Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Hoaks Hantavirus Dikaitkan dengan Agenda PBB 2030, Pakar Tegaskan Klaim Tidak Berdasar
    CekFakta

    Hoaks Hantavirus Dikaitkan dengan Agenda PBB 2030, Pakar Tegaskan Klaim Tidak Berdasar

    Jane DoePublish date2027-06-15
    Sukabumi Update
    Share
    Facebook

    Berita



    SUKABUMIUPDATE.com – Sebuah video yang beredar di media sosial mengklaim bahwa kemunculan Hantavirus merupakan bagian dari Agenda 2030 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Narasi tersebut mengaitkan penyebaran virus dengan program pembangunan global yang dikenal sebagai Sustainable Development Goals (SDGs).

    Namun, benarkah klaim tersebut?

    Klaim

    Video yang beredar menyebut Hantavirus sengaja dimunculkan sebagai bagian dari Agenda 2030 PBB. Narasi itu juga menghubungkan program pembangunan berkelanjutan dengan berbagai teori konspirasi mengenai pengendalian populasi dan penyebaran penyakit global.

    Penelusuran Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran sejumlah lembaga pemeriksa fakta, klaim tersebut tidak didukung bukti ilmiah maupun dokumen resmi PBB.

    Dikutip dari laporan pemeriksa fakta Tempo.co yang terbit pada 21 Mei 2026, Epidemiolog dari Heidelberg Institute of Global Health, Melani Ratih Mahanani, menegaskan bahwa tidak ada satu pun tujuan dalam Agenda 2030 yang berkaitan dengan penyebaran penyakit.

    “Tidak ada satu pun dari 17 SDGs yang berkaitan dengan penyebaran penyakit” ujar Melani.

    Melani menjelaskan bahwa Agenda 2030 atau Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan kesepakatan global yang disetujui oleh 193 negara anggota PBB untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Program tersebut mencakup berbagai target, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, kesetaraan gender, hingga perlindungan lingkungan.

    Pakar kesehatan masyarakat sekaligus epidemiolog, Dicky Budiman, juga membantah narasi yang menyebut Hantavirus sengaja diciptakan atau disebarkan sebagai bagian dari agenda tertentu.

    Menurut Dicky, kemunculan kasus Hantavirus lebih dipengaruhi oleh faktor ekologis seperti perubahan iklim, urbanisasi, deforestasi, dan meningkatnya interaksi manusia dengan hewan pengerat yang menjadi inang virus tersebut.

    "Hantavirus bukan virus baru. Virus ini sudah dikenal sejak Perang Korea pada era 1950-an dan telah lama menjadi objek penelitian medis," jelas Dicky.

    Secara ilmiah, Hantavirus ditularkan melalui kontak dengan tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi, baik melalui urine, kotoran, maupun air liurnya.

    Penelusuran juga menunjukkan bahwa Agenda 2030 PBB kerap dikaitkan secara keliru dengan berbagai teori konspirasi, seperti depopulasi manusia, pemerintahan dunia tunggal, maupun kewajiban vaksinasi global. PBB sendiri telah berulang kali menegaskan bahwa Agenda 2030 berisi target pembangunan berkelanjutan dan tidak memuat agenda penyebaran penyakit ataupun pengurangan populasi manusia.

    HASIL CEK FAKTA

    KESIMPULAN

    Klaim bahwa Hantavirus merupakan bagian dari Agenda 2030 PBB adalah tidak benar atau HOAKS.

    Tidak ditemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara kemunculan Hantavirus dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) PBB. Para pakar kesehatan menegaskan bahwa Hantavirus merupakan penyakit yang telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan penyebarannya berkaitan dengan faktor lingkungan serta kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi.

    Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi kesehatan melalui sumber resmi dan tidak mudah mempercayai narasi yang beredar di media sosial tanpa dasar ilmiah yang jelas.

    Sumber:

    Tempo Cek Fakta (21 Mei 2026)Jala Hoaks DKI JakartaInformasi resmi Sustainable Development Goals (SDGs) PBB

    Penulis: Annisa Nurizkiawan, Mahasiswa Magang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Sukabumi

    Publish date : 2027-06-15

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.