Berita
tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim rupiah sengaja dilemahkan agar rakyat Indonesia mudah untuk dijajah, diberi utang, dan terus dikeruk kekayaannya. Pengunggah juga mengklaim rakyat sengaja dimiskinkan dan dibodohi dengan sepiring makan siang, serta orang kritis diteror.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Suci Wulan Sari” (arsip) pada Kamis (04/06/2026). Dalam unggahan menampilkan tangkapan layar nilai tukar dolar AS ke rupiah mencapai Rp18.001 dan disebutkan bahwa lemahnya rupiah tersebut adalah disengaja.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Rupiah sengaja dilemahkan. Biar gampang dijajah, dikasih utang terus dikeruk kekayaannya. Rakyatnya sengaja dimiskinkan, dan dibodohi dengan sepiring makan siang.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Orang yang kritis diteror di publik, diserang di medsos oleh buzzer bayaran yang tidak memiliki pekerjaan. Inilah Indonesia yang akan menjadi macan asia yang telah kehilangan seluruh giginya, hanya terdengar aumannya tanpa bisa berbuat apapun.” Begitu klaim dituliskan dalam keterangan unggahan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (08/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 10 likes, 1 komentar dan 1 kali dibagikan ulang.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level Rp18.110 per Dolar AS
Periksa Fakta Rupiah sengaja dilemahkan.. foto/hotline periksa fakta tirto
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Suci Wulan Sari” (arsip) pada Kamis (04/06/2026). Dalam unggahan menampilkan tangkapan layar nilai tukar dolar AS ke rupiah mencapai Rp18.001 dan disebutkan bahwa lemahnya rupiah tersebut adalah disengaja.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Rupiah sengaja dilemahkan. Biar gampang dijajah, dikasih utang terus dikeruk kekayaannya. Rakyatnya sengaja dimiskinkan, dan dibodohi dengan sepiring makan siang.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Orang yang kritis diteror di publik, diserang di medsos oleh buzzer bayaran yang tidak memiliki pekerjaan. Inilah Indonesia yang akan menjadi macan asia yang telah kehilangan seluruh giginya, hanya terdengar aumannya tanpa bisa berbuat apapun.” Begitu klaim dituliskan dalam keterangan unggahan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Senin (08/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 10 likes, 1 komentar dan 1 kali dibagikan ulang.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level Rp18.110 per Dolar AS
Periksa Fakta Rupiah sengaja dilemahkan.. foto/hotline periksa fakta tirto
HASIL CEK FAKTA
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “rupiah sengaja dilemahkan” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarahkan pada laman Tempo yang menyebutkan bahwa informasi mencatut Bank Indonesia sengaja melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh rekor terendah Rp17.880 per 12 Mei 2026 adalah tidak benar.
Faktanya, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dipicu oleh faktor eksternal seperti situasi geopolitik serta faktor internal berupa sentimen terhadap kondisi ekonomi domestik. Sebaliknya, stabilisasi nilai mata uang tersebut justru bergantung pada kinerja pemerintah dan Bank Indonesia.
Ekonom Universitas Gadjah Mada, Denni Puspa Purbasari, menjelaskan klaim bahwa Bank Indonesia sengaja melemahkan mata uang bertentangan dengan mandat bank sentral untuk menjaga stabilitas rupiah. Menurut Denni, ada dua faktor utama pelemahan rupiah, yakni fundamental dan ekspektasi.
Adapun faktor fundamental berkaitan dengan interaksi antara ketersediaan (supply) dan permintaan (demand). Belakangan, konflik geopolitik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memicu lonjakan harga minyak. Sedangkan faktor ekspektasi berhubungan dengan sentimen atau proyeksi pasar yang dipengaruhi oleh iklim investasi dan kebijakan negara. Investor bakal mencermati ada tidaknya perubahan kebijakan yang mengarah pada penguatan rupiah.
“Tingginya defisit transaksi juga memicu melemahnya rupiah,” begitu keterangan Denni saat dihubungi Tempo, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut pakar pasar saham Ferry Latuhihin, pelemahan rupiah juga dipicu oleh capital outflow atau aliran modal keluar di pasar saham. Investor melepas saham mereka karena menilai outlook atau prospek perekonomian Indonesia kedepan bakal negatif.
