Berita
tirto.id - Beredar di media sosial unggahan yang mengklaim China akan melindungi Iran dari amukan Amerika. Unggahan tersebut mengklaim bahwa Beijing melayangkan peringatan keras kepada Washington dan menyatakan siap melindungi Iran jika Amerika Serikat berani melakukan serangan.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Cerita Kita” (arsip) pada Minggu (01/03/2026). Dalam unggahan menampilkan gambar 4 tokoh pemimpin dunia, bagian bawah gambar menunjukkan Vladimir Putin, Xi Jinping, Ali Khamenei, dan Kim Jong Un berdiri bersama.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“China memperingatkan Amerika Serikat soal Iran, China mengatakan akan melindungi Iran jika AS menyerangnya,” begitu narasi tertulis dalam gambar pada unggahan tersebut.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam keterangan unggahan dituliskan, menurut BRICS News, ini adalah langkah berani yang menantang "SANG NAGA", Serta upaya menggalang solidaritas BRICS di tengah bayang-bayang badai konflik global yang kian mendekat, sekaligus mempertahankan Poros dunia multipolar dari dominasi unipolar.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (05/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 13 ribu likes, 900 komentar, dan 196 kali dibagikan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian masyarakat mempercayai informasi tersebut, dan yang lainnya menyebutkan bahwa China hanya membantu Iran.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Threads “bogoyunior” (arsip) pada Selasa (03/03/2026). Unggahan tersebut memiliki klaim serupa yaitu China memberikan peringatan keras kepada AS, menyatakan kesiapannya untuk melindungi Iran jika Amerika Serikat melakukan serangan. Pengunggah juga menambahkan gambar kobaran api akibat ledakan dengan keterangan “Iran menghancurkan pangkalan udara AS di Riyadh, Arab Saudi”.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim yang menyebutkan China akan lindungi Iran jika AS menyerang?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Video Viral Eks Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Masih Hidup
Periksa Fakta China Akan Bantu Iran. foto/hotline periksa fakta tirto
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Cerita Kita” (arsip) pada Minggu (01/03/2026). Dalam unggahan menampilkan gambar 4 tokoh pemimpin dunia, bagian bawah gambar menunjukkan Vladimir Putin, Xi Jinping, Ali Khamenei, dan Kim Jong Un berdiri bersama.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“China memperingatkan Amerika Serikat soal Iran, China mengatakan akan melindungi Iran jika AS menyerangnya,” begitu narasi tertulis dalam gambar pada unggahan tersebut.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam keterangan unggahan dituliskan, menurut BRICS News, ini adalah langkah berani yang menantang "SANG NAGA", Serta upaya menggalang solidaritas BRICS di tengah bayang-bayang badai konflik global yang kian mendekat, sekaligus mempertahankan Poros dunia multipolar dari dominasi unipolar.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (05/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 13 ribu likes, 900 komentar, dan 196 kali dibagikan. Kolom komentar terbagi dua, sebagian masyarakat mempercayai informasi tersebut, dan yang lainnya menyebutkan bahwa China hanya membantu Iran.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Threads “bogoyunior” (arsip) pada Selasa (03/03/2026). Unggahan tersebut memiliki klaim serupa yaitu China memberikan peringatan keras kepada AS, menyatakan kesiapannya untuk melindungi Iran jika Amerika Serikat melakukan serangan. Pengunggah juga menambahkan gambar kobaran api akibat ledakan dengan keterangan “Iran menghancurkan pangkalan udara AS di Riyadh, Arab Saudi”.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim yang menyebutkan China akan lindungi Iran jika AS menyerang?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Video Viral Eks Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Masih Hidup
Periksa Fakta China Akan Bantu Iran. foto/hotline periksa fakta tirto
HASIL CEK FAKTA
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarahkan kami pada laporan YouTube Kompas.Dalam laporan tersebut di menit 4:06, Nicole Grajewski, Peneliti di Carnegie Endowment for International Peace, menyatakan bahwa China mendukung Iran secara diplomatik dan terfokus pada bidang ekonomi. Adapun gambar tersebut terlihat seperti rekayasa digital atau hasil edit karena mereka tidak pernah melakukan sesi foto bersama dalam formasi seperti itu.
“Hubungan Iran dengan China terutama lebih berfokus pada ekonomi. China merupakan salah satu investor terbesar dalam investasi asing langsung di Iran. Mereka memiliki cukup banyak investasi di pelabuhan-pelabuhan Iran,” begitu menurut Nicole Grajewski dalam laporan Kompas.
