendah dibandingkan reaktivasi virus VZV tipe liar. Dengan demikian, tidak berarti vaksin cacar air menyebabkan pandemi shingles.

    CDC juga mengakui bahwa seseorang yang telah menerima vaksin cacar air tetap dapat mengalami shingles di kemudian hari. Namun, kondisi tersebut jauh lebih jarang dibandingkan shingles yang terjadi setelah seseorang mengalami cacar air. Hal ini tercantum dalam lembar informasi vaksin varicella CDC.

    Dengan demikian, keberadaan kasus shingles pada orang yang pernah mendapatkan vaksin tidak dapat dijadikan bukti bahwa vaksin tersebut menyebabkan peningkatan kasus herpes zoster secara luas.

    Penjelasan mengenai hubungan vaksin cacar air dan shingles juga pernah dibahas oleh Live Science. Artikel tersebut menjelaskan bahwa pertanyaan mengenai apakah vaksin cacar air dapat menyebabkan shingles telah menjadi bahan penelitian, tetapi bukti yang ada tidak mendukung kesimpulan bahwa vaksin menyebabkan peningkatan risiko shingles secara umum.

    Sementara itu, Public Health Communications Collaborative (PHCC) juga menyatakan bahwa klaim bahwa vaksin cacar air meningkatkan risiko shingles merupakan klaim yang menyesatkan. Pembahasan tersebut menekankan perlunya membedakan antara reaktivasi virus setelah infeksi cacar air alami dengan risiko yang berasal dari vaksinasi.

    History of Vaccines turut membahas hubungan antara vaksin cacar air dan shingles. Sumber tersebut menjelaskan bahwa berkurangnya sirkulasi virus cacar air setelah program vaksinasi dapat memengaruhi pola paparan masyarakat terhadap virus, tetapi kondisi tersebut tidak sama dengan menyatakan bahwa vaksin menyebabkan shingles.

    CDC sendiri merekomendasikan vaksin varicella sebagai perlindungan terhadap cacar air. Untuk orang yang belum memiliki bukti kekebalan, CDC merekomendasikan dua dosis vaksin varicella.

    “CDC recommends 2 doses of varicella vaccine for children, adolescents, and adults who do not have evidence of immunity.” Dikutip pada laman CDC.

    CDC juga menjelaskan bahwa orang yang pernah mengalami cacar air memiliki risiko mengalami shingles di kemudian hari. Sebaliknya, anak-anak yang divaksinasi varicella memiliki tingkat herpes zoster yang lebih rendah dibandingkan mereka yang mengalami infeksi cacar air secara alami.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan vaksin cacar air menyebabkan krisis shingles atau bahwa shingles "20 kali lebih mematikan" adalah tidak benar dan bertentangan dengan konsensus medis global.

    Baca juga:Tidak Benar, Efek Samping Vaksin DPT Daptacel Disembunyikan

    KESIMPULAN

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan bahwa vaksin cacar air menyebabkan “pandemi shingles” bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Faktanya, vaksin cacar air justru menurunkan sirkulasi virus di masyarakat secara keseluruhan. CDC menyebutkan bahwa vaksin terbukti aman dan efektif mencegah infeksi serta komplikasi berat dari cacar air.

    Adapun bukti yang tersedia menunjukkan bahwa risiko herpes zoster justru lebih rendah pada anak yang menerima vaksin varicella dibandingkan mereka yang mengalami cacar air secara alami.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/abu.julaibib/posts/pfbid02seUXdcz96iACsUm4YL5ZxrbpTuxkf88QEn42MYDHqUpNfrTLnXXZyQdtn9MdWSD3l?rdid=lqZdqEQA6nwLeecT#

    https://archive.ph/JG9I6

    https://tirto.id/keliru-bahaya-vaksin-hpv-gardasil-9-untuk-anak-laki-laki-hBsV

    https://www.cdc.gov/shingles/hcp/clinical-overview/index.html?utm_source=chatgpt.com

    https://www.cdc.gov/chickenpox/hcp/vaccine-considerations/index.html?utm_source=chatgpt.com

    https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/current-vis/varicella.html?utm_source=chatgpt.com

    https://www.livescience.com/45804-chickenpox-vaccine-cause-shingles.html?utm_source=chatgpt.com

    https://publichealthcollaborative.org/alerts/misleading-claim-that-chickenpox-vaccine-increases-shingles-risk-spreads/?utm_source=chatgpt.com

    https://historyofvaccines.org/blog/chickenpox-vaccine-and-shingles-risk/?utm_source=chatgpt.com

    https://tirto.id/tidak-benar-efek-samping-vaksin-dpt-daptacel-disembunyikan-hARE

    Publish date : 2026-09-02

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.