Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»[Fakta atau Hoaks] Benarkah Erick Thohir Sebut Tak Akan Copot Ahok Karena Punya Kepentingan dengan Cina?
    CekFakta

    [Fakta atau Hoaks] Benarkah Erick Thohir Sebut Tak Akan Copot Ahok Karena Punya Kepentingan dengan Cina?

    Jane DoePublish date2020-09-08
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Klaim bahwa Menteri BUMN Erick Thohir menyebut tidak akan mencopot Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok beredar di media sosial. Menurut klaim tersebut, Ahok tidak akan dicopot karena pemerintah memiliki kepentingan dengan Cina.
    Klaim itu terdapat dalam gambar tangkapan layar artikel di situs ID Today yang berjudul "Ahox Tidak Akan Dicopot, Erik Thohir: Kami Punya Kepentingan dengan Cina, Mohon Dipahami". Artikel tersebut diterbitkan pada 27 Agustus 2020, tak lama setelah Pertamina mencatatkan kerugian sekitar Rp 11 triliun pada semester I 2020.
    Di Facebook, gambar tangkapan layar itu dibagikan salah satunya oleh akun Thomas Udin Edison, yakni pada 31 Agustus 2020. Akun ini pun memberikan narasi yang ditulis dalam huruf kapital, “Sontoloyo ... Kenapa kita harus paham dengan kepentingan mereka ... Seharusnya mereka yang harus pahami kondisi rakyat negeri sendiri! Ternyata mereka hanya numpang berbisnis di Indonesia dengan korbankan rakyatnya!!”
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Thomas Udin Edison.
    Apa benar Erick Thohir menyatakan tidak akan mencopot Ahok karena mempunyai kepentingan dengan Cina?

    HASIL CEK FAKTA


    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, Menteri BUMN Erick Thohir tidak pernah menyatakan “tidak mencopot Ahok karena mempunyai kepentingan dengan Cina”. Judul berita ini adalah hasil suntingan. Hal ini terlihat dari dua kekeliruan dalam penulisan nama dalam judul tersebut, yakni “Ahox” yang seharusnya “Ahok” dan “Erik” yang seharusnya “Erick”.
    Judul itu merupakan suntingan dari versi aslinya yang berbunyi “Ahok Tidak Akan Dicopot, Erick Thohir: Kerugian Pertamina Masih Lebih Baik Dibanding Perusahaan Lain”. Judul ini merupakan judul berita situs RMOL.id pada 27 Agustus 2020. Berita ini juga memuat foto Ahok seperti yang digunakan dalam gambar tangkapan layar yang dibagikan oleh akun Thomas Udin Edison.
    Tempo mendapatkan berita versi asli tersebut dengan memasukkan kata kunci “Ahok Tidak Akan Dicopot” ke mesin pencarian Google. Selain RMOL.id, Tempo tidak menemukan berita dengan judul serupa maupun judul “tidak mencopot Ahok karena mempunyai kepentingan dengan Cina” di situs ID Today.
    Dalam berita tersebut, RMOL.id menulis bahwa belum ada rencana pergantian direksi BUMN dalam waktu dekat, termasuk Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, meskipun mengalami kerugian hingga Rp 11,13 triliun pada semester I 2020.
    Menteri BUMN Erick Thohir menyebut perombakan tidak dilakukan karena kondisi keuangan Pertamina dinilai masih lebih baik daripada perusahaan lainnya di tengah pandemi Covid-19. "Pertamina kan ruginya kelihatan, kalau kita perbandingkan dengan Exxon dengan Emik, jauhlah. Justru, perusahan yang lain itu jauh lebih rugi dari Pertamina," ujar Erick di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada 27 Agustus 2020.
    Pernyataan Erick tersebut juga dimuat oleh Tempo. Menurut dia, kinerja Pertamina dinilai lebih baik ketimbang perusahaan migas lainnya di tengah pandemi Covid-19. "Pertamina kan ruginya kelihatan, kalau kita perbandingkan dengan Exxon dengan Eni (Eni S.p.A, perusahaan migas multinasional Italia), jauhlah. Justru, perusahaan yang lain itu jauh lebih rugi dari Pertamina," kata Erick usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, pada 27 Agustus 2020.
    Erick lalu menyebut bahwa, selama ini, ia berprinsip jajaran direksi perusahaan tidak perlu dirombak selama kinerjanya baik. "Saya prinsipnya angkat direksi jangan diganti-ganti. Kan saya di awal sudah bilang, selama KPI-nya (Key Performance Indicators) tercapai. Terus dibilang, Pak Erick pilih kasih main pecat-pecat saja, enggak lho."
    Erick mengatakan, pergantian direksi maupun komisaris hanya dilakukan bila KPI dari sejumlah perusahaan plat merah berada di bawah standar yang ditentukan. Terkait hal ini, menurut dia, kinerja Pertamina cukup baik di mana, dalam kondisi Covid-19, perseroan tetap dapat menjaga ketersediaan minyak di dalam negeri.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Erick Thohir menyatakan tidak akan mencopot Ahok karena mempunyai kepentingan dengan Cina, keliru. Judul artikel yang memuat klaim itu adalah hasil suntingan, dari judul asli berita yang dimuat oleh RMOL.id yang berbunyi "Ahok Tidak Akan Dicopot, Erick Thohir: Kerugian Pertamina Masih Lebih Baik Dibanding Perusahaan Lain".
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    https://www.tempo.co/tag/erick-thohir

    https://s.id/qDEuj

    https://politik.rmol.id/read/2020/08/27/449920/ahok-tidak-akan-dicopot-erick-thohir-kerugian-pertamina-masih-lebih-baik-dibanding-perusahaan-lain

    https://www.tempo.co/tag/basuki-tjahaja-purnama

    https://bisnis.tempo.co/read/1380149/pertamina-rugi-rp-11-t-erick-thohir-pastikan-direksi-dan-komisaris-tak-diganti

    https://www.tempo.co/tag/pertamina

    https://www.tempo.co/tag/ahok

    Publish date : 2020-09-08

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.