Lebih lanjut, laporan tersebut juga menyatakan bahwa China melalui Fu Cong, perwakilannya untuk PBB mengutuk keras serangan AS terhadap Iran dan pengeboman fasilitas nuklir di bawah perlindungan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
“Masyarakat internasional harus menegakkan keadilan dan melakukan upaya konkret untuk mendinginkan situasi dan memulihkan perdamaian dan stabilitas,” begitu keterangan Fu Cong.
Namun, terkait dukungan militer China terhadap Iran masih belum ada keterangan jelas. Adapun laporan terkait adanya pesawat angkut China terbang ke Teheran masih belum terkonfirmasi.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “China akan lindungi Iran jika AS menyerang” di mesin pencarian Google. Hasilnya, mengarah pada laman CNBC Indonesia “China Bela Iran, Sebut Punya Hak Lawan Perang AS-Israel”. Di situ, Menteri Luar Negeri China Wang Yi, menyatakan sikap China secara terbuka dengan menyatakan dukungannya kepada Iran untuk membela kedaulatan dan hak bela diri di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin (02/03/2026), Wang menegaskan bahwa Beijing mendukung Teheran dalam membela diri dari serangan Amerika dan Israel. Wang juga menegaskan bahwa China telah mendesak AS dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer guna mencegah konflik meluas di kawasan.
"China menghargai persahabatan tradisional antara China dan Iran, mendukung Iran dalam membela kedaulatan, keamanan, integritas teritorial, dan martabat nasionalnya, serta mendukung Iran dalam melindungi hak dan kepentingannya yang sah," begitu keterangan Wang, dikutip media pemerintah China, CCTV, Selasa (3/3/2026).
Tirto, dalam artikel "Daftar Sekutu Iran & Sikap Mereka Terhadap Serangan AS-Israel" melaporkan bahwa Pemerintah China saat ini memilih untuk tidak ikut dalam peperangan di kawasan Teluk.
Meski China dan Iran memiliki hubungan kemitraan strategis yang telah berkembang selama bertahun‑tahun, Beijing memilih untuk tidak memberikan dukungan militer kepada Iran setelah serangan besar yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Sikap ini mencerminkan batasan nyata dalam hubungan kedua negara, di mana dukungan China lebih bersifat diplomatik dan politis, bukan bermotif aliansi pertahanan atau keterlibatan militer langsung.
Dalam konflik ini, China mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya pelanggaran terhadap kedaulatan dan hukum internasional, serta menyerukan penghentian operasi militer dan solusi melalui dialog, namun tidak mengirimkan senjata, pasukan, atau bentuk dukungan militer yang bisa memperluas konflik secara langsung.
“China menyerukan penghentian segera operasi militer untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan hilangnya kendali atas konflik,” ujar Menteri Luar Negeri China Wang Yi kepada Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Analis menekankan bahwa memberikan bantuan militer langsung kepada Iran akan sangat berisiko dan berpotensi merusak hubungan China-AS, mengancam stabilitas global, serta bertentangan dengan kepentingan ekonomi China.
Senada dengan hal tersebut, dalam rilis Sindonews International, China Membantah Memberikan Dukungan Militer kepada Iran dan hanya mengutuk AS dan Israel. China hanya memberikan dukungan politik dan ekonomi, serta berpendapat bahwa nuklir harus diselesaikan dengan jalur politik dan diplomatik.
China tidak pernah menyatakan ataupun bersumpah akan melindungi Iran. China terus menyerukan gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan. Kementerian Luar Negeri China juga membantah memasok senjata atau membantu Iran secara militer. Dikatakan, bahwa dukungannya hanya sebatas dukungan politik dan moral.
Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (05/03/2026), tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim bahwa China menyatakan ataupun bersumpah akan melindungi Iran jika Amerika Serikat menyerangnya.
Baca juga:Daftar Sekutu Iran & Sikap Mereka Terhadap Serangan AS-Israel
“Hubungan Iran dengan China terutama lebih berfokus pada ekonomi. China merupakan salah satu investor terbesar dalam investasi asing langsung di Iran. Mereka memiliki cukup banyak investasi di pelabuhan-pelabuhan Iran,” begitu menurut Nicole Grajewski dalam laporan Kompas.
Lebih lanjut, laporan tersebut juga menyatakan bahwa China melalui Fu Cong, perwakilannya untuk PBB mengutuk keras serangan AS terhadap Iran dan pengeboman fasilitas nuklir di bawah perlindungan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
“Masyarakat internasional harus menegakkan keadilan dan melakukan upaya konkret untuk mendinginkan situasi dan memulihkan perdamaian dan stabilitas,” begitu keterangan Fu Cong.
