Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Video Wawancara CEO BioNTech Menolak Divaksin Karena Alasan Keamanan
    Misleading Content

    [SALAH] Video Wawancara CEO BioNTech Menolak Divaksin Karena Alasan Keamanan

    Jane DoePublish date2021-12-09
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Twitter dengan nama pengguna “AnonCitizenUK” mengunggah sebuah video wawancara CEO BioNTech, Ugur Sahin. Dalam unggahan tersebut juga disertakan keterangan yang menyatakan bahwa Sahin menolak untuk divaksin karena alasan keamanan.

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut merupakan potongan dari wawancara Ugur Sahin dengan DW News yang dilaksanakan pada Desember 2021. Video lengkap wawancara telah diunggah oleh kanal YouTube “DW News” pada 22 Desember 2021 dengan judul video “BioNTech CEO Ugur Sahin: “Our vaccine will likely work for mutated coronavirus variants” | DW News”. Potongan video yang diunggah oleh akun Twitter “AnonCitizenUK” merupakan potongan dari menit 6:25 hingga 8:19.

    Dalam video tersebut, Sahin juga tidak menyatakan apapun terkait ketidaksediaan untuk divaksin karena alasan keamanan. Sahin menyatakan bahwa saat wawancara dilakukan, ia belum menerima vaksin karena ia bukan termasuk golongan prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah. Pada Desember 2020, pemerintah Jerman baru saja mulai mendistribusikan vaksin dan menetapkan bahwa penerima vaksin diprioritaskan untuk tenaga kesehatan serta pekerja esensial lainnya.

    Lebih lanjut, melansir dari wawancara Sahin dengan media asal Inggris The Times pada September 2021, Sahin menegaskan bahwa dirinya telah menerima vaksin pada akhir Januari 2021 lalu.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “AnonCitizenUK” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    KESIMPULAN

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini.

    Faktanya, video tersebut merupakan video wawancara yang dilakukan pada 22 Desember 2020 lalu. Dalam video, CEO BioNTech, Ugur Sahin, tidak menyatakan apapun terkait penolakan untuk divaksin. Sahin sendiri sudah divaksin pada akhir Januari 2021.

    Rujukan

    https://www.youtube.com/watch?v=TOT8ElNBbo4

    https://www.thetimes.co.uk/article/we-developed-the-pfizer-vaccine-but-were-still-worried-about-covid-hw5pld6g0

    Publish date : 2021-12-09

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.