Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»False Context»[SALAH] Video “Nasbung Buat Reuni Kadrun diludahin dulu”
    False Context

    [SALAH] Video “Nasbung Buat Reuni Kadrun diludahin dulu”

    Jane DoePublish date2021-12-06
    Share
    Facebook

    Berita

    “Nasbung Buat Reuni Kadrun diludahin dulu sama korlap 😂😂
    Modyar Kowe….

    #TolakReuniKadrun212

    #TolakReuniKadrun212″.

    HASIL CEK FAKTA

    SUMBER membagikan video ritual meniup makanan dengan narasi yang TIDAK sesuai dengan fakta, sehingga menimbulkan kesimpulan yang SALAH. Peristiwa terjadi di India, BUKAN Indonesia, sehingga KELIRU jika mengaitkan dengan hal-hal yang terjadi di Indonesia

    Salah satu hasil pencarian dengan video yang identik, Alt News: ““Ulama itu meniup makanan, bukan meludah. Ada sebagian masyarakat yang mengikuti ritual ini. Bahkan di dargah lain, beberapa jamaah meminta Dum (air yang ditiup setelah pembacaan ayat-ayat Alquran). Ini untuk Barkat (kemakmuran) dan kesejahteraan. Ini untuk memberikan Fatiha setelah makanan disiapkan.”

    erkaitan dengan istilah “Kadrun”, The Jakarta Post: “Kadrun adalah kependekan dari kadal gurun (kadal dabb), reptil yang mendiami bagian utara Afrika dan Timur Tengah. Menurut John P. Rafferty dalam bukunya Deserts and Steppes , kadal ini, ketika dipanggang, adalah makanan khas Badui. Kadrun kini sering digunakan oleh pendukung garis keras Jokowi untuk menyebut mereka yang kritis terhadap Presiden dan mendukung Gubernur Jakarta Anies Baswedan, yang kini dipandang sebagai calon presiden potensial pada 2024. Istilah ini mengandung sedikit nada rasis, karena terutama digunakan untuk mendiskreditkan kritikus Jokowi yang tersisa dan paling gigih: para Islamis, beberapa di antaranya keturunan Arab (seperti Anies) atau mengenakan pakaian Timur Tengah.”

    KESIMPULAN

    Ditiup, BUKAN diludahi. FAKTANYA, meniup setelah mendoakan adalah ritual yang diikuti oleh kalangan masyarakat tertentu. Selain itu, lokasi peristiwa BUKAN di Indonesia, sehingga mengaitkan dengan hal-hal yang terjadi di Indonesia adalah KELIRU.

    Rujukan

    https://http[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate),

    https://bit.ly/3wHx0lO /

    https://archive.md/nb52W (arsip cadangan dengan bahasa asli, English). [2] altnews.in: “Cek fakta: Apakah video ini menunjukkan maulana “meludah” pada makanan?” (Google Translate),

    https://bit.ly/2ZRZuwW /

    https://bit.ly/3Er5uvR (arsip cadangan) &

    https://archive.md/j643V (arsip cadangan dengan bahasa asli, English). [3] thejakartapost.com: “Bangkitnya ‘kadrun’ dan ‘Togog’: Mengapa polarisasi politik di Indonesia masih jauh dari selesai” (Google Translate),

    https://bit.ly/31zWhT9 /

    https://bit.ly/3DomdyA (arsip cadangan) &

    https://archive.md/pyYnj (arsip cadangan dengan bahasa asli, English). [4] google.com,

    https://bit.ly/3GfzlIa /

    https://bit.ly/3ryUMzL (arsip cadangan).

    Publish date : 2021-12-06

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.