Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Vaksin Covid 19 Tidak Berguna, karena Bermutasi menjadi Ribuan Varian Covid Baru
    Misleading Content

    [SALAH] Vaksin Covid 19 Tidak Berguna, karena Bermutasi menjadi Ribuan Varian Covid Baru

    Jane DoePublish date2022-02-28
    Share
    Facebook

    Berita

    Mohon yg sdh divaksin baca betul informasi ini, berita dari Univ. Brawijaya…….
    Ya JAGA DIRI agar IMUNITAS tubuh kita tetap TINGGI Hanya dg cara ini kita bisa tahan thd serangan Virus Covid-19 yg menempel pada tubuh kita. Prof. Sutiman Bambang Sumitro adalah seorang peneliti handal yg dimiliki oleh Universitas Brawijaya Malang. Beliau telah meluluskan lebih dari 60 Doktor dlm Bidang Mikrobiologi, reputasinya di Indonesia sdh tdk diragukan lagi. Kemarin, dlm pertemuan di Rektorat UNIBRAW, Malang. Beliau mengatakan bhw Vaksin Virus Covid-19 nyaris tdk ada gunanya. Saya kaget. Apa pasalnya kok Vaksin menjadi tdk berguna? Ternyata inilah penyebabnya: Vaksin Covid-19 itu telah bermutasi menjadi ribuan varian Covid-19 baru di seluruh dunia. Beliau bersama anaknya yg ahli IT mengumpulkan data tsb dari seluruh dunia. Di Indonesia sendiri telah ditemukan ratusan varian Covid-19.
    Vaksin rektorat unibraw
    Vaksin tidak ada gunanya

    Hoaks vaksin
    hoax vaksin
    Mohon yg sdh divaksin baca informasi yg baik ini berita dari Univ. Brawijaya JAGA
    vaksin tidak berguna
    vaksin covid tidak ada gunanya

    HASIL CEK FAKTA

    Beredar kembali di aplikasi percakapan narasi terkait vaksin Covid 19 yang tidak berguna karena bermutasi menjadi ribuan virus Covid 19 baru.

    Faktanya, setelah ditelusuri klaim tersebut merupakan hoaks lama yang beredar kembali. MAFINDO telah membuat artikel bantahan terkait klaim tersebut dengan judul “[SALAH] “Vaksin covid-19 itu telah bermutasi menjadi ribuan covid-19 baru di seluruh dunia””. Artikel bantahan tersebut menjelaskan bahwa Kepala Lembaga Biologi Molekuler Lembaga Eijkman, Prof. Amin Soebandrio menjelaskan bahwa mutasi Covid-19 tidak akan mempengaruhi kinerja dari vaksin selama mutasi dari virus tersebut tidak mempengaruhi protein pengikat reseptor atau binding domain (RBD) yang merupakan target vaksin.

    Dikutip dari Republika.co.id , pernytataan Profesor Sutiman bukanlah tentang vaksin Covid-19 yang bermutasi melainkan, tentang Covid-19 yang bermutasi menjadi virus lokal yang berdampak pada sulitnya menemukan vaksin ataupun obat secara global.

    dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD. saat diwawancarai Liputan6.com pada Rabu (2/6/2021) juga menjelaskan bahwa secara umum vaksin-vaksin covid-19 yang ada sekarang masih cukup efektif dalam menangkal varian-varian virus yang baru ada. Ada varian alfa, beta dan seterusnya.

    KESIMPULAN

    Hasil periksa fakta Riza Dwi (Anggota Tim Kalimasada)
    Klaim tersebut adalah Hoaks Lama Beredar Kembali (HLBK). Kepala Lembaga Biologi Molekuler Lembaga Eijkman, Prof. Amin Soebandrio menjelaskan bahwa mutasi Covid-19 tidak akan mempengaruhi kinerja dari vaksin.

    Rujukan

    https://turnbackhoax.id/2021/01/18/salah-vaksin-covid-19-itu-telah-bermutasi-menjadi-ribuan-covid-19-baru-di-seluruh-dunia/

    https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4895934/cek-fakta-tidak-benar-vaksin-covid-19-sebabkan-mutasi-varian-covid-19

    Publish date : 2022-02-28

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.