Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Video yang Diklaim Pelecehan Perempuan Muslim di India
    CekFakta

    Keliru, Video yang Diklaim Pelecehan Perempuan Muslim di India

    Jane DoePublish date2022-02-16
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Video dengan narasi pelecehan perempuan Muslim di India, menjadi viral di Twitter, 12 Februari 2022. Video berdurasi 30 detik, itu memperlihat sejumlah pria menyiram beberapa perempuan yang memakai burqa berbaju hitam.
    “Saudari kita secara terbuka dilecehkan di negara ini,” demikian tulis akun yang membagikan video yang telah dibagikan lebih dari 1.900 kali itu. 
    Video itu mendapatkan 470 komentar. Beberapa komentar menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi di India, seperti komentar-komentar berikut:
    “India is stupid country ! selain keterbelakangan karena sekat kasta, masyarakatnya yg jorok, jamet, rasis pula benar2 tidak ada yg bisa dibanggakan dari negara ini.”
    “Hindu india adalah teroris yg paling nyata dan manusia paling biadab dan paling brutal.”
    Tangkapan layar unggahan video yang diklaim pelecehan perempuan Muslim di India

    HASIL CEK FAKTA


    Tempo mendapatkan video tersebut pernah dipublikasikan oleh salah satu akun berbahasa Tamil di Facebook pada 24 Februari 2019. Akun tersebut memberikan keterangan, bahwa video itu adalah bagian kegiatan perpeloncoan mahasiswa baru di Eastern University of Sri Lanka. 
    Dikutip dari organisasi pemeriksa fakta News Checker India, video tersebut dimuat di beberapa media di Srilanka, yang menyebut video itu adalah peristiwa perpeloncoan mahasiswa baru di universitas tersebut.  
    Dikutip dari hasil pemeriksaan fakta AFP, Seorang jurnalis dari biro Kolombo AFP menganalisis rekaman itu dan menemukan bahwa orang-orang dalam klip menyesatkan itu terdengar berbicara bahasa Tamil Sri Lanka.
    Pada satu titik dalam video, seseorang terdengar meminta teman-teman mereka untuk memercikkan air ke arah mereka, mengatakan: "Ambil dan percikkan."
    Video tersebut juga mendapat liputan dari Puthithu, sebuah situs berita yang dijalankan oleh warga Tamil Sri Lanka yang tinggal di luar negeri, dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada 24 Februari 2019.
    Situs berita itu mengatakan telah mengkonfirmasi dengan mahasiswa Universitas Timur bahwa video itu direkam di kampus mereka.
    Diterjemahkan dari bahasa Tamil, tajuk utama laporan Puthithu berbunyi: “Condemnation of attacks against eastern uni female students.”
    Versi terjemahan dari artikel tersebut sebagian berbunyi: “Sebuah video sejumlah besar siswa perempuan dikejar oleh beberapa siswa laki-laki dan menyiram mereka dengan air telah menjadi viral di Facebook. Para mahasiswa senior universitas telah berperilaku seperti ini terhadap mahasiswa baru, kata mereka yang menulis tentang video tersebut. Puthithu telah mengkonfirmasi dengan mahasiswa Universitas Timur bahwa insiden itu terjadi di Universitas Timur di Vantharumoolai, di Sri Lanka timur.”

    KESIMPULAN


    Dari hasil pemeriksaan fakta di atas, video yang diklaim pelecehan terhadap perempuan Muslim di India adalah keliru. Isi video itu menunjukkan kegiatan penerimaan mahasiswa baru di Universitas Timur di Vantharumoolai, Srilanka. 
    Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan

    https://factcheck.afp.com/video-actually-shows-university-initiation-ceremony-eastern-sri-lanka

    Publish date : 2022-02-16

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.