Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»False Context»[SALAH] Foto CT Scan Pasien Penderita Claustrophobia
    False Context

    [SALAH] Foto CT Scan Pasien Penderita Claustrophobia

    Jane DoePublish date2022-01-28
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Twitter Semesta Sains (@semestasains) mengunggah cuitan berupa foto hasil CT scan dari pasien penderita claustrophobia (ketakutan pada ruang tertutup/sempit) yang panik saat proses pengambilan gambar. Cuitan yang diunggah pada 24 Januari 2022 itu mendapat atensi berupa 341 retweet dan 2.636 suka.

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut bukan hasil CT scan pasien penderita claustrophobia. Miguel Angel De la Cámara, seorang radiografer asal Spanyol melalui akun Twitter pribadinya (@MiguelDlaCamara) membuat utas berisi penjelasan pada 20 Januari 2022 sebelum cuitan akun Twitter Semesta Sains diunggah. Menurut analisisnya, foto tersebut adalah hasil CT scan yang merupakan gambar pertama dari pasien yang mengikuti tes tersebut. Namun, pasien terbangun dengan mengangkat kepalanya saat pengambilan gambar berlangsung selama 3 detik yang membuat gerakan blur. Gerakan blur itu bukan dikarenakan phobia akan ruang sempit yang dimiliki pasien.

    “Termino: la imagen es un escanograma de un TAC. Es la primera imagen del posicionamiento del paciente para aplicar el protocolo de prueba.
    Esa imagen duró 3 segundos, pero el paciente se despertó por el movimiento y levantó su cabeza: borrosidad por movimiento.
    Simple.
    Gracias”

    “Istilah: gambar adalah CT scan. Ini adalah gambar pertama dari posisi pasien untuk menerapkan protokol tes.
    Gambar itu berlangsung 3 detik, tetapi pasien terbangun karena gerakan itu dan mengangkat kepalanya: gerakan kabur.
    Sederhana.
    Terima kasih,” jelas De la Cámara.

    Sebagai tambahan, gambar CT scan seperti ini dapat disebut dengan motion artifact yang tercipta akibat seseorang bergerak saat proses CT scan berlangsung.

    Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter dikategorikan sebagai Konteks yang Salah.

    KESIMPULAN

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, foto CT Scan tersebut bukan hasil gambar dari pasien penderita claustrophobia. Foto itu dihasilkan akibat dari gerakan yang dilakukan pasien saat proses CT scan berlangsung.

    Rujukan

    https://twitter.com/MiguelDlaCamara/status/1484165627388600328

    https://radiopaedia.org/articles/motion-artifact-2?lang=us

    https://www.snopes.com/fact-check/ct-scan-panic-attack/

    Publish date : 2022-01-28

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.