Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Kebiasaan Minum Air Es Sebabkan Penyakit Jantung
    CekFakta

    Keliru, Kebiasaan Minum Air Es Sebabkan Penyakit Jantung

    Jane DoePublish date2021-03-29
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Pesan berantai yang berjudul "Musuh Jantung adalah Air Es" beredar di Facebook dalam beberapa hari terakhir. Pesan ini berisi klaim bahwa kebiasaan minum air es menyebabkan penyakit jantung. "Jantung pantangannya adalah semua makanan dan minuman yang bersifat dingin. Jangan minum air es," demikian narasi di awal pesan itu.
    Menurut pesan berantai tersebut, informasi bahwa mengkonsumsi minuman dan makanan dingin dapat menyebabkan penyakit jantung ini berasal dari para dokter yang ahli di bidang penyakit jantung di berbagai belahan dunia. "Air dingin bisa membeku atau menggumpalkan minyak atau lemak makanan yang baru ditelan, bahkan bisa menyebabkan pencernaan dalam lambung menjadi lamban."
    Begitu gumpalan tersebut bertemu asam lambung, ia akan terurai dengan cepat dan diserap oleh usus, lalu menempel di dinding usus. Tak lama kemudian, gumpalan ini berubah menjadi lemak. "Jika terus-menerus seperti ini, lama-kelamaan akan menyebabkan penyakit, bahkan tumor atau kanker," demikian narasi dalam pesan itu yang dibagikan oleh akun ini pada 27 Maret 2021.

    HASIL CEK FAKTA


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri informasi dan pemberitaan terkait yang pernah dimuat oleh sumber-sumber kredibel. Hasilnya, ditemukan bahwa pesan ini setidaknya telah beredar di Indonesia sejak Februari 2019. Ketika itu, situs kesehatan Klik Dokter telah menyatakan bahwa klaim dalam pesan tersebut hoaks.
    Menurut laporan Klik Dokter pada 15 Februari 2019, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Yoga Yuniadi, mengatakan bahwa suhu air sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegagalan organ jantung. Dia mengatakan semua jenis makanan, mulai dari es hingga makanan yang baru matang sekali pun (bersuhu panas), akan mengalami penyesuaian suhu ketika memasuki saluran pencernaan.
    Yoga pun menjelaskan timbulnya penyakit jantung bukan karena suhu air atau makanan yang dingin atau panas, melainkan kandungan zat di dalamnya. Misalnya, jika makanan yang dikonsumsi tinggi kolesterol dan lemak, baik dalam suhu panas ataupun dingin, akan tetap berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung.
    Dikutip dari artikel Kompas.com pada 22 Agustus 2019, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Tuko Srimulyo, mengatakan isi pesan berantai tersebut tidak sepenuhnya benar. Menurut dia, air dingin hanya berbahaya bagi penderita penyakit jantung koroner tidak stabil.
    "Dingin, udara maupun makanan dan minuman, hanya tidak baik bagi pasien penyakit jantung koroner tidak stabil. PJ koroner yang stabil tidak mengapa minum dingin. Pergi ke Swiss pun tidak masalah," kata Tuko. Jenis penyakit jantung memang beragam, mulai dari PJ katup, PJ hipertensi, PJ tiroid, PJ paru, PJ bawaan, hingga PJ koroner.
    Terkait klaim bahwa minum air dingin bisa menyebabkan lemak dalam tubuh menggumpal, menurut Tiko, hanya mitos. "Penggumpalan lemak dalam pembuluh darah, atau bahkan di dalam jantung akibat minum dingin, hanyalah mitos," ujar dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ini.
    Meskipun begitu, menurut Tuko, minum air dingin bisa menyulitkan proses pencernaan lemak. "Tapi sebatas di lambung dan saluran pencernaan, sehingga pasien terasa kembung, begah, sensasi sesak yang timbul akibat penumpukan gas di lambung," katanya.
    Dilansir dari Australian Associated Press (AAP), pesan berantai itu sebenarnya telah beredar di internet sejak 2006. Yutang Wang, dokter spesialis penyakit kardiovaskular, menyatakan bahwa tidak ada penelitian ilmiah yang mendukung klaim bahwa minum air dingin akan menyumbat pembuluh darah jantung, dan menyebabkan serangan jantung.
    "Penyebab utama serangan jantung adalah penumpukan plak (aterosklerosis) di arteri. Ketika plak yang lepas tersangkut di arteri dan menghalangi suplai darah ke jantung, serangan jantung terjadi," ujar dosen ilmu alam di Federation University Australia ini.
    The Heart Foundation juga mengatakan bahwa tidak ditemukan bukti substantif yang menunjukkan bahwa minum air dingin dapat menyebabkan serangan jantung. Terkait klaim bahwa minum air dingin menyebabkan kanker, Clare Hughes, ketua komite aktivitas fisik dan nutrisi Cancer Council Australia pun mengatakan tidak ada bukti bahwa minum air dingin meningkatkan risiko kanker, termasuk kanker perut dan usus.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa kebiasaan minum air es menyebabkan penyakit jantung, keliru. Klaim tersebut telah dibantah oleh para ahli. Sejauh ini, tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa minum air dingin akan menyumbat pembuluh darah jantung, dan menyebabkan serangan jantung. Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Tuko Srimulyo, air dingin hanya berbahaya bagi penderita penyakit jantung koroner tidak stabil.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    https://www.tempo.co/tag/air-es

    https://www.tempo.co/tag/jantung

    https://web.facebook.com/AishahdanZharfa/posts/4248274028597061?__xts__[0]=68.ARBgHzLXUGdAnrfloz9HpdyTFXe49t39WqpvdscC9WaQPGgX7PD2iXM9x_00oWCE125vZHGytoYftwzCcFX9xkZB8FvO9Uo3mc8Xqh3qoT5jEG6W0thXFchWaC7uUBYjCvmIuqe-6wJ3yDHczBw27n8CaQ7Vy_4RpHC8ozIeXumF50QgBYjYKuY4WBQhoNbUyHksPRRs8dD3AauiU7P-aYjc5yHGP1OX7EVX_i8INxlIq2kqU9cfyNHzBewDVMX3kSFtcSQXVQA8SYKadz6CU-kvORHvFYHWVA

    https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3623147/benarkah-sering-minum-air-es-picu-penyakit-jantung

    https://www.tempo.co/tag/penyakit-jantung

    https://www.kompas.com/tren/read/2019/08/22/155231865/viral-minum-air-dingin-sebabkan-penyakit-jantung-ini-kata-dokter?page=all

    https://www.tempo.co/tag/air-dingin

    https://www.aap.com.au/experts-pour-cold-water-on-warm-water-health-benefits/

    https://www.tempo.co/tag/serangan-jantung

    https://www.tempo.co/tag/jantung-koroner

    Publish date : 2021-03-29

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.