Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Klaim Garam yang Dimasak Bisa Berubah Jadi Racun
    CekFakta

    Keliru, Klaim Garam yang Dimasak Bisa Berubah Jadi Racun

    Jane DoePublish date2021-08-09
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sebuah pesan berantai tentang cara mengkonsumsi garam yang benar beredar di Whatsapp, Senin 9 Agustus 2021. Pesan tersebut berisi klaim bahwa garam yang dimasak bersama makanan akan mengubah garam menjadi racun/toksin.
    “Kesalahan kita (kebanyakan orang Indonesia) ialah kita memasak garam yaitu memasukkan garam kedalam masakan ketika masakan sedang MENDIDIH /  PANAS. Hal tersebut akan menyebabkan garam menjadi racun/ toksik. Jika garam dimasak dengan cara di atas, garam akan menyebabkannya ber-asid dan membahayakan kesehatan serta mengundang berbagai penyakit, selain itu kandungan yodium pada garam juga akan hilang dengan percuma. Ingat yodium sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita,” demikian sebagian isi dari pesan tersebut. 
    Selain itu, pesan berantai tersebut juga mengklaim bahwa garam mentah dapat mengobati asam lambung.  

    HASIL CEK FAKTA


    Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo menunjukkan, bahwa pesan berantai yang mengklaim garam yang dimasak bersama makanan akan menyebabkan garam menjadi racun/toksin beredar sejak 2017. Sejumlah ahli menyebut bahwa klaim ini tidak berdasarkan fakta. Termasuk klaim soal garam bisa menyembuhkan penyakit asam lambung. 
    Tempo menemukan beberapa pemberitaan sejak 2017 yang membantah klaim tersebut. Situs Viva salah satunya, menerbitkan artikel berjudul Garam Dimasak Jadi Racun, Hoax atau Bukan? pada 4 Januari 2017. Isi artikel itu memuat wawancara dokter ahli gizi dr. Inge Permadhi yang menyatakan bahwa memasak garam tidak akan mengubahnya menjadi racun. 
    Pesan yang sama juga beredar di tahun 2018, seperti yang pernah dimuat oleh situs cekfakta.com berjudul [HOAKS] Garam Tidak Boleh Dimasak Karena Menjadi Racun edisi 7 Mei 2018.  
    Garam yang dimasak tidak menjadi racunDikutip dari situs kesehatan Hello Sehat, memasak garam tidak akan mengubah mineral ini menjadi racun karena kandungan garam terdiri dari beragam mineral. Mineral dalam makanan yang biasanya tidak dipengaruhi oleh proses memasak yakni kalsium, natrium, yodium, zat besi, zinc (seng), mangan, dan kromium.
    Beragam mineral tersebut tidak berubah menjadi racun atau zat berbahaya selama komposisi garam merupakan bahan yang aman alias tidak diberikan campuran tertentu oleh produsennya.
    Meski garam tidak berubah menjadi racun saat dimasak, akan tetapi para ahli kesehatan mengingatkan bahaya apabila mengkonsumsi garam secara berlebihan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA membatasi konsumsi garam atau natrium maksimal 2.300 miligram setiap hari.
    Konsumsi garam memang perlu dibatasi karena bisa berdampak pada kesehatan. Kebanyakan orang tahu bahwa efek kebanyakan garam adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi, tapi tak banyak yang menyadari bahwa ini juga bisa mempengaruhi kesehatan reproduksi.
    Garam tidak bisa mengobati asam lambungDekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Ari Fahrial Syam pernah menjelaskan bahwa mengonsumsi garam justru dapat menyebabkan pasien sakit maag akan kambuh. "Sudah banyak pasien korban yang tidak jelas dengan info ini," kata Ari Fahrial dalam artikel Tempo berjudul Jangan Percaya Isu Makan Garam Mentah Baik untuk Kesehatan, Ini Faktanya, edisi 26 Agustus 2020. 

    KESIMPULAN


    Dari pemeriksaan fakta di atas, klaim yang menyebut bahwa garam yang dimasak dapat menjadi racun adalah keliru. Demikian juga dengan klaim bahwa garam mentah dapat mengobati asam lambung. Menurut para ahli, garam yang dimasak bersama makanan tidak akan mengubah kandungan mineral yang dikandungnya. Meski demikian, mereka mengingatkan agar konsumsi garam tidak boleh berlebihan karena dapat mengganggu kesehatan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA membatasi konsumsi garam atau natrium maksimal 2.300 miligram setiap hari.
    Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan

    https://www.tempo.co/tag/whatsapp

    https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/866712-garam-dimasak-jadi-racun-hoax-atau-bukan?page=1&utm_medium=page-1

    https://cekfakta.com/focus/80

    https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/benarkah-garam-tidak-boleh-dimasak/

    https://cantik.tempo.co/read/1409300/hati-hati-kebanyakan-konsumsi-garam-bisa-menurunkan-kesehatan-reproduksi/full&view=ok

    https://gaya.tempo.co/read/1379759/jangan-percaya-isu-makan-garam-mentah-baik-untuk-kesehatan-ini-faktanya/full&view=ok

    Publish date : 2021-08-09

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.