Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Sesat, 3 ambulans kosong diminta berputar-putar untuk menakuti warga agar percaya Covid-19
    CekFakta

    Sesat, 3 ambulans kosong diminta berputar-putar untuk menakuti warga agar percaya Covid-19

    Jane DoePublish date2021-07-12
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sejumlah tangkapan layar dan video dengan narasi 3 ambulans di Ngemplak, Sukoharjo, ugal-ugalan menabrak mobil, beredar di media sosial dalam sepekan terakhir. Unggahan ini beredar di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( ?PPKM ) Darurat di Jawa-Bali.
    Tangkapan layar dan video yang diunggah pada 7 Juli 2021 di Facebook  ini diklaim bahwa ambulans tersebut kosong dan diminta berputar-putar dengan upah Rp 300 ribu untuk menakuti warga.
    “Ternyata mobil ambulans  yang sering muter-muter di suatu wilayah itu kosong, tidak ada pasien/jenazah, dengan maksud tujuan menakuti atau membuat warga panik, dan percaya kalo banyak korban berjatuhan akibat Covid,” tulis narasi itu.
    Sementara dalam video yang beredar, terdapat suara seorang pria yang mengatakan, “Ambulans gak ono penumpange (gak ada penumpangnya) do ugal-ugalan mlakune (jalannya ugal-ugalan). Ambulans telu, sing siji lungo (ambulans tiga, yang satu pergi). Ning Ngemplak Gang 3, tiga beruntun (ambulans) jadinya empat, ”
    Tangkapan layar video yang diklaim sebagai ambulans kosong ugal-ugalan dan berputar-putar untuk menakuti warga agar percaya Covid-19.

    HASIL CEK FAKTA


    Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, menunjukkan, bahwa ambulans tersebut tidak menerima upah Rp 300 ribu untuk berputar-putar menakuti warga. Tiga ambulans milik tiga lembaga di Kabupaten Kudus tersebut baru memakamkan jenazah lalu mengalami kecelakaan beruntun saat perjalanan pulang menjemput jenazah lainnya.
    Berdasarkan siaran pers Rumah Sakit Aisyiyah yang dimuat di laman suara aisyiyah, dijelaskan, bahwa tiga ambulans tersebut adalah milik RS ‘Aisyiyah Kudus, MCCC PDM Kudus, dan LAZISMU Jawa Tengah.
    Mereka menjelaskan, ketiga ambulans tersebut melakukan perjalanan untuk memakamkan jenazah Covid-19 pada pukul 09.00 di daerah Grobogan. Namun pada saat perjalanan pulang melewati daerah Undaan pada pukul 13.30, ketiga sopir ambulans dikejutkan dengan mobil di depan mereka yang mengerem mendadak.
    Akibatnya terjadi kecelakaan beruntun antara ketiga ambulans dengan mobil Innova milik pribadi. Akan tetapi kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
    Saat itu, ketiga ambulans harus segera kembali untuk memakamkan jenazah Covid-19 pada pukul 14.00. Ada dua jenazah yang harus dimakamkan pada hari itu.
    “Berdasarkan informasi yang telah tersebar, menyebutkan, jika Ambulance RS sengaja berkeliling secara ugal-ugalan untuk membuat resah masyarakat itu adalah tidak benar,” tulis siaran pers yang ditandatangani oleh Hilal Ariadi, Direktur RS ‘Aisyiyah Kudus dan Satriyo Yudo BW yang juga Ketua Muhammadiyah Covid Command Centre (MCCC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus.
    Media lokal di Kabupaten Kudus, Murianews, juga memuat berita tersebut. Murianews menulis, Satrio Yudo Budi Wicaksono, Koordinator Tim Kamboja (tim ambulans dari Rumah Sakit Aisyiyah, Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) Kudus, dan Lazismu Kudus), membantah bahwa ambulans ugal-ugalan.
    Saat itu, posisi Tim Kamboja akan menjemput jenazah dan ruas jalan yang dilalui tidak memungkinkan bagi para sopir untuk melaju dengan kecepatan tinggi.
    “Kami sesuai protap, tidak keluar jalur, sesuai marka. Kecepatan kami kurang dari 90 km/jam. Rotator (sirine) juga kami nyalakan pada ambulans yang paling depan saja. Karena kami juga tahu kalau hidup semua rotatornya warga akan panik,” ungkapnya.
    Sementara terkait satu ambulans yang meninggalkan lokasi, ia menyebut saat itu dalam posisi darurat. Sopir ambulans yang posisinya paling depan, mengalami sesak napas usai kecelakaan.
    “Yang depan itu ada sesak napas (dada) kena setir ambulans. Kemudian kami pindahkan ke ambulans yang paling belakang, dan cepat-cepat kami bawa ke rumah sakit biar segera ditangani, takutnya ada apa-apa. Jadi bukan melarikan diri, ini juga soal keselamatan orang,” katanya.

    KESIMPULAN


    Dari pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan narasi yang mengiringi video dan foto kecelakaan beruntun tiga ambulans di Kudus, adalah menyesatkan. Kecelakaan tersebut bukan karena sopir tiga ambulans ugal-ugalan, melainkan karena ada mobil di depan ambulans tersebut yang mengerem mendadak. Tiga ambulans tersebut juga tidak diupah untuk berputar-putar menakuti warga, melainkan bertugas untuk memakamkan jenazah Covid-19.
    Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan

    https://www.tempo.co/tag/covid-19

    https://www.tempo.co/tag/ppkm

    https://s.id/CyFD9

    https://www.tempo.co/tag/ambulans

    https://www.tempo.co/tag/kabupaten-kudus

    https://suaraaisyiyah.id/rs-aisyiyah-kudus-tidak-benar-adanya-kabar-ambulance-rs-berkeliling-untuk-bikin-resah-masyarakat/

    https://www.murianews.com/2021/07/06/226495/geger-tiga-ambulans-di-kudus-kecelakaan-usai-antar-dan-mau-jemput-jenazah-covid-19.html

    Publish date : 2021-07-12

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.