Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Sesat, Unggahan Video Cina Buka Kantor Polisi di Indonesia
    CekFakta

    Sesat, Unggahan Video Cina Buka Kantor Polisi di Indonesia

    Jane DoePublish date2021-09-08
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sebuah video pendek “Heboh China Buka Kantor Polisi” beredar di Facebook dan Youtube. Video itu memuat berita dari TVOne dengan judul yang sama. Di Facebook video tersebut diunggah pada 1 September 2021. 
    Video TVOne tersebut memuat seremonial pembukaan kantor yang dihadiri oleh kepolisian Indonesia dan Cina. Terlihat juga plakat kerja sama dua institusi bernama Kantor Polisi Bersama.Video ini viral di Facebook hingga mendapatkan lebih dari 6 ribu komentar dan telah ditonton 658 ribu kali.  
    Di Youtube, video tersebut dimuat pada 6 September 2021 dengan judul Heboh! Ternyata China Buka Kantor Polisi di Indonesia. 

    HASIL CEK FAKTA


    Hasil penelusuran Tempo menunjukkan bahwa peristiwa dalam video itu terjadi pada 2018. Tempo menelusuri video tersebut melalui akun TVOne di Youtube dengan memasukkan judul "Heboh Cina Buka Kantor Polisi". Hasilnya, video yang beredar di Facebook dan Youtube berdurasi 1:22 menit adalah hasil potongan dari video asli yang berdurasi 12:19.
    TVOne memuat video itu dalam program talk show Apa Kabar Indonesia Malam edisi 13 Juli 2018.  Talk show itu menghadirkan Juru Bicara Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Slamet Pribadi.
     Berita mengenai Cina membuka kantor polisi di Indonesia dalam video tersebut, bermula dari unggahan warganet yang kemudian menjadi viral. Warganet tersebut membagikan tujuh buah foto. Salah satunya, foto plakat Kantor Polisi Bersama, Kapolres Ketapang, AKBP Sunario berjabat tangan dengan perwakilan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangsu Resor Suzhou.
    Dalam talk show tersebut, Slamet Pribadi menjelaskan, bahwa peristiwa itu masih diselidiki oleh Mabes Polri. Sebab seharusnya kerja sama dengan pemerintah luar negeri lain harus melalui pemerintah pusat.  
    Dikutip dari Tempo.co, Kapolres Ketapang Ajun Komisaris Besar Sunario saat itu, membantah adanya kantor polisi bersama antara Polres Ketapang dengan perwakilan Biro Keamanan Publik RRT (Republik Rakyat Tiongkok) Provinsi Jiangsu Resor Suzho. Menurut Sunario dalam keterangan tertulisnya di Pontianak mengatakan tidak benar bahwa kantor polisi bersama tersebut sudah diresmikan dan plakat juga sudah di pasang di kantor bersama.
    "Plakat yang viral di media sosial, hanya sebuah tanda perkenalan pertemuan antara polisi RRT dengan Polres Ketapang. Tulisan kantor bersama adalah bahasa kantor itu menjadi tempat pertemuan bersama. Tidak benar akan ada kantor polisi RRT di Ketapang," kata Sunario dalam rilisnya Jumat, 13 Juli 2018. 
    Sunario menjelaskan, saat ini plakat sudah diamankan di Polres Ketapang, karena dikhawatirkan bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ia menambahkan memang benar pada Kamis, 12 Juli 2018 ada kunjungan dari kepolisian Suzho ke PT BSM yang ada di Ketapang, dan mereka juga mengajak Polres Ketapang untuk bersama-sama ke perusahaan tersebut.
    Rupanya, apapun penjelasan, Sunario tetap dianggap bersalah. Sebagai Kapolres ia harus bertanggung jawab. Akibat peristiwa tersebut, Sunario diberhentikan dari jabatannya. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan pencopotan Kapolres Ketapang dan langsung dimutasi sebagai perwira menengah di Polda Kalimantan Barat.

    KESIMPULAN


    Dari pemeriksaan fakta di atas, unggahan video berjudul heboh Cina buka kantor polisi adalah menyesatkan. Video dalam peristiwa itu terjadi pada Juli 2018, bukan 2021. Saat itu kepolisian Suzho berkunjung ke PT BSM  di Kabupaten Ketapang. Mereka mengajak Polres Ketapang untuk bersama-sama ke perusahaan tersebut. Kapolres Ketapang saat itu membantah adanya kantor bersama. Foto plakat yang beredar dianggap sebagai tempat pertemuan bersama. Meski begitu, Mabes Polri kemudian mencopot Kapolres Ketapang, tidak lama setelah peristiwa tersebut.
    Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan

    https://www.facebook.com/175355364589804/videos/145073331135003/

    https://www.youtube.com/watch?v=Z9YKCtiMwqE

    https://www.youtube.com/watch?v=-CCQ4Vv-mEE

    https://nasional.tempo.co/read/1106768/kapolres-ketapang-dan-heboh-kantor-polisi-bersama-rrt/full&view=ok

    Publish date : 2021-09-08

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.