Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Sesat, Foto yang Dikaitkan dengan Jenazah Rumini yang Tewas Berpelukan saat Erupsi Gunung Semeru
    CekFakta

    Sesat, Foto yang Dikaitkan dengan Jenazah Rumini yang Tewas Berpelukan saat Erupsi Gunung Semeru

    Jane DoePublish date2021-12-08
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sebuah foto yang dikaitkan dengan jenazah Rumini yang tewas berpelukan di rumahnya saat Gunung Semeru erupsi, beredar di internet. Foto itu diunggah oleh sejumlah situs pada Rabu 8 Desember 2021. Gunung Semeru sendiri erupsi pada Sabtu, 4 Desember 2021.
    Situs detikterkinii.online memuat foto itu dengan judul Kisah Haru Erupsi Semeru, Tak Rela Tinggalkan Sang Ibu yang Sudah Renta, Rumini Ditemukan Tewas Berpelukan. 
    Foto tersebut menampakkan seperti mayat yang tertutup abu berwarna putih. Ada lingkaran merah pada mayat sedang memeluk lainnya. Tidak ada penjelasan atas foto itu. 
    Situs lain, www.kompasnews.xyz, juga memuat foto dan judul yang sama. Kedua situs menghubungkan foto tersebut dengan kisah Rumini dan ibunya Salamah, asal Desa Curah Kobokan, Candipuro, Lumajang yang ditemukan tewas berpelukan saat erupsi Gunung Semeru. 
    Tangkapan layar unggahan foto yang dikaitkan dengan jenazah Rumini yang tewas berpelukan saat erupsi Gunung Semeru

    HASIL CEK FAKTA


    Kisah Rumini yang ditemukan tewas berpelukan bersama ibunya, Salamah, saat erupsi Gunung Semeru, memang benar. Akan tetapi foto yang digunakan sejumlah situs, bukanlah foto jenazah Rumini dan Salamah. 
    Tempo menggunakan alat reverse image dari Google untuk melacak foto tersebut. Hasilnya, foto yang sama dengan ukuran lebih besar, dimuat oleh situs Volcano Discovery. Situs tersebut memberikan penjelasan bahwa foto tersebut adalah penduduk di Kota Pompeii, yang terkubur lapisan abu vulkanik saat Gunung Vesuvius meletus pada 79 Masehi. 
    “Banyak penduduk mengambil keputusan fatal untuk tetap tinggal di kota, mencoba mengatasi jatuhnya batu apung. Ketika aliran piroklastik pertama menyerbu kota, korban selamat yang tersisa tewas seketika. Tubuh mereka diselimuti abu tebal dan endapan batu apung dan meninggalkan lubang ketika bahan organik terurai,” tulis situs itu.
    Foto itu sendiri adalah karya Tom Pfeiffer, ahli vulkanologi Jerman yang melakukan penelitian PhD-nya tentang letusan Minoa Santorini di Yunani dan letusan Plinian Vesuvius pada tahun 79 M di Italia.
    Dikutip dari situs Britannica, Pompeii adalah salah satu kota tua di era Romawi. Saat ini terletak 23 kilometer dari Napoli, Italia. Letusan besar dari Gunung Vesuvius mengubur kota Pompeii. Bangunan dan penduduknya hancur. Selama berabad-abad Pompeii diselimuti selubung abu yang mengawetkan sisa-sisanya. Kota ini digali kembali pada 1700-an dan sejumlah peneliti menemukan berbagai bangunan mewah dan sisa-sisa penduduk yang terkubur abu. Bangunan dan isinya mengungkapkan kehidupan sehari-hari di dunia kuno—dan membangkitkan minat abad ke-18 pada semua hal klasik.
    Kisah tentang Rumini dan Salamah yang ditemukan meninggal berpelukan telah dipublikasikan oleh sejumlah media. Dikutip dari Kompas.com, Rumini diduga tidak tega meninggalkan Ibunya, Salamah yang tidak sanggup berjalan karena faktor usia.  

    KESIMPULAN


    Dari pemeriksaan fakta di atas, foto yang menampakkan jenazah tertutup abu bukan jenazah Rumini dan Salamah yang meninggal berpelukan saat erupsi Gunung Semeru. Foto tersebut adalah penduduk penduduk di Kota Pompeii, Italia yang terkubur lapisan abu vulkanik saat Gunung Vesuvius meletus pada 79 Masehi. Kedua situs tersebut tidak memberikan keterangan pada foto yang digunakan sehingga dapat menyesatkan publik. 
    Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan

    https://perma.cc/JP4Z-4LWC

    http://www.kompasnews.xyz

    https://www.volcanodiscovery.com/photos/pompeji/image2.html

    https://www.volcano-photo.com/About

    https://www.britannica.com/place/Pompeii

    https://regional.kompas.com/read/2021/12/06/133635878/kisah-rumini-tak-tega-tinggalkan-ibunya-yang-renta-saat-gunung-semeru?page=all.

    Publish date : 2021-12-08

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.