Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] CDC Mengumumkan Tes PCR Tidak Mampu Membedakan Virus SARS-Cov-2 dan Influenza
    Misleading Content

    [SALAH] CDC Mengumumkan Tes PCR Tidak Mampu Membedakan Virus SARS-Cov-2 dan Influenza

    Jane DoePublish date2022-01-10
    Share
    Facebook

    Berita

    “The CDC has finally admitted that the PCR test cannot even differentiate between SARS-CoV-2 and influenza viruses.”

    Terjemahan:
    “CDC akhirnya mengakui bahwa tes PCR bahkan tidak bisa membedakan antara virus SARS-CoV-2 dan influenza.”

    HASIL CEK FAKTA

    Akun Twitter @trevorblee (Trevor Lee) menyebarluaskan informasi bahwa CDC telah mengakui ketidakmampuan tes PCR untuk membedakan antara virus SARS-CoV-2 dan influenza pada 29 Desember lalu. Unggahan tersebut telah dibagikan ulang sebanyak 3,158 kali. Selain itu, terdapat 5,245 orang menyukai dan lebih dari 200 orang telah memberikan komentar.

    Klaim tersebut berawal dari laporan laboraturium yang diunggah oleh CDC Division of Laboratory System pada 21 Juli 2021 bahwa pasca 31 Desember 2021, CDC akan menghapus tes PCR dan menggantikannya dengan CDC Influenza SARS-Cov-2 (Flu SC2) Multiplex Assay.

    Berdasarkan hasil penelusuran, transisi tersebut tidak disebabkan oleh ketidakmampuan tes PCR dalam membedakan virus SARS-CoV-2 dan influenza, melainkan karena metode tes yang baru akan lebih efektif dalam mendeteksi kedua virus tersebut.

    Juru bicara resmi CDC, Jasmine Reed, telah memberikan konfirmasi kepada Reuters bahwa permintaan akan tes PCR semakin menurun seiring munculnya tes lain yang lebih canggih. Maka dari itu, CDC merokemendasikan seluruh dunia untuk mengadopsi CDC Influenza SARS-Cov-2 (Flu SC2) Multiplex Assay yang akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dari segi waktu dan sumber daya untuk mendeteksi virus baik SARS-Cov-2 dan influenza.

    Informasi dengan topik yang sama juga pernah dibahas sebelumnya oleh Reuters dengan judul “Fact Check – CDC lab update on COVID-19 PCR test misinterpreted”.

    Dengan demikian, berita yang disebarluaskan oleh akun Twitter @trevorblee (Trevor Lee) tersebut dikategorikan sebagai konten yang menyesatkan karena laporan CDC pada 21 Juli 2021 digunakan untuk membingkai sebuah isu.

    KESIMPULAN

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.

    Informasi tersebut salah. Faktanya, CDC (Centers for Disease Control and Prevention) tidak mengumumkan bahwa tes PCR tidak mampu membedakan antara Virus SARS-CoV-2 dan influenza. CDC hanya merekomendasikan test lain yang justru mampu mendeteksi keduanya.

    Rujukan

    https://www.reuters.com/article/factcheck-covid19-pcr-test-idUSL1N2P42U5

    https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/testing.html

    Publish date : 2022-01-10

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.