Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Tidak Benar, Vaksin BCG dan DPT mengandung Virus Campak
    CekFakta

    Tidak Benar, Vaksin BCG dan DPT mengandung Virus Campak

    Jane DoePublish date2026-03-25
    Tirto.id
    Share
    Facebook

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial yang menyebut vaksin yang diberikan kepada bayi baru lahir justru menjadi penyebab anak terkena penyakit campak di kemudian hari. Unggahan tersebut mengaitkan vaksin BCG dan DPT dengan klaim bahwa virus campak telah dimasukkan ke dalam tubuh bayi sejak lahir melalui program imunisasi.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Facebook bernama @Jefri Papahnya Aqiela (arsip) pada Sabtu (07/03/2026). Dalam unggahan itu, pengunggah menyebut bahwa bayi yang menerima vaksin BCG atau DPT pada akhirnya akan terkena campak meskipun tidak melakukan kontak dengan penderita penyakit tersebut.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Semua anak anak yang baru lahir lalu disuntik vaksin BCG rekombinant atau DPT mRNA pada akhirnya akan kena campak walaupun anak itu tidak berkontak fisik dengan orang lain atau tidak berkontak fisik dengan orang yang kena campak. Mengapa? Karena virus campak nya sudah dimasukkan pada saat baru lahir melalui suntikan vaksin BCG,” tulis pengunggah.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Baca juga:Benarkah Vaksin Tetanus Terbuat dari Daging Busuk?Salah, Klaim 74% Kematian Disebabkan oleh Vaksin COVID-19

    Selain itu, unggahan tersebut juga menyebut bahwa virus campak telah dimasukkan ke dalam tubuh bayi melalui vaksin. Pengunggah juga mengklaim bahwa virus dalam vaksin yang disebut “inactive” sebenarnya dapat aktif kembali di dalam tubuh manusia melalui sesuatu yang disebut sebagai “keygen” atau kode genetika tubuh.

    ADVERTISEMENT

    Hingga Rabu (11/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 133 tanda reaksi, 154 komentar dan 76 kali dibagikan.

    Lantas, benarkah vaksin BCG atau DPT mengandung virus campak dan dapat menyebabkan anak yang divaksinasi pada akhirnya pasti terkena campak seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut?

    HASIL CEK FAKTA

    Untuk menelusuri kebenaran klaim tersebut, Tim Periksa Fakta Tirto mewawancarai dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes, AIFO-K, CBP.Med, Akp, yang menjelaskan bahwa informasi tentang vaksin BCG dan DPT mengandung virus campak tidak benar.

    Dr. Wilson menjelaskan bahwa vaksin BCG digunakan untuk mencegah tuberculosis dan mengandung bakteri hidup yang dilemahkan dari Mycobacterium bovis. Vaksin ini tidak mengandung virus apa pun, termasuk virus campak. Sementara itu, vaksin DPT diberikan untuk melindungi dari difteri, pertusis, dan tetanus. Vaksin ini berisi toksoid difteri, toksoid tetanus, serta komponen bakteri pertusis, dan juga tidak mengandung virus campak.

    Baca juga:Keragu-Raguan Vaksin di Tengah Arus Disinformasi Digital

    “DPT juga bukan vaksin mRNA. Teknologi mRNA digunakan pada beberapa vaksin COVID‑19, bukan pada DPT,” jelas dr. Wilson.

    Virus campak hanya terdapat pada vaksin khusus yaitu MMR vaccine yang fungsinya melindungi dari Measles, Mumps, dan Rubella. Dengan demikian, klaim bahwa bayi sudah “dimasukkan” virus campak melalui vaksin BCG atau DPT sejak lahir adalah tidak berdasar.

    Selain itu, klaim yang menyebut bahwa virus dalam vaksin bisa aktif kembali melalui “kode genetik manusia” juga salah secara ilmiah, menurut dr. Wilson pernyataan ini tidak sesuai dengan mekanisme biologis vaksin.

    Ia menjelaskan, bahwa vaksin campak memang memiliki virus yang dilemahkan, namun virus tersebut tidak dapat berubah menjadi virulen kembali melalui “kode genetik manusia”. Gen manusia tidak dapat mengaktifkan virus yang ada di dalam vaksin menjadi virus penyakit.

    Untuk vaksin berbasis mRNA, mekanismenya berbeda. mRNA hanya berfungsi sebagai instruksi sementara untuk membuat protein antigen. mRNA tidak masuk ke inti sel dan tidak mengubah DNA manusia, dan setelah digunakan akan cepat dihancurkan oleh enzim sel. Jadi klaim tentang “aktivasi virus oleh kode genetika manusia” tidak memiliki dasar ilmiah.

    Mengenai kemungkinan penularan campak, dr. Wilson menjelaskan bahwa penyakit ini tidak ada hubungannya dengan vaksin DPT. Campak menyebar melalui droplet pernapasan, aerosol, atau kontak dengan sekret saluran napas penderita. Namun, orang yang tidak divaksin campak (MMR) memang lebih rentan tertular dan menularkan virus jika terinfeksi.

    Dengan demikian, klaim dalam unggahan bahwa bayi yang menerima vaksin BCG atau DPT akan terkena campak adalah tidak benar. Vaksin yang diberikan kepada bayi justru melindungi mereka dari penyakit serius, bukan menimbulkan risiko campak.

    KESIMPULAN

    Dengan demikian, klaim yang menyebut bayi yang menerima vaksin BCG atau DPT pasti akan terkena campak karena virus campak sudah dimasukkan melalui vaksin adalah salah dan menyesatkan (False and Misleading).

    Baca juga:Menkes Kirim Tim Pelajari Temuan Vaksin Kanker di Rusia

    Melalui wawancara dengan dr. Wilson, telah diketahui bahwa vaksin BCG dan DPT tidak mengandung virus campak dan tidak dapat menimbulkan campak. Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah atau medis yang mendukung klaim bahwa vaksin tersebut menyebabkan anak terinfeksi campak.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/share/p/18F8KuXmMy/

    https://archive.today/h8v65

    https://tirto.id/benarkah-vaksin-tetanus-terbuat-dari-daging-busuk-hlGC

    https://tirto.id/salah-klaim-74-kematian-disebabkan-oleh-vaksin-covid-19-hkwF

    https://tirto.id/keragu-raguan-vaksin-di-tengah-arus-disinformasi-digital-hhTV

    https://tirto.id/menkes-kirim-tim-pelajari-temuan-vaksin-kanker-di-rusia-hhwr

    Publish date : 2026-03-25

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.