Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Klaim Ini Video Kebakaran Desa di Myanmar Akibat Serangan Teroris
    CekFakta

    Keliru, Klaim Ini Video Kebakaran Desa di Myanmar Akibat Serangan Teroris

    Jane DoePublish date2021-06-25
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Video yang memperlihatkan kebakaran hebat yang melalap sebuah perkampungan yang terletak di pinggiran sungai beredar di Facebook. Video berdurasi 2 menit 51 detik itu diklaim sebagai video kebakaran sebuah desa di Myanmar, Desa Kinma, akibat serangan teroris.
    Video ini beredar setelah, pada pertengahan Juni 2021 lalu, hampir seluruh Desa Kinma di Kotapraja Pauk, Myanmar, terbakar. Menurut penduduk setempat, kebakaran itu disebabkan oleh militer. Sementara militer mengatakan bahwa kebakaran tersebut diakibatkan oleh serangan teroris dan cuaca berangin.
    Akun ini membagikan video beserta klaim itu pada 15 Juni 2021. Akun tersebut menulis narasi dalam bahasa Burma yang jika diterjemahkan berarti:
    "Video kebakaran Desa Kinma di Kotapraja Pauk. Belakangan ini, saya melihat peningkatan jumlah serangan kekerasan oleh kelompok teroris. Semakin banyak orang dari daerah pedesaan, terutama desa-desa yang kuat secara ekonomi dan pemberontak, telah ditangkap atas dasar Dalan dan dibawa ke rumah mereka untuk mengumpulkan uang, barang berharga, dan barang-barang lainnya. Makanan dijarah dan dihancurkan. Begitu mereka naik kereta, mereka mencicipinya dan mendapat masalah. Sekarang seluruh desa terbakar. Penduduk desa yang tidak bersenjata tidak bisa lagi mentolerir pembunuhan, perampokan, dan penangkapan sewenang-wenang. Alih-alih membela rakyatnya sendiri, mereka ingin membasmi tentara fasis yang menyebabkan masalah di negara ini. Sekarang adalah waktu untuk melawan sindiran paranoid dari para kritikus dunia ini."
    Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video kebakaran di sebuah desa yang diunggahnya. Peristiwa dalam video ini tidak terjadi di Myanmar.
    PEMERIKSAAAN FAKTA
    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVid. Selanjutnya, gambar-gambar tersebut ditelusuri dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan video yang identik yang pernah dibagikan oleh akun YouTube TheBorder Consortium, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional yang khusus menangani pengungsi, pada 28 Maret 2013. Video itu diberi judul “Kebakaran Kamp Pengungsi Ban Mae Surin”.
    Dalam keterangannya, disebutkan bahwa terdapat 37 pengungsi yang tewas dalam kebakaran yang terjadi pada 22 Maret 2013 sekitar pukul 15.15 di kamp pengungsi Ban Mae Surin (Situs 2), Distrik Khun Yuam, Provinsi Mae Hong Son, Thailand. Lebih dari 400 rumah terbakar dan hancur, yang mengakibatkan sekitar 2.300 orang kehilangan tempat tinggal.
    Tempo pun menelusuri pemberitaan terkait kebakaran itu. Dilansir dari situs media Thailand, Chiang Rai Times, pada 22 Maret 2013, memang terjadi kebakaran di kamp pengungsi Mae Surin, Khun Yuam, Mae Hong Son, Thailand. Kamp ini menampung 3.605 pengungsi asal Myanmar. Akibat peristiwa ini, 37 pengungsi dan 100 lainnya luka-luka serta 2.300 orang kehilangan tempat tinggal.
    Menurut Suttha Saiwanich, Wakil Gubernur Mae Hong Son, tim forensik pusat dan lokal menyimpulkan bahwa kebakaran itu tidak disengaja. Kerusakan parah terjadi karena angin kencang, mengingat kamp ini berada di area lereng. Kolonel Polisi Nitinart Wittaya Wuthikul, Kepala Polisi Khun Yuam, juga menyatakan hal serupa, bahwa kebakaran itu merupakan kecelakaan.
    Prajin Jantong, Kepala Angkatan Udara Thailand, pun meyakini bahwa kebakaran itu merupakan kecelakaan, bukan pembakaran yang disengaja. “Orang-orang mungkin telah membakar sampah sembarangan, sementara angin kencang di pegunungan dapat berkontribusi terhadap penyebaran api yang cepat,” kata Prajin ketika itu.
    Dikutip dari kantor berita AFP, seorang fotografer AFP yang berada di lokasi kejadian mengatakan, pasca kejadian, beberapa pengungsi mulai menebang bambu untuk membangun kembali tempat perlindungan baru. Rekaman udara dari area yang ditayangkan di televisi Thailand menunjukkan sebagian besar kamp benar-benar terbakar. Api diyakini telah menghancurkan 400 rumah dan menyebabkan lebih dari 2 ribu orang kehilangan tempat tinggal di kamp yang terletak di pegunungan terpencil itu.
    Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa ( UNHCR ) pun bergegas menyediakan berbagai logistik untuk membuat tempat penampungan darurat. "Kami sangat sedih dengan insiden tragis ini dan melakukan apa yang kami bisa untuk memberikan bantuan instan," kata perwakilan UNHCR Thailand Mireille Girard.
    UNCHR mencatat penampungan pengungsi Ban Mae Surin, yang disebut “Situs 2”, didirikan pada 1992 untuk menampung sekitar 150 keluarga pengungsi yang melarikan diri dari konflik bersenjata di Myanmar. Ini adalah hasil konsolidasi dan relokasi bekas shelter sementara Situs 4 dan Situs 6 pada 1996.
    Mayoritas penduduknya adalah etnis Karen yang berasal dari negara bagian Kayah, yang sebagian besar berlatar belakang agraris. Pengungsian ini terletak di Distrik Khun Yuam, Provinsi Mae Hong Son, sekitar 8 kilometer dari perbatasan Thailand-Myanmar. Kamp ini memiliki luas 29 hektare.

    HASIL CEK FAKTA

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video kebakaran sebuah desa di Myanmar akibat serangan teroris, keliru. Video tersebut merupakan video lama, yang menunjukkan kebakaran di kamp pengungsi  Mae Surin, Thailand, pada 22 Maret 2013. Kamp ini dihuni oleh para pengungsi yang berasal dari Myanmar. Hasil penyelidikan tim forensik Thailand menyatakan bahwa kebakaran itu terjadi karena kecelakaan, bukan kesengajaan.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    https://www.tempo.co/tag/myanmar

    https://web.facebook.com/101816468758690/videos/160891746018813?_rdc=1&_rdr

    https://www.tempo.co/tag/teroris

    https://www.youtube.com/watch?v=envN65_v5c8

    https://www.tempo.co/tag/thailand

    https://www.chiangraitimes.com/thailand-national-news/northen-thailand/thai-security-chief-says-fire-accident-at-refugee-camp/

    https://www.tempo.co/tag/kebakaran

    https://sg.news.yahoo.com/42-die-fire-refugee-camp-thailand-051149153.html

    https://www.tempo.co/tag/unhcr

    https://reliefweb.int/sites/reliefweb.int/files/resources/71561.pdf

    https://www.tempo.co/tag/pengungsi

    Publish date : 2021-06-25

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.