Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Jumlah Anggaran Penanganan Corona di Jakarta, Jateng, Jabar, dan Musi Banyuasin?
    CekFakta

    [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Jumlah Anggaran Penanganan Corona di Jakarta, Jateng, Jabar, dan Musi Banyuasin?

    Jane DoePublish date2020-04-07
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sebuah infografis yang memperlihatkan perbandingan jumlah anggaran penanganan pandemi virus Corona Covid-19 di empat wilayah beredar di media sosial. Empat wilayah itu terdiri dari Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah, dan Provinsi Jawa Barat, serta Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
    Dalam infografis itu, tertulis bahwa anggaran penanganan Covid-19 DKI Jakarta paling kecil dibandingkan tiga wilayah lainnya, yakni Rp 130 miliar. Padahal, DKI Jakarta memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) paling tinggi ketimbang tiga wilayah lainnya, yakni Rp 87,9 triliun.
    Menurut infografis itu, anggaran penanganan Covid-19 paling besar dikeluarkan oleh Jawa Tengah, yakni Rp 1,4 triliun dari APBD sebesar Rp 28,3 triliun. Sementara itu, anggaran penanganan Covid-19 Jawa Barat dan Musi Banyuasin sama, yakni Rp 50 miliar. APBD Jawa Barat mencapai Rp 46 triliun dan APBD Musi Banyuasin sebesar Rp 4,1 triliun.
    Salah satu akun di Facebook yang membagikan infografis itu adalah akun Yusuf Muhammad, yakni pada 2 April 2020. Akun ini pun menulis narasi, "Kenapa banyak pendukung pak Abas yang terkejut dan mendadak bergetar melihat info grafis ini? Padahal ini masih sementara, siapa tahu nanti pak Abas berubah pikiran dan anggarkan 20 Triliun utk penanganan corona di DKI. Pak Abas kan sangat peduli warganya, betul?"
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Yusuf Muhammad.
    Bagaimana kebenaran data anggaran penanganan Covid-19 dalam infografis di atas?

    HASIL CEK FAKTA


    Karena tidak dicantumkan sumber yang dirujuk oleh infografis tersebut, Tim CekFakta Tempo membandingkan data dalam infografis di atas dengan jumlah anggaran penanganan pandemi virus Corona Covid-19 di keempat wilayah itu yang dipublikasikan oleh situs resmi mereka ataupun media arus utama per 2 April 2020.
    1. DKI Jakarta
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang mengucurkan anggaran penanganan Covid-19 tahap pertama sebesar Rp 130 miliar melalui Instruksi Sekretaris Daerah DKI Nomor 24 Tahun 2020 pada 17 Maret 2020. Namun, sampai 2 April 2020, DKI Jakarta telah menambah anggaran penanganan Covid-19 hingga Rp 1,3 triliun. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun berjanji akan menambah anggaran sebesar Rp 2 triliun untuk digunakan hingga akhir Mei.
    Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi DKI Jakarta, Edi Sumantri, menjelaskan alokasi anggaran tersebut berasal dari pemanfaatan belanja tidak terduga, penundaan sejumlah Penanaman Modal Daerah khususnya anggaran infrastruktur pelaksanaan Formula E, dan penundaan pembelian tanah. Dengan begitu, anggaran tersebut dapat dimanfaatkan dalam penanggulangan pandemi Covid-19.
    Sumber: Situs resmi DKI Jakarta, Tempo, dan Media Indonesia
    2. Musi Banyuasin
    Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin benar menyiapkan dana sebesar Rp 500 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19 dari realokasi 30 persen APBD 2020. Anggaran itu ditujukan untuk bantuan tunai, bantuan sembako, pembelian alat pelindung diri (APD) serta alat kesehatan, penanganan Covid-19, dan jaring pengaman sosial lainnya.
    Sumber: Bisnis.com dan IDN Times
    3. Jawa Tengah
    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah benar menyiapkan anggaran Rp 1,4 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19. Sekitar Rp 1 triliun akan digunakan sebagai bantuan sosial bagi masyarakat masing-masing sebesar Rp 200 ribu per bulan dalam bentuk barang atau kebutuhan pokok selama tiga bulan berturut-turut. Sedikitnya terdapat 1,8 juta warga yang belum masuk dalam daftar masyarakat miskin dan akan menerima bantuan langsung tunai. Selama ini, mereka tidak terdaftar dalam Program Keluarga Harapan, Kartu Indonesia Sehat, maupun kelompok rentan.
    Sumber: Situs resmi Jawa Tengah dan Tempo
    4. Jawa Barat
    Pada tahap pertama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan pergeseran alokasi anggaran sebesar Rp 48 miliar. Dana itu dialokasikan untuk memberikan sekitar 20 ribu alat pelindung diri (APD) dan 20 ribu alat rapid testl serta menambah fasilitas di berbagai rumah sakit rujukan. Pada pekan ketiga Maret 2020, Pemprov Jawa Barat kembali melakukan realokasi anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk penanganan Covid-19. Namun, pada 3 April 2020, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa daerahnya menganggarkan Rp 16 triliun untuk mengatasi Covid-19. Jumlah tersebut terdiri dari Rp 3,2 triliun anggaran tunai dan pangan yang akan dibagikan kepada masyarakat terdampak serta Rp 13 triliun untuk proyek-proyek padat karya.
    Sumber: Detik.com, Kompas.com, dan Liputan6.com

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, data jumlah anggaran penanganan pandemi virus Corona Covid-19 DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Musi Banyuasin dalam infografis di atas sebagian benar.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    http://archive.ph/iOR2b

    http://data.jakarta.go.id/jalahoaks/detail/Hoaks-Anggaran-Penanganan-COVID-19-Pemprov-DKI-Jakarta-Hanya-130-Miliar

    https://metro.tempo.co/read/1327187/anies-baswedan-siapkan-rp-3-triliun-untuk-lawan-pandemi-corona

    https://mediaindonesia.com/read/detail/298638-lawan-covid-19-pemprov-dki-siapkan-rp-130-miliar

    https://sumatra.bisnis.com/read/20200331/533/1220429/pemkab-musi-banyuasin-siapkan-rp500-miliar-untuk-tangani-corona

    https://sumsel.idntimes.com/news/sumsel/muhammad-rangga-erfizal/muba-anggarkan-rp500-miliar-untuk-pencegahan-dan-dampak-covid/full

    https://jatengprov.go.id/publik/mayoritas-anggaran-covid-19-pemprov-jateng-untuk-bansos-warga-miskin/

    https://nasional.tempo.co/read/1325444/ganjar-anggarkan-rp-14-triliun-untuk-tangani-corona

    https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4952119/pemprov-jabar-siapkan-dana-rp-500-m-untuk-tangani-corona/1

    https://nasional.kompas.com/read/2020/04/03/19310761/lapor-ke-wapres-jabar-siapkan-rp-16-triliun-untuk-dampak-pandemi-covid-19

    https://www.liputan6.com/bisnis/read/4218955/jabar-kucurkan-rp-162-triliun-buat-tangani-corona-untuk-apa-saja

    Publish date : 2020-04-07

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.