Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Dokter di Malaysia Meninggal Setelah Mendapatkan Vaksin Pfizer
    Misleading Content

    [SALAH] Dokter di Malaysia Meninggal Setelah Mendapatkan Vaksin Pfizer

    Jane DoePublish date2021-12-17
    Share
    Facebook

    Berita

    “SEMOGA INDONESIA PUNYA VAKSIN SENDIRI 🤲😇🇮🇩
    WARNING !!!!!
    Info Kesehatan 📢📢📢
    Seorang dokter Malaysia berusia 58 tahun, Dr. Chai Koh Meow, deputi direktur Departemen Kesehatan Malaysia, menerima suntikan vaksin booster Covid buatan Pfizer hari Selasa yang lalu sebagai tambahan ke atas vaksin Sinovac yang diterimanya terdahulu, meninggal dunia setelah mengalami gejala-gejala tubuh menjadi tidak nyaman seperti demam (colds) dan rasa sakit (soreness). Berhubung Dr. Chai senantiasa berada dalam kondisi kesehatan yang baik, apakah kematiannya ada kaitan dengan vaksin booster mRNA belumlah bisa dipastikan dan masih diusut oleh pihak otoritas Malaysia.
    [Selamat jika pengetahuan teknologi genetika mereka mencapai level mampu membuktikan apapun, ataupun mengaitkan penyebab kematian itu dengan suntikan booster mRNA!]
    Sin Chew Daily (Malaysia) – 2021/11/18
    https://www.sinchew.com.my/?p=3426350
    RIP 🙏 penerima vaksin konvensional Sinovac sebaiknya tidak campur dengan suntikan booster mRNA Pfizer (ataupun Moderna) ☠️”

    Efek samping pfizer

    HASIL CEK FAKTA

    Beredar sebuah informasi di Facebook yang mengklaim Deputi Direktur Departemen Kesehatan Malaysia, Dr. Chai Koh Meow meninggal dunia setelah mengalami gejala kesehatan seperti deman dan rasa sakit ditubuhnya setelah mendapatkan vaksinasi booster Pfizer. Lebih lanjut, unggahan tersebut juga memberikan peringatan untuk penerima Sinovac agar tidak menerima vaksin mRNA, seperti Pfizer atau Moderna karena tidak aman.

    Setelah ditelusuri, informasi tersebut salah. Faktanya, dilansir dari New Strait Times, Kementerian Kesehatan Malaysia menegaskan bahwa kematian Dr. Chai, pada 17 November 2021 disebabkan oleh gagal jantung dan bukan dikarenakan vaksinasi Covid-19.

    Berdasarkan keterangan resmi mereka juga mengatakan bahwa Dr. Chai menyelesaikan dosis booster Covid-19 pada 9 November dan tidak melaporkan efek samping yang luar biasa setelah menerima vaksinasi.

    Lebih lanjut dilihat dari laporan post-mortem, Direktur Jendral Kesehatan Tan Sri Dr. Noor Hisham Abdullah, mengatakan bahwa kematian Dr. Chai dikarenakan hemoperikardium, penyakit arteri koroner dan infark miokard.

    “Kami ingin menyampaikan belangsungkawa kepada keluarga mendiang Dr Chai dan berterima kaish kepada saudaranya karena mengizinkan kami membagikan hasil post-mortem kepada publik,” Jelas Tan Sri Dr. Noor Hisham, saat memberikan keterangan post-mortem penyebab kematian Dr. Chai.

    Kemudian, Menteri Kesehatan Malaysia, Khairy Jamaluddin berharap klarifikasi yang diberikan dapat mengakhiri spekulasi tentang kematian Dr. Chai. Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada hubungan langsung antara vaksin Covid-10 dan kematian berdasarkan penelitian yang dilakukan pihak berwenang.

    “Kami pasti akan membagikan temuan, jika ada kasus kematian terkait dengan vaksin. Kami berharap dengan (penjelasan) ini, kami dapat menghentikan spekulasi apa pun dan mendesak masyarakat untuk menggunakan dosis booster (untuk meningkatkan cakupan kekebalan),” ujar Khairy.

    Kemudian terkait larangan untuk menerima vaksin booster mRNA, pfizer atau moderna, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa itu tidak benar, sejauh ini penerima booster Moderna dan Pfizer tetap aman dan tidak mengalami masalah kesehatan.

    Dengan demikian, klaim “Dokter di Malaysia Meninggal Setelah Mendapatkan Vaksin Pfizer” adalah hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

    KESIMPULAN

    Hasil Periksa Fakta Fathia IS.

    Informasi tersebut salah. Faktanya, dilansir dari New Strait Times, Kementerian Kesehatan Malaysia menegaskan bahwa kematian Dr. Chai pada 17 November 2021, disebabkan oleh gagal jantung dan bukan dikarenakan vaksinasi Covid-19.

    Rujukan

    https://www.nst.com.my/news/nation/2021/11/749049/ministry-clarifies-dr-chais-death-was-due-heart-failure-hopes-put-end-any

    https://www.kompas.com/tren/read/2021/12/06/203000065/-hoaks-dokter-di-malaysia-meninggal-setelah-disuntik-vaksin-pfizer?page=all#page2

    https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4720567/cek-fakta-tidak-benar-penerima-vaksin-sinovac-tidak-boleh-booster-pakai-vaksin-covid-19-pfizer-atau-moderna

    Publish date : 2021-12-17

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.