Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Sesat, Foto Satelit Ini Diklaim Tunjukkan Retakan Bawah Laut Akibat Gempa Sulawesi Barat
    CekFakta

    Sesat, Foto Satelit Ini Diklaim Tunjukkan Retakan Bawah Laut Akibat Gempa Sulawesi Barat

    Jane DoePublish date2021-02-04
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Gambar tangkapan layar dari Google Maps yang menunjukkan foto satelit wilayah Tanjung Tapalang, Sulawesi Barat, beredar di Facebook. Foto satelit tersebut diklaim menunjukkan retakan bawah laut akibat gempa Sulawesi Barat. Dalam foto ini, memang terlihat galur-galur berwarna biru tua di bagian laut.
    Salah satu akun yang membagikan foto tersebut adalah akun Firman Syah Rezeck, tepatnya pada 1 Februari 2021. Akun ini menulis, "Retakan Bawah Laut Akibat Gempa #LautTapalang #PrayForSulbar." Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah mendapatkan 32 reaksi dan 10 komentar serta dibagikan sebanyak 57 kali.
    Foto itu beredar setelah gempa dengan magnitudo 6,2 terjadi di Sulbar pada 15 Januari 2021 dini hari. Gempa tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan roboh. Sebanyak 84 orang meninggal akibat gempa ini. Badan SAR Nasional (Basarnas) mengatakan puluhan korban gempa itu merupakan penduduk Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Firman Syah Rezeck yang memuat klaim menyesatkan terkait foto satelit yang diunggahnya.

    HASIL CEK FAKTA


    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, garis-garis berwarna biru tua itu memang terlihat dalam foto satelit wilayah Tanjung Tapalang, Sulawesi Barat, di Google Maps. Namun, garis-garis tersebut bukan retakan bawah laut yang diakibatkan oleh gempa.
    Tempo mula-mula memeriksa wilayah Tanjung Tapalang yang berada di Kabupaten Mamuju tersebut melalui Google Maps. Dalam tampilan satelit di Google Maps yang direkam pada 2021, memang terlihat adanya garis-garis berwarna biru tua di sepanjang lautan.
    Tempo kemudian meminta penjelasan dari Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono. Menurut dia, garis-garis biru tua itu memang penampakan dasar laut, tapi bukan karena dampak gempa Sulawesi Barat pada 15 Januari 2021. “Memang strukturnya demikian,” kata Daryono pada 4 Februari 2021.
    Menurut Daryono, struktur dasar laut memiliki batuan atau material yang lemah sehingga mudah tergerus air atau terdeformasi. Struktur ini sama dengan struktur yang ada di darat, yang terjadi secara alamiah. “Itu memang alamiah, karena material dasar laut sebenarnya mirip seperti di darat juga. Ada yang keras, ada yang lemah, ada yang gampang erosi, ada yang tidak."
    Dia pun meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan hal tersebut. “Tidak apa-apa, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujar Daryono.
    Tampilan struktur bawah laut di wilayah Sulbar terlihat lebih jelas di Google Earth. Google Earth adalah program pemetaan dan penandaan geografis unik yang menggunakan citra komposit untuk membentuk peta bumi yang komprehensif dan interaktif dengan menggabungkan lebih dari satu miliar citra satelit dan udara.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto satelit tersebut menunjukkan retakan bawah laut akibat gempa Sulawesi Barat, menyesatkan. Garis-garis berwarna biru tua itu memang terlihat dalam foto satelit wilayah Tanjung Tapalang, Sulbar, di Google Maps. Namun, garis-garis tersebut bukan retakan bawah laut akibat gempa, melainkan proses alami karena adanya batuan atau material yang lemah yang kemudian tergerus air atau terdeformasi.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    https://www.tempo.co/tag/gempa-sulawesi-barat

    https://archive.is/7DOQC

    https://www.tempo.co/tag/majene

    https://www.tempo.co/tag/mamuju

    https://www.tempo.co/tag/sulawesi-barat

    https://www.google.com/maps/@-2.8585896,118.8259674,3703m/data=!3m1!1e3

    https://www.tempo.co/tag/gempa

    https://earth.google.com/web/search/Tapalang,+Mamuju+Regency,+West+Sulawesi,+Indonesia/@-2.7966692,118.33311066,15.3226925a,447386.7115581d,35y,0h,0t,0r/data=CigiJgokCV6hSYfbrRFAEY8RK32h2BBAGSib_2X3T1lAIcnLw-rFNllA

    Publish date : 2021-02-04

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.