Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Bubuk Jahe Dapat Menyembuhkan Infeksi Varian Omicron
    Misleading Content

    [SALAH] Bubuk Jahe Dapat Menyembuhkan Infeksi Varian Omicron

    Jane DoePublish date2022-01-24
    Share
    Facebook

    Berita

    Sharing an expert advice by Dr.Zarir Udwadia. He is the most respected chest physician in our country.
    یہ ڈاکٹر سینے کے امراض کے ماھر ھیں۔ ان کی سُنئیے۔۔!!
    (terjemahan)
    Berbagi saran dari seorang ahli dr. Zakir Udwadia. Dia adalah dokter spesialis paru-paru yang paling dihormati di negara kita.

    *video berdurasi 1 menit 51 detik mengklaim bahwa bubuk jahe dapat menyembuhkan infeksi varian Omicron.
    Pepaya jahe obat omicron
    jahe obat covid

    HASIL CEK FAKTA

    Beredar postingan di Twitter oleh akun bernama @maskeench, yang memposting sebuah video dan disertai narasi bahwa orang dalam video tersebut adalah seorang dokter spesialis paru-paru bernama dr. Zarir Udwadia. Beberapa pengguna media sosial lain mengklaim, laki-laki dalam video tersebut bernama dr. Sushil Razdan.

    Dalam video berdurasi 1 menit 51 detik, memperlihatkan seorang laki-laki yang diklaim sebagai dokter, menyampaikan informasi cara menyembuhkan infeksi varian baru Covid-19 yakni Omicron. Ia menyarankan masyarakat untuk menghirup bubuk jahe kering. Alasannya, bubuk jahe kering memiliki sifat basa dan pH yang tinggi, dengan kandungannya tersebut akan membunuh Covid-19 yang menyebar melalui lubang hidung, selaput lendir, tenggorokan dan kemudian paru-paru.

    Setelah dilakukan penelusuran fakta terkait, klaim @maskeench adalah tidak benar. Melansir dari boomlive.in saat mencari fakta mengenai klaim dalam video, diketahui laki-laki dalam video tersebut bukanlah dr. Zarir Udwadia ataupun dr. Sushil Razdan, mereka telah dihubungi secara terpisah dan menyatakan tidak pernah membuat klaim bahwa menghirup bubuk jahe dapat menyembuhkan Covid-19. Dokter Sushil dan dokter Zakir juga melarang masyarakat untuk menggunakan cara tersebut.

    Ketua Dewan Eksekutif WHO, dr. Patrick Amoth, dalam sebuah postingan di Twitter menyatakan bahwa lemon dan jahe hanya dapat digunakan sebagai penambah kekebalan tubuh, bukan untuk obat infeksi Covid-19.

    Melansir dari The National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine, mengonsumsi jahe, memakan akar jahe, menghirup jahe, maupun menambahkan bubuk jahe ke dalam makanan tidak akan menghentikan infeksi virus Covid-19. Virus Covid-19 akan masuk ke dalam sel dan melakukan replikasi, kemudian memasuki sel baru dan membuat replika lagi, begitu seterusnya.

    Jahe tidak dapat menghentikan proses masuknya virus ke dalam sel, begitu pula proses replikasi virus tersebut. Sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah bahwa jahe dapat memicu kekebalan tubuh sehingga tidak dapat terinfeksi Covid-19.

    Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim @maskeench adalah tidak benar dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.

    KESIMPULAN

    Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR

    Informasi Palsu. Tidak ada bukti ilmiah bahwa mengonsumsi jahe, memakan akar jahe, menghirup jahe, maupun menambahkan bubuk jahe ke dalam makanan, dapat menghentikan infeksi dan membunuh virus Covid-19 dalam tubuh. Adapun laki-laki dalam video tersebut bukanlah seorang Dokter sebagaimana yang diklaim.

    Rujukan

    https://www.boomlive.in/fact-check/health/viral-video-doctor-neurologist-coronavirus-omicron-ginger-not-sushil-razdan-16351

    https://mobile.twitter.com/DrPatrickAmoth/status/1292011444448395269

    https://www.nationalacademies.org/based-on-science/covid-ginger

    Publish date : 2022-01-24

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.