Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Anjuran Ahli Virologi Agar Penerima Vaksin Dosis Ketiga Tes HIV Karena Vaksin Covid Menyebabkan HIV
    Misleading Content

    [SALAH] Anjuran Ahli Virologi Agar Penerima Vaksin Dosis Ketiga Tes HIV Karena Vaksin Covid Menyebabkan HIV

    Jane DoePublish date2022-02-28
    Share
    Facebook

    Berita

    “Penting untuk kalian ketahui, bhwa peraih nobel bidang bidang virologi Dr. Luc Montgaire bepesan: “bagi anda yang telah menyelesaikan vaksin dosis ke 3 segera lakukan test HIV”. dari hasil study laboratorium, bhw vaksin covid megandung spike protein yg menyebabkan HIV”

    HASIL CEK FAKTA

    Beredar sebuah unggahan dari akun Twitter @suara_pembebasa yang memberi informasi dari ahli virologi dan pemenang Nobel bidang Kedokteran dan Fisiologi 2008 Dr Luc Montagnier yang menyarankan orang yang menyelesaikan vaksin dosis ke 3 agar segera melakukan test HIV. Selain itu dalam narasi tersebut menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 mengandung spike protein yang menyebabkan HIV.

    Namun setelah ditelusuri, narasi yang ada di dalam gambar tersebut tidak benar. Melansir Eastmojo.com, Vineeta Bal seorang ahli imunologi mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Montaignier membuat klaim yang disebutkan dalam narasi di atas. Dia juga mengatakan bahwa vaksin Covid-19 sama sekali tidak meningkatkan kerentanan terhadap infeksi HIV.

    Kemudian melansir Reuters.com, Dr Bnar Talabani MBE, doktor dan peneliti yang berbasis di Cardiff yang juga berfokus pada masalah vaksin Covid-19 menjelaskan bahwa tidak ada kemungkinan vaksin COVID-19 yang digunakan dapat menyebabkan HIV maupun AIDS.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa narasi yang diunggah oleh akun Twitter @suara_pembebasa merupakan informasi yang tidak benar dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten menyesatkan.

    KESIMPULAN

    Hasil Periksa Fakta Ari Dwi Prasetyo.

    Faktanya, Luc Montagnier sebagai ahli virologi yang disebut dalam narasi ini sudah meninggal awal Februari 2022 dan beberapa ahli mengungkap tidak ada bukti dia membuat klaim ini. Selain itu ahli imunologi Vineeta Bal mengatakan vaksin Covid sama sekali tidak meningkatkan kerentanan terhadap infeksi HIV.

    Rujukan

    https://www.eastmojo.com/national-news/2022/02/19/fact-check-experts-debunk-claim-covid-boosters-lead-to-positive-hiv-test/

    https://www.reuters.com/article/factcheck-boosters-hiv-idUSL1N2UM1Q0

    Publish date : 2022-02-28

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.