Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Hoaks, Perundingan AS-Iran Gagal Warga Israel Mengungsi
    CekFakta

    Hoaks, Perundingan AS-Iran Gagal Warga Israel Mengungsi

    Jane DoePublish date2026-04-18
    Tirto.id
    Share
    Facebook

    Berita

    tirto.id - Sebuah video beredar di media sosial Facebook mengklaim warga Israel mengungsi ke luar wilayah setelah terjadi perundingan dengan Iran. Dalam unggahan disebutkan warga Israel ketakutan akan serangan rudal Iran dan kemungkinan akan disusul rudal Turki.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Akar Rumput” (arsip) pada Rabu (15/04/2026). Unggahan video berdurasi 26 detik tersebut menampilkan kerumunan massa yang berkumpul di jalan dan beberapa mobil berjajar di tengah jalan tersebut.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “UPDATE💥ribuan warga Israel mengungsi ke luar wilayah lain setelah perundingan dgn Iran gagal mereka ketakutan akan serangan rudal iran dan kemungkinan di tambah rudal turki setelah turki menyatakan perang dng Israel,” begitu keterangan dalam unggahan video.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (17/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 7 likes, 31 komentar, 32 dibagikan, dan 1,6 ribu kali ditayangkan.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook bernama “Moslem Cyber Army 8 Reborn Again.” Video tersebut menampilkan cuplikan yang sama terkait warga Iran yang mengungsi. Namun, pada video tersebut dituliskan alasan warga Iran mengungsi karena gagalnya negosiasi antara Amerika dan Iran, tidak dikatakan karena rudal.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Update Perang Iran Terkini: Trump Klaim Iran Setuju Beri Nuklir

    Periksa Fakta Ribuan Warga Israel Mengungsi. foto/hotline periksa fakta tirto

    HASIL CEK FAKTA

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari klip video asli yang digunakan untuk klaim tersebut menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) di Google Lens.

    Hasil penelusuran mengarah pada laman “Agence France-Presse (AFP)” yang menyatakan bahwa video serupa pernah diklaim sebagai aksi protes akibat penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, yang juga merupakan rival politik Presiden Recep Tayyip Erdogan. Aksi tersebut diklaim memicu gelombang demonstrasi di Turki pada bulan Maret 2025. Namun, video asli menunjukkan massa memadati sebuah jalan, yaitu penyambutan Paus Fransiskus di Timor-Leste pada September 2024.

    Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “warga Israel mengungsi karena perundingan AS-Iran gagal.” Hasilnya, BBC Indonesia menuliskan bahwa perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Presiden AS, JD Vance saat menemui Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selama pertemuan mereka pada 11 April 2026 di Islamabad, Pakistan.

    “Kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan Iran, itu kabar baiknya. Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan menurut saya ini adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk daripada bagi AS,” begitu keterangan Vance dalam konferensi pers, Minggu (12/04).

    Dalam rilis Kompas, perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan dilakukan pada Sabtu (11/4/2026). Pertemuan tersebut memang gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang setelah berlangsungnya perundingan selama lebih dari 21 jam. Kemudian, di media sosial muncul sebuah video yang diklaim menampilkan ribuan warga Israel mengungsi usai gagalnya negosiasi AS dengan Iran untuk mengakhiri perang.

    Namun, sampai artikel ini ditulis, tidak ditemukan media kredibel yang membenarkan klaim tersebut. Dengan demikian, video yang beredar yang mengklaim warga Israel mengungsi karena gagalnya perundingan AS-Iran dan takut akan serangan rudal adalah tidak benar dan tidak didukung fakta ilmiah.

    Dalam rangkuman Tirto “Rangkuman Perundingan Iran dan Amerika di Pakistan yang Gagal”, setelah sepakat untuk melakukan gencatan senjata atau ceasefire selama dua minggu, AS dan Iran melanjutkan ke tahapan selanjutnya, yakni perundingan perdamaian.

    Kedua pihak bertemu di Islamabad pada akhir pekan lalu. Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS, sedangkan delegasi Iran dipimpin oleh Mohammad Bagher Qalibaf yang merupakan Ketua Parlemen Iran.

    Adapun Perundingan AS-Iran di Pakistan yang gagal tersebut membahas terkait hal-hal berikut:

    Negosiasi program nuklir Iran namun ditolak Iran.Redlines dari Iran yaitu tuntutan yang mencakup kompensasi atas kerusakan akibat serangan AS dan Israel, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian serangan Israel di wilayah seperti Lebanon.Negosiasi gencatan senjata yang masih belum jelas akan dihentikan sementara, atau konflik ini akan diperpanjang dan memicu kembali eskalasi konflik.Kapal Amerika Serikat tetap melakukan operasi di Selat Hormuz.Perbedaan poin utama dalam proposal AS-Iran: AS membawa proposal 15 poin dengan fokus utama pada pengendalian nuklir Iran dan juga pembukaan kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran membawa 10 poin proposal yang berfokus pada penghentian perang secara permanen dan penguasaan Selat Hormuz.

    Tirto

    Tentang Katolik

    Video tersebut diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024. Menurut informasi dari Vatikan, lebih dari 600.000 orang atau hampir setengah dari total penduduk negara dengan mayoritas penganut Katolik tersebut menghadiri misa. Dengan demikian, video yang beredar bukan terkait warga Israel yang mengungsi, melainkan kerumunan massa yang mengadakan misa bersama Paus Fransiskus di ibu kota Timor-Leste, Dili.

    Baca juga:Inggris Kukuh Tolak Gabung AS di Perang Iran Meski Ditekan Trump

    KESIMPULAN

    Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa warga Israel mengungsi karena gagalnya perundingan AS-Iran adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video asli diambil ketika Paus Fransiskus mengadakan misa bersama di ibu kota Timor-Leste, Dili, pada 10 September 2024.

    Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan, yang dilakukan pada Sabtu (11/4/2026) memang mengalami kegagalan. Namun warga Israel tidak sampai mengungsi dan meninggalkan wilayahnya.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/reel/1343941870948350

    https://archive.today/x6czE

    https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=318__cb=b2892c2356__oadest=

    https://https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april

    https://aurum.tirto.id/gold/ck.php?oaparams=2__bnnid=2286__znnid=319__cb=5fe0777863__oadest=

    https://https%3A%2F%2Fdaihatsu.co.id%2Fproduct%2Frocky-hybrid%2F%3Futm_source%3Dprogrammatic%26utm_medium%3Dtirto%26utm_campaign%3Ddaihatsu_april%26utm_id%3Ddaihatsu_april

    https://www.facebook.com/reel/1235866688324767

    https://tirto.id/update-perang-iran-terkini-trump-klaim-iran-setuju-beri-nuklir-huuo

    https://periksafakta.afp.com/doc.afp.com.37VX49D

    https://www.bbc.com/indonesia/articles/c747vmz0w4wo

    https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/04/16/122100882/-hoaks-ribuan-warga-israel-mengungsi-usai-negoisasi-as-iran-gagal

    https://tirto.id/rangkuman-perundingan-iran-dan-amerika-di-pakistan-yang-gagal-hubW

    https://www.facebook.com/reel/494921640028110

    https://tirto.id/inggris-kukuh-tolak-gabung-as-di-perang-iran-meski-ditekan-trump-huqH

    Publish date : 2026-04-18

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.