Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Anak-anak Diekspor ke Thailand untuk Diambil Organnya
    CekFakta

    Keliru, Anak-anak Diekspor ke Thailand untuk Diambil Organnya

    Jane DoePublish date2022-03-15
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sebuah narasi dengan klaim tiga anak disuntik dengan zat bius di dalam truk pengangkut ayam untuk diekspor ke Thailand dan akan diambil organnya, beredar di Facebook 14 Maret 2022. Unggahan ini memuat foto sebuah truk dan tiga foto yang menunjukkan seorang anak diikat di dalam kardus. 
    Peristiwa itu diklaim terjadi di Bukit Kayu Hitam, saat polisi menahan sebuah truk pengangkut ayam. “Ternyata di atas truk tersebut ada 6 anak-anak, 3 dari mereka tidak bisa berbicara lagi. Mereka disuntik dgn zat bius dan akan diekspor ke Thailand, di mana mereka akan dibunuh untuk diambil organnya.”
    Narasi berikutnya menyebut bahwa anak-anak itu akan dikemas dalam kotak dan diletakkan di tengah truk yang membawa ayam. 
    Tangkapan layar unggahan foto dengan klaim anak-anak diekspor ke Thailand untuk diambil organnya

    HASIL CEK FAKTA


    Hasil pemeriksaan fakta Tempo menunjukkan bahwa foto anak dalam kardus itu bukan untuk diekspor ke Thailand untuk diambil organnya. Anak dalam foto itu adalah korban pembunuhan di Kalideres, Jakarta pada 2015 silam. 
    Dengan menggunakan reverse image tools milik Yandex dan Tineye, Tempo mendapatkan bahwa foto anak dalam kardus tersebut muncul sejak 2015 hingga 2022 di berbagai media sosial sebagai misinformasi atau informasi yang keliru.
    Pada 2015, foto ini bahkan beredar di Facebook Vietnam seperti diulas oleh situs media setempat, Xahoi. Media ini menulis bahwa anak di dalam kardus ini adalah korban perdagangan anak dari Malaysia yang akan dijual ke Thailand. Bocah tersebut dibius oleh sekelompok orang dan diikat dan dimasukkan ke dalam kotak kardus bersama truk pengantar.
    Tempo mendapatkan petunjuk lewat media tersebut, bahwa kasus ini terjadi di Jakarta. Mayat bocah tersebut ditemukan pada Jumat (2 Oktober 2015) di Kalideres, Jakarta Barat, Indonesia. Identitas anak tersebut diidentifikasi sebagai Putri Nur Fauziah, anak ketiga dari pasangan Asep Saepuloh dan Ida Fitriyani. Putri diculik sepulang sekolah.
    Saat ditemukan, bocah tersebut sudah meninggal sekitar 4 jam. Tubuh Putri benar-benar telanjang, dengan banyak luka dan memar di tubuh, alat kelamin dan anus menunjukkan tanda-tanda penganiayaan. Polisi juga menemukan di dalam kotak beberapa pakaian yang diyakini milik anak tersebut.
    Tempo menelusuri arsip pemberitaan pada 2015 dan berita mengenai kasus ini banyak ditulis oleh media di Indonesia. 
    Situs Medcom.id menuliskan peristiwa mengenaskan itu pada 4 Oktober 2015 dengan judul Bocah Tewas dalam Kardus Dimakamkan, Ibu Sempat Pingsan. Berita ini menyebut bahwa korban bernama Putri Nur Fauziah, berusia 9 tahun. Ciri-ciri meninggalnya identik dengan foto yang tersebar.
    Kisah pembunuhan sadis itu juga ditulis Tempo.co pada 6 Oktober 2015 berjudul Detik-detik Sebelum Bocah Itu Dibunuh dalam Kardus

    KESIMPULAN


    Dari pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan unggahan dengan narasi tiga anak disuntik dengan zat bius di dalam truk pengangkut ayam untuk diekspor ke Thailand adalah keliru.
    TIM CEK FAKTA TEMPO 

    Rujukan

    https://www.facebook.com/photo.php?fbid=697038118324220&set=a.110009427027095&type=3

    https://xahoi.com.vn/cau-chuyen-phan-no-phia-sau-buc-anh-em-be-bi-troi-va-nhet-vao-thung-cac-tong-217355.html

    https://www.medcom.id/nasional/hukum/GNGwwYzN-bocah-tewas-dalam-kardus-dimakamkan-ibu-sempat-pingsan

    https://metro.tempo.co/read/706835/detik-detik-sebelum-bocah-itu-dibunuh-dalam-kardus/full&view=ok

    Publish date : 2022-03-15

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.