Selain itu, investor asing merugi lantaran aset mereka di Indonesia tersimpan dalam mata uang rupiah. Hingga Mei 2026, porsi kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) oleh investor asing tersisa sekitar 12,75 persen.
Konten-konten yang beredar, yang mengklaim rupiah sengaja dilemahkan adalah disinformasi yang disebarkan dari beberapa konten yang difabrikasi dan disalahpahami oleh masyarakat.
Seperti video Benny Hutabarat di kanal YouTube Bennix pada 26 Januari 2026 yang telah ditonton lebih dari 500 ribu kali dan banyak disebarkan ulang di platform X dan TikTok, yang membahas terkait melemahnya nilai rupiah pada Mei 2026, serta video Gema Goeyardi, maupun Robert Reich dari Astronacci, perusahaan jasa riset dan edukasi trading yang diunggah ulang dengan menyematkan konteks yang keliru.
Faktanya, konten tersebut tidak menyebutkan bahwa rupiah sengaja dilemahkan, dan narasi mencatut Bank Indonesia sengaja melemahkan rupiah demi menggencarkan ekspor dan menarik investor asing adalah keliru.
Dalam rangkuman Tirto, “Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level Rp18.110 per Dolar AS” yang ditulis pada Senin (08/06/2026), menyatakan bahwa nilai tukar rupiah terus melemah hingga mencapai level Rp18.110 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (5/6/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 74,5 poin atau 0,41 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.
Tirto menyebutkan pelemahan rupiah lahir dari kombinasi tekanan global dan domestik yang mempengaruhi nilai tukar. Salah satu penyebab utamanya yakni kenaikan harga minyak dunia akibat alotnya konflik AS-Iran.
Selain itu, tekanan juga datang dari pasar saham domestik. Indeks saham utama Jakarta sempat turun lebih dari empat persen setelah penyedia indeks global MSCI menghapus sejumlah perusahaan Indonesia dari indeks mereka. Situasi ini memicu kekhawatiran investor asing terhadap stabilitas pasar keuangan Indonesia.
Di sisi lain, lembaga rating internasional seperti Fitch juga menyoroti meningkatnya ketidakpastian kebijakan ekonomi Indonesia. Merujuk pada laporan Reuters, Fitch menyinggung fenomena menurunnya konsistensi kebijakan ekonomi dan meningkatnya sentralisasi pengambilan keputusan.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan rupiah sengaja dilemahkan dan rakyatnya sengaja dimiskinkan adalah tidak benar dan tidak didukung oleh informasi dari media kredibel.
Baca juga:Istana Sebut Ada Spekulan di Balik Lemahnya Rupiah dan IHSG
Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “rupiah sengaja dilemahkan” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarahkan pada laman Tempo yang menyebutkan bahwa informasi mencatut Bank Indonesia sengaja melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh rekor terendah Rp17.880 per 12 Mei 2026 adalah tidak benar.
Faktanya, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dipicu oleh faktor eksternal seperti situasi geopolitik serta faktor internal berupa sentimen terhadap kondisi ekonomi domestik. Sebaliknya, stabilisasi nilai mata uang tersebut justru bergantung pada kinerja pemerintah dan Bank Indonesia.
Ekonom Universitas Gadjah Mada, Denni Puspa Purbasari, menjelaskan klaim bahwa Bank Indonesia sengaja melemahkan mata uang bertentangan dengan mandat bank sentral untuk menjaga stabilitas rupiah. Menurut Denni, ada dua faktor utama pelemahan rupiah, yakni fundamental dan ekspektasi.
Adapun faktor fundamental berkaitan dengan interaksi antara ketersediaan (supply) dan permintaan (demand). Belakangan, konflik geopolitik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memicu lonjakan harga minyak. Sedangkan faktor ekspektasi berhubungan dengan sentimen atau proyeksi pasar yang dipengaruhi oleh iklim investasi dan kebijakan negara. Investor bakal mencermati ada tidaknya perubahan kebijakan yang mengarah pada penguatan rupiah.
“Tingginya defisit transaksi juga memicu melemahnya rupiah,” begitu keterangan Denni saat dihubungi Tempo, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut pakar pasar saham Ferry Latuhihin, pelemahan rupiah juga dipicu oleh capital outflow atau aliran modal keluar di pasar saham. Investor melepas saham mereka karena menilai outlook atau prospek perekonomian Indonesia kedepan bakal negatif.
