Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Cerita Dalam Novel Telah Memprediksi Adanya Pandemi COVID-19
    Misleading Content

    [SALAH] Cerita Dalam Novel Telah Memprediksi Adanya Pandemi COVID-19

    Jane DoePublish date2022-02-14
    Share
    Facebook

    Berita

    WARNING OF VIRUS IN 1981
    DAN SEKARANG TERJADI !!!!!!!

    MLmjumat… Virus COVID-19 HOAX

    WARNINGS OF VIRUS IN 1981
    TWO authors appeared to predict coronovirus decades before the outbreak.
    Dean Koonte’s thriller The Eyes Of Darkness, published in 1981, tells the story of a lethal man-made virus in Wuhan – the same Chinese city where coronavirus broke out.
    In another spooky coincidence, the doomsday book End Of Days – wrilten by American psychic Sylvia Browne and pablished in 2008 predicted here would be a pneumonia-like global pandemicin 2020.

    HASIL CEK FAKTA

    Beredar postingan di Twitter oleh akun bernama @KonspirasiHolic. Gambar dalam postingannya terdapat narasi bahwa ada novel yang sudah memprediksi terjadinya pandemi Coronavirus di masa depan.

    Novel pertama yang disinggung berjudul “The Eyes of Darkness”, ditulis oleh Dean Koontz, dipublikasikan pada tahun 1981 dan “End of Days”, ditulis oleh Sylvia Browne, dipublikasikan tahun 2008.

    Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, virus yang digambarkan dalam kedua novel tersebut tidak sama dengan ciri-cirinya dengan Covid-19. Novel The Eyes of Darkness mendeskripsikan, virus yang bernama “Wuhan-400” berasal dari lab. Namun, fakta sebenarnya asal usul virus Corona sampai saat ini belum diketahui. Selain itu, virus yang digambarkan dalam novel tersebut, dapat berinkubasi dalam 4 hari, hal ini berbeda dengan Covid-19 yang inkubasinya 1-14 hari.

    Dalam novel Koontz, virus “Wuhan-400” memiliki fatality rate 100%, sedangkan Covid-19 2%-4% di Wuhan dan di luar kawasan Wuhan 0,7%. Adapun ciri-ciri orang yang terpapar juga berbeda, di novel Koontz dideskripsikan virus akan menggerogoti sel otak, sehingga pasien kehilangan kendali dan meninggal. Sedangkan Coronavirus, gejala pasien yakni demam, batuk, sesak napas, pilek, yang parah akan mengalami gagal ginjal dan kematian.

    Lebih lanjut, novel Sylvia Browne berjudul “End of Days” dijelaskan bahwa virus dalam novelnya tidak dapat diobati dengan pengobatan apapun. Sedangkan virus Corona sebelum ditemukannya vaksin, pasien dengan gejala ringan dapat sembuh dengan sistem imun alami, dan sampai saat ini telah ditemukan vaksin dan pengobatan lain masih dalam tahap penelitian.

    Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim @KonspirasiHolic adalah tidak benar dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.

    KESIMPULAN

    Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR

    Informasi Palsu. Virus yang digambarkan dalam novel berjudul “The Eyes of Darkness” dan “End of Days” tidak sama dengan ciri-cirinya Covid-19, baik dari tingkat kematian pasien yang terpapar, asal usul virus, maupun tingkat kekebalan virus terhadap obat.

    Rujukan

    https://fullfact.org/online/books-supposedly-predict-covid-19/

    https://www.google.com/amp/s/mobile.reuters.com/article/amp/idUSKCN20M19I

    Publish date : 2022-02-14

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.