Namun, terkait dukungan militer China terhadap Iran masih belum ada keterangan jelas. Adapun laporan terkait adanya pesawat angkut China terbang ke Teheran masih belum terkonfirmasi.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “China akan lindungi Iran jika AS menyerang” di mesin pencarian Google. Hasilnya, mengarah pada laman CNBC Indonesia “China Bela Iran, Sebut Punya Hak Lawan Perang AS-Israel”. Di situ, Menteri Luar Negeri China Wang Yi, menyatakan sikap China secara terbuka dengan menyatakan dukungannya kepada Iran untuk membela kedaulatan dan hak bela diri di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin (02/03/2026), Wang menegaskan bahwa Beijing mendukung Teheran dalam membela diri dari serangan Amerika dan Israel. Wang juga menegaskan bahwa China telah mendesak AS dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer guna mencegah konflik meluas di kawasan.
"China menghargai persahabatan tradisional antara China dan Iran, mendukung Iran dalam membela kedaulatan, keamanan, integritas teritorial, dan martabat nasionalnya, serta mendukung Iran dalam melindungi hak dan kepentingannya yang sah," begitu keterangan Wang, dikutip media pemerintah China, CCTV, Selasa (3/3/2026).
Tirto, dalam artikel "Daftar Sekutu Iran & Sikap Mereka Terhadap Serangan AS-Israel" melaporkan bahwa Pemerintah China saat ini memilih untuk tidak ikut dalam peperangan di kawasan Teluk.
Meski China dan Iran memiliki hubungan kemitraan strategis yang telah berkembang selama bertahun‑tahun, Beijing memilih untuk tidak memberikan dukungan militer kepada Iran setelah serangan besar yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Sikap ini mencerminkan batasan nyata dalam hubungan kedua negara, di mana dukungan China lebih bersifat diplomatik dan politis, bukan bermotif aliansi pertahanan atau keterlibatan militer langsung.
Dalam konflik ini, China mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya pelanggaran terhadap kedaulatan dan hukum internasional, serta menyerukan penghentian operasi militer dan solusi melalui dialog, namun tidak mengirimkan senjata, pasukan, atau bentuk dukungan militer yang bisa memperluas konflik secara langsung.
“China menyerukan penghentian segera operasi militer untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan hilangnya kendali atas konflik,” ujar Menteri Luar Negeri China Wang Yi kepada Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Analis menekankan bahwa memberikan bantuan militer langsung kepada Iran akan sangat berisiko dan berpotensi merusak hubungan China-AS, mengancam stabilitas global, serta bertentangan dengan kepentingan ekonomi China.
Senada dengan hal tersebut, dalam rilis Sindonews International, China Membantah Memberikan Dukungan Militer kepada Iran dan hanya mengutuk AS dan Israel. China hanya memberikan dukungan politik dan ekonomi, serta berpendapat bahwa nuklir harus diselesaikan dengan jalur politik dan diplomatik.
China tidak pernah menyatakan ataupun bersumpah akan melindungi Iran. China terus menyerukan gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan. Kementerian Luar Negeri China juga membantah memasok senjata atau membantu Iran secara militer. Dikatakan, bahwa dukungannya hanya sebatas dukungan politik dan moral.
Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (05/03/2026), tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim bahwa China menyatakan ataupun bersumpah akan melindungi Iran jika Amerika Serikat menyerangnya.
Baca juga:Daftar Sekutu Iran & Sikap Mereka Terhadap Serangan AS-Israel
KESIMPULAN
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa China akan lindungi Iran jika AS menyerangnya adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menegaskan bahwa Beijing mendukung Iran dalam membela kedaulatan, keamanan, dan martabat nasionalnya. China mendukung Iran secara ekonomi, utamanya sebagai salah satu investor terbesar di Iran dan mengecam serangan AS terhadap Iran secara diplomatik. China mendesak AS dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer guna mencegah konflik meluas.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menegaskan bahwa Beijing mendukung Iran dalam membela kedaulatan, keamanan, dan martabat nasionalnya. China mendukung Iran secara ekonomi, utamanya sebagai salah satu investor terbesar di Iran dan mengecam serangan AS terhadap Iran secara diplomatik. China mendesak AS dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer guna mencegah konflik meluas.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2271__znnid=318__cb=813efc454b__oadest=
https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2271__znnid=319__cb=f656a88f10__oadest=
https://www.threads.com/@bogoyunior/post/DVVm483j2sW/media
https://tirto.id/video-viral-eks-presiden-iran-mahmoud-ahmadinejad-masih-hidup-hr6l
https://www.youtube.com/watch?v=LVe074CHNsk
https://tirto.id/daftar-sekutu-iran-tindakan-mereka-terhadap-serangan-as-israel-hr36
Publish date : 2026-03-06

