Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Swedia Berhenti Gunakan Tes PCR untuk Deteksi Pasien Covid-19
    CekFakta

    Keliru, Swedia Berhenti Gunakan Tes PCR untuk Deteksi Pasien Covid-19

    Jane DoePublish date2021-06-09
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Klaim bahwa Swedia berhenti menggunakan tes PCR untuk mendeteksi pasien Covid-19 beredar di Facebook. Klaim itu terdapat dalam gambar tangkapan layar sebuah unggahan di Instagram yang berisi artikel dalam bahasa Inggris yang berjudul "Sweden stops using PCR Tests".
    Dalam artikel yang diunggah oleh akun ini pada 22 Mei 2021 itu, tertulis bahwa teknologi PCR tidak bisa membedakan antara virus yang mampu menginfeksi sel dan virus yang telah dinetralisir oleh sistem imun. "Dan karena itu tes ini tidak bisa digunakan untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi."
    Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait penggunaan tes PCR untuk mendeteksi Covid-19 di Swedia.

    HASIL CEK FAKTA


    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, beredarnya klaim bahwa Swedia berhenti menggunakan tes PCR untuk mendeteksi pasien Covid-19 bermula dari artikel yang ditulis oleh StreetLoc pada 11 Mei 2021. StreetLoc adalah sebuah platform jejaring sosial multiguna yang bermarkas di Dallas, Amerika Serikat. Platform ini menulis bahwa Swedia berhenti menggunakan tes PCR-RNA untuk mengidentifikasi virus lantaran cara kerjanya membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mendeteksi virus setelah infeksi.
    Artikel ini kemudian menyebar setelah akun Instagram @vaccine_choice_canada ikut membagikannya pada 20 Mei 2021. Artikel itu pun viral usai penulis novel sejarah dan kriminal asal AS, Lynn Brittney, mempertanyakan alasan penghentian tes PCR di Swedia melalui akun Twitter  miliknya pada 24 Mei 2021.
    Brittney membagikan tautan artikel StreetLoc tersebut bersama narasi, "Swedia Berhenti menggunakan Tes PCR - untuk alasan yang dikatakan oleh para ilmuwan baik selama 15 bulan - RNA dari Virus dapat Dideteksi Berbulan-Bulan Setelah Infeksi. Tidak sesuai dengan tujuan.”
    Dilansir dari Kompas.com, tes PCR merupakan tes diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi materi genetik virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2. Tes ini dapat mendeteksi fragmen virus bahkan saat seseorang sudah tidak terinfeksi. Teknologi PCR mampu melihat materi genetik virus dengan teknik amplifikasi atau perbanyakan.
    Lembaga Kesehatan Cleveland, AS, bahkan menemukan bahwa tes PCR tergolong tes yang paling akurat dan andal untuk mendiagnosis Covid-19. Tes PCR mampu mendeteksi materi genetik dari organisme tertentu, seperti virus, dan bisa mendeteksi fragmen virus bahkan setelah seseorang tidak lagi terinfeksi.
    Di Swedia, tes ini masih digunakan sebagai salah satu tes dalam mendiagnosa Covid-19. Dilansir dari Pusat Informasi Kesehatan Swedia, tes PCR menjadi salah satu cara untuk melacak dan mengurangi penyebaran Covid-19. Badan Kesehatan Masyarakat Swedia bahkan mendorong semua orang dengan berbagai gejala untuk dites dengan metode PCR. Hal itu berlaku juga untuk anak-anak dan remaja.
    Anna Wetterqvist, juru bicara Badan Kesehatan Masyarakat Swedia, juga telah menegaskan kepada Reuters bahwa Swedia tidak pernah menangguhkan tes PCR, serta tidak mengubah kebijakan atau pedoman apa pun yang berkaitan dengan penggunaan tes tersebut.
    Dikutip dari Associated  Press  (AP), Badan Kesehatan Masyarakat Swedia sendiri telah melakukan 350 ribu tes PCR setiap minggunya selama April-Mei 2021. Saat ini, Swedia sudah melakukan 9,7 juta tes PCR di seluruh wilayah. Tes PCR masih dianggap aman, mengingat pengujian dilakukan sesuai dengan peraturan untuk penilaian kualitas sebagaimana dinyatakan oleh Undang-Undang Pelayanan Kesehatan dan Medis.
    Pemerintah Swedia pun memberlakukan kewajiban untuk menunjukkan hasil negatif tes Covid-19 dengan tes PCR, LAMP, serta antigen, bagi siapa saja yang ingin memasuki Swedia. Hasil negatif tersebut tidak boleh lebih dari 48 jam antara waktu tes dilakukan dan saat melintasi perbatasan.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Swedia berhenti menggunakan tes PCR untuk mendeteksi pasien Covid-19, keliru. Juru bicara Badan Kesehatan Masyarakat Swedia telah menegaskan bahwa Swedia tidak pernah menangguhkan tes PCR. Saat ini, Badan Kesehatan Masyarakat Swedia justru sedang mendorong semua orang dengan segala gejala untuk dites dengan metode PCR. Pemerintah Swedia pun mewajibkan semua orang yang ingin memasuki negaranya untuk menunjukkan hasil negatif tes Covid-19 salah satunya dengan tes PCR.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    https://www.tempo.co/tag/swedia

    https://web.facebook.com/photo.php?fbid=227915952428974

    https://www.tempo.co/tag/pcr

    https://streetloc.com/news/view/7aj/sweden-stops-using-pcr-tests--rna-from-viruses-can-be-detected-for

    https://www.instagram.com/p/CPE4yrNnChV/

    https://twitter.com/LynnBrittney2/status/1396798656884453379

    https://health.kompas.com/read/2021/03/24/120100168/perbedaan-swab-antigen-dan-pcr-dalam-pemeriksaan-covid-19?page=all

    https://www.tempo.co/tag/virus-corona

    https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/21462-covid-19-and-pcr-testing

    https://www.krisinformation.se/en/hazards-and-risks/disasters-and-incidents/2020/official-information-on-the-new-coronavirus/tests-vaccine-and-treatments

    https://www.reuters.com/article/factcheck-coronavirus-sweden-idUSL2N2NJ0M4

    https://apnews.com/article/fact-checking-614604844829

    https://apnews.com/article/fact-checking-614604844829

    https://www.tempo.co/tag/covid-19

    https://www.tempo.co/tag/pasien-covid-19

    Publish date : 2021-06-09

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.