Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sengaja Menyebarkan Varian Baru Virus Corona
    CekFakta

    Keliru, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sengaja Menyebarkan Varian Baru Virus Corona

    Jane DoePublish date2021-07-27
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Narasi yang mengklaim varian baru virus Corona sengaja disebarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), World Economic Forum dan John Hopkin University diunggah di Facebook, 26 Juli 2021. Unggahan itu memuat tabel dalam bahasa Spanyol berisi nama strain, daftar peluncuran serta logo tiga organisasi tersebut. 
    Unggahan itu kemudian diikuti dengan narasi: “Jadwal virus varian baru yang bakal disebar. Mereka sengaja sebar virus di tambah menggunakan propaganda ketakutan media. Sampe (sampai, red) kita semua mau suntik pakcin (vaksin, red) yang sebenarnya bukan pakcin. Tapi senjata bio kimia.”Unggahan tersebut telah bagikan 119 kali dan mendapatkan komentar 89 kali.

    HASIL CEK FAKTA


    Hasil verifikasi Tim Cek Fakta Tempo menunjukkan, tidak ada bukti yang mengaitkan kemunculan varian baru Corona virus dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), World Economic Forum dan John Hopkin University. Munculnya varian baru adalah hasil mutasi secara alami virus. Tabel dalam unggahan tersebut mengambil seluruh alfabet dalam Yunani kuno, dengan beberapa abjad digunakan sebagai nama varian baru SARS-Cov-2.
    Dikutip dari BBC, penggunaan alfabet Yunani secara resmi digunakan pada 31 Mei 2021. Hal itu bertujuan untuk menghilangkan stigma dari nama-nama varian baru yang sebelumnya diidentikkan dengan negara tertentu. Selain itu, penamaan dengan alfabet Yunani lebih mudah digunakan dibandingkan dengan nama asli sainsnya.Dalam laman resminya, John Hopkin University justru menjelaskan bahwa munculnya varian virus terjadi ketika ada perubahan atau mutasi pada gen virus. Hal ini merupakan sifat virus RNA seperti virus corona yang dapat berevolusi dan berubah secara bertahap. Perbedaan geografis cenderung menghasilkan varian yang berbeda secara genetik. Akan tetapi mutasi pada virus, termasuk virus corona yang menyebabkan pandemi COVID-19, bukanlah hal baru atau tidak terduga. Semua virus RNA bermutasi dari waktu ke waktu, beberapa bahkan lebih dari yang lain. Misalnya, virus flu yang sering berubah. 
    WHO dalam laporannya pada 25 Januari 2021, menjelaskan, evolusi pada virus merupakan sesuatu yang wajar terjadi sehingga memunculkan varian baru dari virus aslinya.  Mutasi tersebut dapat mengakibatkan virus menjadi lebih cepat menular, meningkatkan keparahan penyakit atau mempengaruhi kemanjuran diagnostik, terapeutik atau vaksin. 
    Selain itu, Tempo menemukan tanggal ditemukannya varian baru virus Corona dalam tabel tidak akurat. Varian Delta misalnya, yang tertulis diluncurkan pada Juni 2021. Padahal varian ini ditemukan pertama kali di India pada Oktober 2020, menurut laporan Deutsche Welle (DW), Jerman.Kemudian varian Kappa, menurut Pusat Pencegahan dan Penanganan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, virus ini pertama kali teridentifikasi di India pada Desember 2020. Sementara dalam unggahan, tertulis Desember 2021. 
    Varian Eta, diidentifikasi pertama di Inggris dan Nigeria pada Desember 2020. Bukan pada September 2021, seperti dalam tabel.

    KESIMPULAN


    Dari pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan narasi yang mengklaim varian baru virus Corona sengaja disebarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), World Economic Forum dan John Hopkin University, adalah keliru. Tempo menemukan ketidakakuratan antara pertama kali varian baru diidentifikasi dengan tanggal yang tertulis di tabel. Selain itu, mutasi virus Corona yang memunculkan varian baru adalah hal alami seperti pada virus RNA lainnya. 
    Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan

    https://www.facebook.com/photo.php?fbid=138942318380981&set=a.106589944949552&type=3

    https://www.tempo.co/tag/sars-cov-2

    https://www.bbc.com/news/world-57308592 %20

    https://https:/www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/a-new-strain-of-coronavirus-what-you-should-know

    https://www.tempo.co/tag/covid-19

    https://s.id/D9NPh

    https://www.dw.com/en/fact-check-what-do-we-know-about-the-coronavirus-delta-variant/a-57949754

    Publish date : 2021-07-27

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.