Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Demo Mahasiswa yang Tuntut Jokowi Mundur Saat Pandemi Covid-19?
    CekFakta

    [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Demo Mahasiswa yang Tuntut Jokowi Mundur Saat Pandemi Covid-19?

    Jane DoePublish date2020-06-05
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Video yang memperlihatkan demo mahasiswa yang menuntut agar Presiden Joko Widodo atau Jokowi turun dari jabatannya viral di media sosial. Unjuk rasa dalam video yang berdurasi 1 menit 52 detik tersebut diklaim terjadi pada 2 Juni 2020 lalu.
    Dalam video itu, terlihat long march mahasiswa dengan jas almamater dari berbagai perguruan tinggi. Mereka meneriakkan kata-kata "Jokowi turun" secara berulang-ulang. Terlihat pula sebuah mobil komando serta spanduk bertuliskan "Kita tidak sedang bercanda".
    Di YouTube, video itu dibagikan salah satunya oleh kanal Suara Mambruk, yakni pada 2 Juni 2020. Video ini diberi judul "selasa 2 Juni 2020 Aksi mahasiswa tuntut Jokowi turun dari presiden". Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah ditonton lebih dari 29 ribu kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan kanal YouTube Suara Mambruk.
    Sementara di Facebook, di tanggal yang sama, video itu diunggah oleh akun Kustini Sastromihardjo. Video tersebut diberi narasi, "JAKARTA-INDONESIA, terkini yel-yel Mahasiswa #JkwiTurun". Hingga artikel ini dimuat, unggahan ini telah dibagikan lebih dari 3.200 kali.
    Apa benar video tersebut adalah video demo mahasiswa yang tuntut Presiden Jokowi mundur dari jabatannya saat pandemi Covid-19?

    HASIL CEK FAKTA


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula mengambil gambar tangkapan layar video itu dan menelusurinya dengan reverse image tool Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa video tersebut pernah diunggah oleh akun Twitter @Semut_Ibrahim_ pada 25 September 2019, sebelum terjadinya pandemi Covid-19.
    Akun ini memberikan narasi, "25/9/19 Update siang ini #AksiMahasiswa gabungan di #Jakarta mereka meneriakkan yel..yel.. #jokowiturun." Namun, akun itu kemudian meralat lokasi digelarnya aksi mahasiswa tersebut, "Ralat ini di #Palembang..."
    Berdasarkan petunjuk ini, Tempo melakukan pencarian di Google dengan kata kunci "video aksi mahasiswa Palembang 25 September 2019". Hasilnya, ditemukan penjelasan dari akun Twitter Polda DIY, @PoldaJogja, pada 4 Juni 2020 bahwa narasi yang menyertai video tersebut hoaks.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter Polda DIY.
    "Faktanya video tersebut merupakan aksi mahasiswa di Palembang, Sumatera Selatan yang diposting dalam platform media sosial Facebook dengan nama Singa Marota Ibra pada 25 September 2019. Be Smart Netizen Yaa Sobat Polri. Saring Sebelum Sharing," demikian keterangan Polda DIY.
    Di Facebook, Divisi Humas Polri juga mengunggah penjelasan yang sama. Menurut Divisi Humas Polri, judul video di kanal YouTube Suara Mambruk tidak benar. Divisi Humas Polri pun membagikan kembali video demo mahasiswa di Palembang itu dengan dibubuhi stempel "hoax".
    Berdasarkan penelusuran lokasi di Google Maps, Tempo menemukan bahwa video tersebut diambil dari depan Gedung Perjuangan Wanita Sumatera Selatan. Gedung ini berada di Jalan Kapten A. Rivai, Palembang. Hal tersebut terlihat dari tiang besi stasiun LRT Palembang yang bercat biru serta pagar Gedung Perjuangan Wanita yang bercat merah-putih. Tiang dan pagar ini sempat terlihat dalam video unggahan kanal Suara Mambruk maupun akun Kustini Sastromihardjo.
    Gambar tangkapan layar lokasi Gedung Perjuangan Wanita Sumatera Selatan di Google Maps.
    Demo mahasiswa di Palembang
    Pada 24 September 2019, mahasiswa di berbagai daerah memang serentak menggelar demonstrasi yang menuntut pembatalan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) bermasalah. Menurut arsip berita Tempo pada 25 September 2019, selain di Jakarta, unjuk rasa juga digelar di Makassar, Jambi, Palembang, Medan, Bandung, dan sebagainya.
    Dilansir dari Tirto.id, para mahasiswa tersebut menolak revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), RUU Agraria, dan RUU Ketenagarkejaan. Mereka juga menyuarakan tentang kriminalisasi terhadap para aktivis.
    Dikutip dari CNN Indonesia, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Palembang yang turun ke jalan ini mengatasnamakan dirinya "Sumsel Melawan". Mereka melakukan long march sejauh 3 kilometer, yakni dari Kambang Iwak Jalan Tasik menuju Gedung DPRD Sumatera Selatan di Jalan Pom IX. Aksi ini bertepatan dengan pelantikan Anggota DPRD Sumsel 2019-2024.
    Namun, dilansir dari Kompas.com, demo mahasiswa di Palembang ini diwarnai kericuhan. Bentrokan antara polisi dan mahasiswa terjadi saat unjuk rasa berlangsung. Kericuhan ini mengakibatkan 28 mahasiswa terluka. Para mahasiswa tersebut berasal dari Universitas Sriwijaya, Universitas PGRI, Universitas Muhammadiyah, Universitas Islam Negeri Raden Fatah, dan sebagainya.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video demo mahasiswa yang tuntut Presiden Jokowi mundur dari jabatannya saat pandemi Covid-19 menyesatkan. Video itu merupakan video demo mahasiswa di Palembang pada September 2019, sebelum adanya pandemi Covid-19. Pada 24 September 2019, mahasiswa di berbagai daerah memang serentak menggelar unjuk rasa yang menuntut pembatalan sejumlah RUU bermasalah.
    IBRAHIM ARSYAD
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    http://archive.ph/7sSua

    http://archive.ph/aU9cX

    https://twitter.com/Semut_Ibrahim_/status/1176752116846624773

    https://twitter.com/PoldaJogja/status/1268490656575483904

    https://web.facebook.com/watch/?v=1436982159835204

    https://www.google.com/maps/@-2.9786303,104.7488596,3a,75y,20.39h,90t/data=!3m6!1e1!3m4!1sFrzbyxf61CLt39a8op-kxw!2e0!7i16384!8i8192

    https://www.tempo.co/abc/4761/aksi-demo-mahasisws-di-sejumlah-kota-di-indonesia-berakhir-ricuh

    https://tirto.id/demo-mahasiswa-palembang-jakarta-hari-ini-apa-ruu-yang-ditolak-eiCW

    https://m.cnnindonesia.com/nasional/20190924102832-20-433285/ribuan-mahasiswa-dan-aktivis-sumsel-melawan-turun-ke-jalan

    https://palembang.kompas.com/read/2019/09/25/10555771/demo-mahasiswa-di-palembang-korban-luka-bertambah-jadi-28-orang

    Publish date : 2020-06-05

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.