Selain itu, investor asing merugi lantaran aset mereka di Indonesia tersimpan dalam mata uang rupiah. Hingga Mei 2026, porsi kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) oleh investor asing tersisa sekitar 12,75 persen.
Konten-konten yang beredar, yang mengklaim rupiah sengaja dilemahkan adalah disinformasi yang disebarkan dari beberapa konten yang difabrikasi dan disalahpahami oleh masyarakat.
Seperti video Benny Hutabarat di kanal YouTube Bennix pada 26 Januari 2026 yang telah ditonton lebih dari 500 ribu kali dan banyak disebarkan ulang di platform X dan TikTok, yang membahas terkait melemahnya nilai rupiah pada Mei 2026, serta video Gema Goeyardi, maupun Robert Reich dari Astronacci, perusahaan jasa riset dan edukasi trading yang diunggah ulang dengan menyematkan konteks yang keliru.
Faktanya, konten tersebut tidak menyebutkan bahwa rupiah sengaja dilemahkan, dan narasi mencatut Bank Indonesia sengaja melemahkan rupiah demi menggencarkan ekspor dan menarik investor asing adalah keliru.
Dalam rangkuman Tirto, “Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level Rp18.110 per Dolar AS” yang ditulis pada Senin (08/06/2026), menyatakan bahwa nilai tukar rupiah terus melemah hingga mencapai level Rp18.110 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (5/6/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 74,5 poin atau 0,41 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.
Tirto menyebutkan pelemahan rupiah lahir dari kombinasi tekanan global dan domestik yang mempengaruhi nilai tukar. Salah satu penyebab utamanya yakni kenaikan harga minyak dunia akibat alotnya konflik AS-Iran.
Selain itu, tekanan juga datang dari pasar saham domestik. Indeks saham utama Jakarta sempat turun lebih dari empat persen setelah penyedia indeks global MSCI menghapus sejumlah perusahaan Indonesia dari indeks mereka. Situasi ini memicu kekhawatiran investor asing terhadap stabilitas pasar keuangan Indonesia.
Di sisi lain, lembaga rating internasional seperti Fitch juga menyoroti meningkatnya ketidakpastian kebijakan ekonomi Indonesia. Merujuk pada laporan Reuters, Fitch menyinggung fenomena menurunnya konsistensi kebijakan ekonomi dan meningkatnya sentralisasi pengambilan keputusan.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan rupiah sengaja dilemahkan dan rakyatnya sengaja dimiskinkan adalah tidak benar dan tidak didukung oleh informasi dari media kredibel.
Baca juga:Istana Sebut Ada Spekulan di Balik Lemahnya Rupiah dan IHSG
KESIMPULAN
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa rupiah sengaja dilemahkan agar rakyat Indonesia miskin, bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Faktanya, rupiah melemah karena kombinasi tekanan ekonomi global yang kuat dan beban struktural dari dalam negeri.
Rupiah melemah akibat kombinasi tekanan global, termasuk konflik geopolitik yang meningkatkan harga minyak dan permintaan dolar, serta faktor domestik seperti penurunan IHSG, juga sentimen negatif dari penyedia indeks global.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Faktanya, rupiah melemah karena kombinasi tekanan ekonomi global yang kuat dan beban struktural dari dalam negeri.
Rupiah melemah akibat kombinasi tekanan global, termasuk konflik geopolitik yang meningkatkan harga minyak dan permintaan dolar, serta faktor domestik seperti penurunan IHSG, juga sentimen negatif dari penyedia indeks global.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
https://tirto.id/rupiah-pagi-ini-dibuka-melemah-ke-level-rp18110-per-dolar-as-hxue
https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-rupiah-sengaja-dilemahkan-oleh-bank-indonesia-2221690
https://api-djppr.kemenkeu.go.id/web/api/v1/media/D6D3E821-39C3-4B9C-BE9F-FBEF93895A73
https://www.youtube.com/watch?v=Eo1pgeSGZsc
https://x.com/taufik_q/status/2056674837939319075
https://tirto.id/kenapa-rupiah-melemah-dan-apa-yang-harus-dilakukan-hwtc
https://tirto.id/daftar-lengkap-saham-indonesia-yang-dicoret-msci-dari-indeks-hv6B
https://tirto.id/istana-sebut-ada-spekulan-di-balik-lemahnya-rupiah-dan-ihsg-hxsG
Publish date : 2026-06-09

