Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»[Fakta atau Hoaks] Benarkah Suntik KB Bisa Sebabkan Penyakit Kista Ovarium?
    CekFakta

    [Fakta atau Hoaks] Benarkah Suntik KB Bisa Sebabkan Penyakit Kista Ovarium?

    Jane DoePublish date2020-08-12
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sebuah tulisan panjang yang menyebut suntik KB setiap tiga bulan bisa menyebabkan penyakit kista ovarium beredar di media sosial. Menurut tulisan tersebut, kista ovarium disebabkan oleh penimbunan darah kotor atau darah haid dalam jangka panjang. Penimbunan darah kotor ini diklaim terjadi karena, setelah suntik KB, darah haid berhenti total.
    "Coba ibu-ibu bayangkan, ke manakah larinya darah kotor (haid) jika tidak keluar pada waktunya. Serem ya mak... Darah kotor bakal berhenti di dinding rahim, terus dan terus menumpuk. Jika sudah menumpuk, darah haid bisa berlari ke sel-sel darah aktif. Penyakit ini (kista ovarium) akan dirasakan pada jangka panjang nanti," demikian klaim dalam tulisan itu.
    Di Facebook, tulisan tersebut dibagikan salah satunya oleh akun ED Jaya Grosir Jombang, yakni pada 7 Agustus 2020. Dalam unggahannya, akun ini pun menyertakan kolase yang berisi tiga foto yang diklaim sebagai foto pengangkatan kista ovarium seberat 2 kilogram.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook ED Jaya Grosir Jombang.
    Namun, apa benar suntik KB bisa menyebabkan penyakit kista ovarium?

    HASIL CEK FAKTA


    Dilansir dari situs kesehatan Halodoc, setiap metode kontrasepsi, termasuk yang berjenis hormonal, memiliki efek samping. Suntik KB setiap tiga bulan merupakan salah satu alat kontrasepsi hormonal yang mengandung progestin, yakni hormon yang menyerupai hormon progesteron yang diproduksi oleh ovarium.
    Salah satu efek samping suntik KB adalah perubahan siklus menstruasi, baik menjadi lebih panjang maupun lebih pendek. Pada penggunaan pertama, terjadi haid berkepanjangan, flek, lalu haid akan menjadi jarang atau berhenti sama sekali. Sekitar 40 persen pengguna suntik KB berhenti haid setelah satu tahun pemakaian.
    Namun, ini adalah efek samping yang tidak berbahaya sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Berhentinya haid tidak berarti darah kotor menstruasi menumpuk. Alat kontrasepsi hormonal menekan penebalan dinding rahim yang biasanya luruh dalam bentuk darah menstruasi, sehingga tidak ada darah yang harus diluruhkan.
    Hal serupa juga dijelaskan oleh dokter Christian Chandra di situs kesehatan Alodokte r. Menurut dia, terkait penumpukan darah kotor setelah suntik KB, hal itu biasanya tidak terjadi. "Dalam beberapa sumber yang diketahui pun, tidak pernah dituliskan bahwa salah satu efek samping dari suntik KB setiap tiga bulan dapat menimbulkan kondisi di mana terjadinya penumpukan darah kotor pada rahim," ujarnya.
    Christian menuturkan bahwa kondisi itu mungkin saja terjadi jika terdapat penyakit lain yang menyertai saat sedang menggunakan alat kontrasepsi ini. "Sehingga, pada keadaan ini, disalahartikan bahwa suntik KB-lah yang menjadi dasar dari timbulnya permasalahan tersebut," kata Christian.
    Dilansir dari Liputan6.com, dokter spesialis ginekologi dan onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais, Muhammad Yusuf, pun menyatakan klaim bahwa suntik KB bisa menyebabkan kista ovarium tidak benar. Justru, menurut dia, KB merupakan salah satu cara untuk mengurangi risiko terkena kista ovarium. "Penelitian menunjukkan risikonya sangat rendah dibandingkan dengan wanita yang bukan KB," ujar Yusuf pada 29 Juni 2020.
    Hal ini juga dijelaskan oleh ahli madya kebidanan Ema Prima Hartiningtyas dalam artikel di situs resmi RSUP Dokter Soeradji Klaten serta dokter spesialis obstetri dan ginekologi Boy Abidin dalam berita di CNN Indonesia. Keduanya menuturkan bahwa menggunakan pil KB merupakan salah satu cara untuk menurunkan risiko terkena kista ovarium.
    Dikutip dari situs Bedsider, salah satu cara utama metode kontrasepsi hormonal, termasuk suntik dan pil KB, mencegah kehamilan adalah dengan menghentikan ovulasi. Dengan demikian, metode ini dapat mengurangi terbentuknya kista ovarium, karena proses ovulasilah yang menyebabkan terbentuknya kista. Meskipun begitu, dikutip dari situs Pandia Health, pil KB tidak akan menghilangkan kista yang sudah ada.
    Dilansir dari situs kesehatan Halodoc, terdapat sejumlah pemicu timbulnya kista ovarium. Beberapa di antaranya adalah gangguan hormon, haid dini, kolesterol tinggi, stres, konsumsi obat subur, merokok, konsumsi minuman beralkohol, dan terinfeksi parasit, kuman, atau bakteri pada organ intim.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa suntik KB bisa menyebabkan penyakit kista ovarium keliru. Justru, KB merupakan salah satu cara untuk mengurangi risiko terkena kista ovarium. Suntik KB memang bisa menimbulkan perubahan siklus menstruasi, termasuk berhenti haid. Namun, berhentinya haid tidak berarti darah kotor menstruasi menumpuk. Alat kontrasepsi hormonal menekan penebalan dinding rahim yang biasanya luruh dalam bentuk darah menstruasi, sehingga tidak ada darah yang harus diluruhkan.
    IBRAHIM ARSYAD | ANGELINA ANJAR SAWITRI
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    https://www.tempo.co/tag/kista-ovarium

    https://www.tempo.co/tag/kb

    http://archive.ph/HwRom

    https://www.halodoc.com/artikel/7-efek-samping-suntik-kb-dan-penanganannya

    https://www.alodokter.com/komunitas/topic/kb-suntik-3-bulan-20

    https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4291831/cek-fakta-tidak-benar-suntik-kb-sebabkan-penyakit-kista-ovarium

    https://rsupsoeradji.id/jangan-takut-dengan-kista-ovarium/

    https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160526031154-255-133497/menepis-mitos-buruk-pil-kontrasepsi

    https://www.bedsider.org/features/223-ovarian-cysts-no-biggie-but-birth-control-can-help

    https://www.tempo.co/tag/pil-kb

    https://www.pandiahealth.com/resources/lowering-risk-of-ovarian-cysts-using-birth-control/#:~:text=Birth%20control%2C%20such%20as%20the,can%20prevent%20them%20from%20forming.

    https://www.halodoc.com/artikel/10-hal-ini-bisa-menyebabkan-kista-ovarium

    https://www.tempo.co/tag/kista

    Publish date : 2020-08-12

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.