Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Informasi Penjualan Vaksin Seharga Rp 1 juta di Situs PeduliLindungi
    CekFakta

    Keliru, Informasi Penjualan Vaksin Seharga Rp 1 juta di Situs PeduliLindungi

    Jane DoePublish date2021-09-10
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Tangkapan layar mirip platform Peduli Lindungi, beredar di Whatsapp, Kamis 9 September 2021. Dalam gambar tersebut memuat pengumuman jual-beli vaksin seharga Rp 1 juta melalui rumah sakit. 
    Pengumuman itu selengkapnya berisi:
    Pasokan vaksin Covid19 sudah diatur, dengan dana sebesar 1000000 rupiah dan bisa langsung membuat janji untuk sukses dan mengatur inokulasi rumah sakit terdekat dalam waktu sepuluh hari. 
    Di bawah pengumuman tersebut, menyertakan nomor rekening atas nama Nurmainah.

    HASIL CEK FAKTA


    Dari verifikasi Tempo menunjukkan, gambar tangkapan layar yang beredar di Whatsapp tersebut, bukan platform Peduli Lindungi milik Pemerintah Indonesia. 
    Dalam gambar tangkapan layar terlihat tautan url bertuliskan: pedulilindungia.com. Sedangkan platform PeduliLindungi yang dikelola Kementerian Kesehatan RI, beralamat di: pedulilindungi.id. 
    Perbedaan dengan platform asli tersebut, situs palsu memuat huruf “a” setelah kata “lindungi” dan alamat situs menggunakan .com
    Saat memeriksa platform asli PeduliLindungi, Tempo tidak menemukan pengumuman terkait penjualan vaksin seharga Rp 1 juta. 
    Perbedaan alamat URL mengenai dua platform tersebut bisa dilihat dalam gambar 
    berikut:
     Kiri adalah situs palsu dengan memakai nama yang mirip platform PeduliLindungi milik Pemerintah Indonesia. Bandingkan alamat URL dan tampilan depan dengan platform aslinya di gambar kanan.
    Saat dicek menggunakan domainbigdata dan who.is, dua tools untuk melacak keberadaan sebuah website, terlihat bahwa situs pedulilindungia.com baru dibuat pada 27 Agustus 2021 dan beralamat di California, Amerika Serikat. 
    Tangkapan layar informasi dan domain situs Pedulilindungi.com yang dicek tim Cek Fakta Tempo
     Tangkapan layar informasi dan domain situs Pedulilindungi.com
    Juru bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi, mengatakan situs yang menggunakan atribut, logo, gambar, dan tampilan menyerupai situs PeduliLindungi.id itu merupakan situs palsu. “Bukan situs yang digunakan pemerintah untuk melakukan penanganan pandemi Covid-19,” ujar Dedy dalam keterangannya, Kamis, 9 September 2021.
    Dedy mengatakan, seluruh isi dan informasi dalam situs pedulilindugia.com tidak berhubungan dengan situs PeduliLindungi.id dan upaya pemerintah menangani Covid-19 dalam bentuk apapun.
    Menurut Dedy, pemerintah menggunakan aplikasi Pedulilindungi untuk melakukan upaya surveilans kesehatan sesuai Keputusan Menteri Kominfo Nomor 171 Tahun 2020 tentang Penetapan Aplikasi Pedulilindungi Dalam Rangka Pelaksanaan Surveilans Kesehatan Penanganan Covid-19 beserta perubahannya.

    KESIMPULAN


    Dari pemeriksaan fakta di atas informasi penjualan vaksin seharga Rp 1 juta di situs PeduliLindungi adalah keliru. Gambar tangkapan layar yang memuat informasi tersebut menggunakan situs palsu dengan nama mirip platform PeduliLindungi.
    Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan

    http://tempo.co/tag/pedulilindungi

    https://nasional.tempo.co/read/1504269/kominfo-tutup-akses-ke-situs-abal-abal-yang-mirip-pedulilindungi-id/full&view=ok

    Publish date : 2021-09-10

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.