Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] “GERD menekan jantung hingga tidak berfungsi”
    Misleading Content

    [SALAH] “GERD menekan jantung hingga tidak berfungsi”

    Jane DoePublish date2022-05-05
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Facebook Imam Santoso (fb.com/imam.santoso.7777) pada 18 Februari 2020 mengunggah foto artis Bunga Citra Lestari dengan potongan narasi sebagai berikut:

    “Suami BCL katanya meninggal karena serangan jantung, dalam usia 40 tahun. Ada teman dokter yang bilang kemungkinan karene GERD yang menekan jantung hingga tidak berfungsi.”

    Postingan ini sampai saat ini sudah dibagikan hingga lebih dari 75 ribu kali. Narasi selengkapnya di bit.ly/3sdbQLg

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair meninggal karena serangan jantung yang disebabkan penyakit asam lambung (GERD) yang menekan jantung hingga tidak berfungsi merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, Spesialis Penyakit Dalam Prof Dr dr H Ari Fahrial Syam dan Spesialis Jantung, dr Vito A Damay, menyebut penyakit asam lambung (GERED) dan serangan jantung tidak memiliki hubungan sama sekali dan GERD tidak bisa menyebabkan langsung terjadinya kematian.

    Klaim ini sudah pernah diperiksa faktanya di artikel berjudul [SALAH] “Ashraf Sinclair meninggal kemungkinan karena GERD yang menekan jantung hingga tidak berfungsi” yang terbit di situs turnbackhoax.id pada 20 Februari 2020.

    Dilansir dari artikel ini, diagnosa rumah sakit menyatakan bahwa Ashraf Sinclar meninggal memang karena mengalami serangan jantung. Namun pesan berantai yang sama pernah dibagikan sebelum Ashraf Sinclair meninggal pada 18 Februari 2020. Pesan berantai itu dibagikan oleh akun Facebook Chorina Fabio pada 21 Mei 2019.

    Setelah pesan berantai itu dibaca secara menyeluruh, isinya memang sama persis dengan isi pesan berantai yang beredar saat ini. Bedanya, dalam pesan berantai yang dibagikan ini, terdapat tambahan kalimat di bagian depan yang berbunyi “Suami BCL katanya meninggal karena serangan jantung, dalam usia 40 tahun”. Selain pernah beredar pada 2019, isi pesan berantai tersebut pernah dimuat dalam bentuk artikel yang dimuat oleh situs Netralnews pada 26 Januari 2018. Artikel itu terkait dengan meninggalnya Ryan Thamrin, dokter yang memandu acara televisi Dr OZ Indonesia.

    Artikel itu pun mengutip penjelasan dari seorang dokter yang bernama Imam Susilo. Detikcom pernah melakukan penelusuran lewat situs KKI atau Konsil Kedokteran Indonesia. Ditemukan, ada 2 dokter dengan nama tersebut. Namun salah satu di antaranya memastikan bahwa dirinya bukan penulis pesan berantai itu, terlebih karena bidang yang ia dalami adalah patologi anatomi. “Sepertinya kok bukan saya ya,” ujar dr Imam Susilo SpPA(K) beberapa waktu lalu.

    Sedangkan untuk kaitan antara GERD dan serangan jantung, spesialis jantung dari RS Siloam Karawaci, dr Vito A Damay, menyebut keduanya tidak memiliki hubungan sama sekali.

    “Jadi, GERD tidak menyebabkan serangan jantung apalagi menekan jantung hingga tidak berfungsi,” katanya kepada detikcom, Rabu (19/2/2020).

    Disebutkan pula bahwa asam lambung tidak menyebabkan penyakit jantung. Namun yang kerap terjadi adalah serangan jantung yang mengenai bagian bawah jantung seringkali dirasakan nyeri uluhati yang mirip dengan GERD.

    “Sehingga sering disalah artikan sakit maag lalu berujung meninggal. Padahal mungkin itu serangan jantung,” pungkas dr Vito.

    Okezone mengonfirmasi langsung kepada Spesialis Penyakit Dalam Prof Dr dr H Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP. Dengan tegas, Prof Ari menyatakan itu adalah hoax.

    “Itu kabar hoax,” tegasnya melalui pesan singkat, Rabu (19/2/2020).

    Prof Ari menyesalkan adanya informasi tersebut. Dia menegaskan, GERD tidak bisa menyebabkan langsung terjadinya kematian. Sekali pun GERD bisa menyebabkan komplikasi pada paru-paru.

    “Rasa panas di dada seperti terbakar itu memang terjadi pada pasien GERD. Tapi ini tidak ada kaitannya dengan masalah jantung,” tambahnya. GERD bisa digolongkan ke dalam penyakit kronis. Jika tidak ditangani dengan tepat, GERD bisa mengakibatkan gangguan paru-paru.

    Ari juga menjelaskan bahwa pasien GERD bisa mengalami serangan cemas atau stres sehingga dapat menjadi pemicu serangan jantung. Meski tak berbahaya, Ari menyebut bahwa GERD membuat kualitas hidup para penderitanya menurun. GERD yang kerap muncul tiba-tiba dapat terjadi saat sedang tidur atau di tengah-tengah pekerjaan.

    KESIMPULAN

    Spesialis Penyakit Dalam Prof Dr dr H Ari Fahrial Syam dan Spesialis Jantung, dr Vito A Damay, menyebut GERD (penyakit asam lambung) dan serangan jantung tidak memiliki hubungan sama sekali dan GERD tidak bisa menyebabkan langsung terjadinya kematian.

    Rujukan

    https://turnbackhoax.id/2020/02/20/salah-ashraf-sinclair-meninggal-kemungkinan-karena-gerd-yang-menekan-jantung-hingga-tidak-berfungsi/

    https://lifestyle.okezone.com/read/2020/02/19/481/2170931/gerd-tidak-sebabkan-penyakit-jantung-apalagi-kematian-mendadak?page

    https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4905254/viral-spekulasi-ashraf-sinclair-meninggal-karena-gerd-ini-faktanya

    https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200108121341-255-463438/gerd-tak-sebabkan-kematian

    Publish date : 2022-05-05

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.