Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Sesat, Kadus di Jember yang Meninggal usai Jatuh Sengaja Divonis Covid-19 oleh RS
    CekFakta

    Sesat, Kadus di Jember yang Meninggal usai Jatuh Sengaja Divonis Covid-19 oleh RS

    Jane DoePublish date2021-06-18
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Klaim bahwa seorang kepala dusun di Jember, Jawa Tengah, yang meninggal usai terjatuh di kamar mandi sengaja divonis Covid-19 oleh rumah sakit beredar di Instagram. Klaim itu dilengkapi dengan video yang memperlihatkan ratusan orang yang berkumpul di depan halaman sebuah rumah sakit. Akun ini mengunggah klaim beserta video itu pada 11 Juni 2021. Akun tersebut menulis narasi sebagai berikut:
    "Orang jatuh dari jeding (kamar mandi) dibawa ke RS Ajung dianggap corona, berarti kan ndak beres ini rumah sakitnya," kata salah seorang dalam video. Ratusan warga Dusun Onjur Desa Suren Kecamatan Ledokombo mendatangi Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat di Desa Ajung Kecamatan Kalisat, Jember. Warga tak terima karena Kepala Dusun Onjur meninggal dan dinyatakan positif Covid-19 oleh pihak rumah sakit. Sebab, kepala dusun tersebut diyakini dibawa ke RS karena terjatuh di kamar mandi.
    Gambar tangkapan layar unggahan di Instagram yang berisi klaim menyesatkan tentang seorang kepala dusun di Jember.

    HASIL CEK FAKTA


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video di atas menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Gambar-gambar hasil fragmentasi itu kemudian ditelusuri dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa video itu memperlihatkan aksi protes warga Dusun Onjur, Desa Suren, Ledokombo, Jember, terhadap Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat pada 11 Juni 2021. Video ini pernah diunggah oleh akun ini pada 11 Juni 2021 dan akun ini pada 12 Juni 2021.
    Dilansir dari Kompas.com, aksi protes warga Dusun Onjur tersebut dilakukan lantaran tidak terima kepala dusun mereka yang meninggal dinyatakan positif Covid-19 oleh pihak rumah sakit. Warga beranggapan kepala dusun mereka meninggal bukan karena Covid-19, melainkan karena terjatuh di kamar mandi, dan keluarga menginginkan agar pemakaman kepala dusun tersebut dilakukan seperti biasa, tanpa protokol pencegahan Covid-19.
    Hal tersebut juga diberitakan oleh Detik.com. Menurut laporannya, ratusan warga Dusun Onjur mendatangi RSD Kalisat untuk mengambil paksa jenazah Kepala Dusun Onjur yang dinyatakan positif Covid-19. Mereka menginginkan pemakaman kepala dusun tersebut tidak menggunakan protokol kesehatan.
    Meskipun begitu, RSD Kalisat membantah sengaja memvonis Covid-19 Kepala Dusun Onjur itu. Dilansir dari Merdeka.com, Direktur RSD Kalisat Kunin menyatakan terdapat keterangan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil swab tes antigen sebelum dirujuk ke RS dr. Soebandi. "Awal itu pasien datang ke rumah sakit karena jatuh, kemudian dilakukan berbagai pemeriksaan, keluarnya hasil pemeriksaan penyakit jantung, kemudian butuh rujukan ke RS dr. Soebandi," ujar Kunin.
    Prosedur rujukan di RS dr. Soebandi mengharuskan rumah sakit asal melampirkan hasil tes swab antigen. Ketika itu, hasil tes kepala dusun tersebut positif Covid-19, dan harus mendapatkan penanganan sesuai prosedur Covid-19. "Sehingga, dengan keluar hasil positif, dipastikan pasien terkonfirmasi Covid-19," katanya.
    Namun, ketika akan dibawa ke RS dr. Soebandi, pasien meninggal. Sehingga, karena terkonfirmasi positif Covid-19, dilakukan pemulangan jenazah dengan protokol Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan supaya tidak menular ke warga. "Pasien masuk rumah sakit jam 2 dini hari, dan meninggalnya jam 8 pagi," ujar Kunin.
    Dikutip dari Kompas.com, Wakil Bupati Jember Balya Firjaun Barlaman mengatakan insiden yang terjadi di RSD Kalisat adalah kesalahpahaman. Dilansir dari Kompas.com, terdapat satu pasien yang sebelumnya sudah punya penyakit jantung, setelah didiagnosis perlu dirujuk ke RS dr. Soebandi. Namun, pasien harus melakukan tes swab terlebih dulu sebagai persyaratan rujukan.
    "Akhirnya, dilakukan tes swab pada pukul 07.00 WIB, ternyata hasilnya positif," ujarnya. Namun, pada pukul 08.00 WIB, kepala dusun tersebut meninggal. Karena itu, prosedur harus dilakukan dengan protokol kesehatan, termasuk dalam pemulasaraan jenazah hingga pemakaman. "Di sini kemudian, masyarakat, ada bahasa di-Covid-kan. Ini yang menyebabkan reaksi."

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaaan fakta Tempo, klaim bahwa seorang kepala dusun di Jember, Jawa Tengah, yang meninggal usai terjatuh di kamar mandi sengaja divonis Covid-19 oleh rumah sakit, menyesatkan. Kepala Dusun Onjur itu datang ke rumah sakit memang karena jatuh. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien ini mengidap penyakit jantung dan butuh dirujuk di RS dr. Soebandi. Menurut prosedur, pasien yang dirujuk ke RS dr. Soebandi harus menjalani hasil tes swab antigen. Berdasarkan hasil tes swab antigen itu, kepala dusun tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    https://www.tempo.co/tag/jember

    https://www.tempo.co/tag/positif-covid-19

    https://www.facebook.com/watch/infoseno.id/

    https://www.facebook.com/100069289950231/videos/105788708407461

    https://regional.kompas.com/read/2021/06/11/161609978/viral-video-warga-geruduk-rs-di-jember-tak-terima-kepala-dusun-yang

    https://www.tempo.co/tag/covid-19

    https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5602216/ratusan-warga-jember-gagal-ambil-paksa-jenazah-pasien-covid-19-dari-rs

    https://www.merdeka.com/peristiwa/kasus-warga-jember-ambil-paksa-jenazah-korban-covid-19-ini-penjelasan-rumah-sakit.html

    https://www.tempo.co/tag/swab-antigen

    https://regional.kompas.com/read/2021/06/11/180108978/warga-tak-terima-kepala-dusun-meninggal-disebut-terpapar-covid-19-ini?page=all

    https://www.tempo.co/tag/tes-swab

    https://www.tempo.co/tag/jawa-tengah

    Publish date : 2021-06-18

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.