Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Foto “Remaja ini Tebas Leher Ayahnya karena Sakit Hati Adik Dihamili 3 Bulan dan Ibunya Disiram Minyak Panas”
    Misleading Content

    [SALAH] Foto “Remaja ini Tebas Leher Ayahnya karena Sakit Hati Adik Dihamili 3 Bulan dan Ibunya Disiram Minyak Panas”

    Jane DoePublish date2022-05-23
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar artikel berjudul “Sakit Hati Adik Dihamili 3 Bulan dan Ibunya Disiram Minyak Panas, Remaja ini Tebas Leher Ayahnya” yang terbit di situs liputanhariantv[dot]my.id pada 21 Mei 2022. Artikel ini juga memuat foto seseorang yang mengenakan baju tahanan dengan penutup wajah.

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto seseorang yang mengenakan baju tahanan dengan penutup wajah yang dimuat di artikel berjudul “Sakit Hati Adik Dihamili 3 Bulan dan Ibunya Disiram Minyak Panas, Remaja ini Tebas Leher Ayahnya” merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya bukan ayahnya. Remaja di foto berinisial MWR (18) ini ditangkap karena telah membunuh bos togel di Pasuruan bernama Yasin Fadilah (50) pada 16 Desember 2019 karena dendam akibat korban sering memperkosa ibunya.

    Foto yang sama dimuat di artikel berjudul “Pelajar Nekat Bunuh Bos Togel di Pasuruan, Pelaku: Ibu Saya Diperkosa Pak” yang terbit di situs jatim.inews.id pada 19 Desember 2019.

    Dilansir dari artikel ini, seorang pelajar Sekolah Menengah Akhir (SMA) berinisial MWR (18) ditangkap Tim Buru Sergap (Buser) Satuan Reserse Kriminal Polres Pasuruan. Dia ditangkap karena membunuh bos judi toto gelap (togel) di Pasuruan bernama Yasin Fadilah (50). Kapolres Pasuruan AKBP Rofik Ripto Himawan mengatakan, pelaku merupakan tetangga korban yang tinggal di Dusun Gempol Kisik, Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui jika nekat membunuh korban karena dendam.

    Sementara itu, di hadapan wartawan dan AKBP Rofik, pelaku MWR mengaku dendam dengan Yasin karena kerap memperkosa ibunya. Menurutnya, korban selalu memaksa ibunya untuk melayani nafsu bejat korban. Padahal, ibu pelaku mempunyai suami sah dan mempunyai empat anak yang salah satunya pelaku.

    Seperti diketahui, Yasin Fadilah bos judi togel di Dusun Gempol Kisik, Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur ditemukan tewas dengan luka tusuk, Senin (16/12/2019).

    Korban ditusuk saat pulang dari rumah tetangganya. Saat itu, korban pulang dengan jalan kaki menuju rumahnya di Kampung Industri Pabrik Dusun Gempol Kisik, Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Tiba-tiba ada orang tak dikenal memepet korban dan mengeluarkan pisau ukuran panjang dan menusukan ke perut sebelah kiri di tengah jalan kampung. Dengan pisau yang masih menancap di perut, korban berusaha mengejar pelaku namun pelaku tak tertangkap.

    Tetangga korban yang melihat hal ini langsung melarikan korban ke RS Pusdik Gasum Polri, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Meski mendapat perawatan, korban akhirnya meninggal dunia.

    KESIMPULAN

    BUKAN ayahnya. Remaja di foto berinisial MWR (18) ini ditangkap karena telah membunuh bos togel di Pasuruan bernama Yasin Fadilah (50) pada 16 Desember 2019 karena dendam akibat korban sering memperkosa ibunya.

    Rujukan

    https://jatim.inews.id/berita/pelajar-nekat-bunuh-bos-togel-di-pasuruan-pelaku-ibu-saya-diperkosa-pak

    Publish date : 2022-05-23

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.