Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Menyesatkan, FDA sembunyikan dokumen vaksin Covid-19 Pfizer hingga 75 tahun
    CekFakta

    Menyesatkan, FDA sembunyikan dokumen vaksin Covid-19 Pfizer hingga 75 tahun

    Jane DoePublish date2022-03-09
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sebuah video berisi narasi bahwa otoritas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat (FDA) menyembunyikan dokumen terkait efek samping Pfizer dan menunda publikasinya 75 tahun mendatang, beredar di Twitter 7 Maret 2022. 
    Video berdurasi 1:15 menit itu berjudul: Dokumen Pfizer yang ingin disegel FDA selama 75 tahun, berisi kompilasi video yang menunjukkan bagian-bagian dokumen terkait vaksin Covid-19 milik perusahaan Pfizer, diiringi narator seorang pria. Narator tersebut mengatakan: “Di tengah peperangan Rusia-Ukraina, ternyata pada Rabu 1 Maret 2022, dokumen terkait vaksin Covid Pfizer dan efek sampingnya, yang sebelumnya tidak diperbolehkan untuk dipublikasikan kepada publik oleh FDA (BPOM Amerika) akhirnya dirilis. 
    Isi narasi juga menyinggung bahwa dokumen itu berisi efek samping Covid-19 Pfizer seperti menyebabkan herpes, tumor, diabetes, pneumonia, berbagai jenis autoimun, cedera liver, hati, gagal ginjal, jantung dan berbagai jenis masalah jantung, menopause dini, kelahiran prematur dan lain-lain. “Cek halaman 30-38 untuk mengecek daftar panjang efek samping Covid-19 pfizer. “
    Tangkapan layar cuitan dan unggahan dengan klaim FDA sembunyikan dokumen vaksin Covid-19 Pfizer hingga 75 tahun

    HASIL CEK FAKTA


    Klaim 1: FDA akan menutupi dokumen efek samping Pfizer selama 75 tahun
    Fakta: Kasus ini bermula dari sengketa permintaan informasi dari Kesehatan Masyarakat dan Profesional Medis kepada Pusat Layanan Pemohon FOIA di bawah Undang-undang Hak atas Informasi (FOIA). Mereka menuntut agar FDA merilis 300 ribu halaman data yang terkait dengan lisensi vaksin Covid-19 Pfizer. Pemerintah diharuskan untuk menanggapi permintaan ini, jumlah waktu yang diperlukan untuk memenuhi permintaan ini bervariasi tergantung pada jumlah dokumen yang diminta, backlog di lembaga yang menangani, dan kompleksitas dokumen yang terlibat.
    Dari tuntutan tersebut, FDA mengusulkan akan merilis 500 halaman setiap bulan sesuai standar. Jika usulan ini disetujui, artinya FDA akan membutuhkan waktu 50 tahun, atau hingga 2076 untuk menyelesaikan publikasi seluruh dokumen. 
    Pada tanggal 15 November 2021, kedua belah pihak yang bersengketa menyampaikan laporan bersama ke Pengadilan Distrik AS di Distrik Utara Texas. Jumlah dokumen yang diminta penggugat berkembang menjadi 450 ribu halaman, yang artinya FDA membutuhkan waktu 75 tahun untuk mempublikasikan seluruh dokumen.
    Pada 7 Januari 2022, Pengadilan Texas menyimpulkan bahwa permintaan FOIA ini sangat penting bagi publik dan memerintahkan agar FDA mempublikasikan dokumen tersebut dalam delapan bulan dengan sebanyak 55.000 halaman per bulan. Itu artinya waktu yang dibutuhkan lebih cepat 75 tahun dan empat bulan daripada yang dikatakan FDA untuk menyelesaikan publikasi seluruh dokumen.  Hakim federal menilai, dengan mempublikasikan informasi tersebut sesegera mungkin dapat membantu meredakan kekhawatiran para skeptis vaksin dan meyakinkan mereka bahwa produk tersebut aman.
    Sumber: 
    https://www.snopes.com/news/2021/11/19/fda-2076-vaccine-data/  
    https://www.reuters.com/legal/government/paramount-importance-judge-orders-fda-hasten-release-pfizer-vaccine-docs-2022-01-07/  
    Klaim 2: Dokumen berisi daftar efek samping vaksin Covid-19 Pfizer
    Dokumen yang muncul dalam video itu adalah bagian dari dokumen FDA yang diunggah di situs Kesehatan Masyarakat dan Profesional Medis, https://phmpt.org/ pada 17 November 2021, berjudul  5.3.6 Cumulative Analysis of Post-authorization Adverse Event Reports. Halaman 30 hingga 38 dokumen itu berisi lampiran kejadian khusus yang muncul setelah vaksin Covid-19 Pfizer. 
    Vaksin Covid-19 memang dapat menyebabkan efek samping pada penerimanya. FDA telah mengevaluasi dan menganalisis data keamanan dan keefektifan dari uji klinis yang dilakukan pada puluhan ribu peserta studi dan informasi manufaktur yang dikirimkan oleh Pfizer-BioNTech. FDA telah menetapkan bahwa totalitas data yang tersedia memberikan bukti yang jelas bahwa Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech mungkin efektif dalam mencegah COVID-19. Berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia, FDA menyimpulkan bahwa manfaat yang diketahui dan potensial dari seri utama dua dosis Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech lebih besar daripada risiko yang diketahui dan potensial untuk orang berusia 16 tahun ke atas.

    KESIMPULAN


    Dari pemeriksaan fakta di atas, video bernarasi bahwa otoritas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat (FDA) akan menyembunyikan dokumen terkait efek samping Pfizer hingga 75 tahun adalah menyesatkan. 
    Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan

    https://archive.ph/wufoe

    https://www.snopes.com/news/2021/11/19/fda-2076-vaccine-data/

    https://www.reuters.com/legal/government/paramount-importance-judge-orders-fda-hasten-release-pfizer-vaccine-docs-2022-01-07/

    https://phmpt.org/

    https://phmpt.org/pfizers-documents/

    https://www.fda.gov/emergency-preparedness-and-response/coronavirus-disease-2019-covid-19/pfizer-biontech-covid-19-vaccine-frequently-asked-questions#:~:text=Based%20on%20the%20totality%20of,of%20primary%20vaccination%20with%20the

    Publish date : 2022-03-09

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.