Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Sayur Pakis Bisa Menyebabkan Kanker
    Misleading Content

    [SALAH] Sayur Pakis Bisa Menyebabkan Kanker

    Jane DoePublish date2021-11-30
    Share
    Facebook

    Berita

    “Mohon share agar makn banyak orang yg tau! Pengetahuan itu berharga. Pakis berbahaya. Pakis adlh tumbuhan penyebab cancer, tumbuhan ini sangat racun, tak ada serangga yg berani makan. Mohon tdk lg makan tumbuhan ini, tumbuhan ini akan menyebabkan cancer lambung. Akibat makan miding atau paku/pakis, orang-orang Sarawak pengidap cancer lambung paling tinggi. Paku-pakuan adlh tumbuhan spora berpembuluh. Dalam proses metabolisma menghasilkan terpenol-glucoside, yg dipastikan sbg zat penyebab utama cancer tumbuhan spora berpembuluh.”

    HASIL CEK FAKTA

    Beredar sebuah informasi yang mengklaim bahwa sayur pakis berbahaya karena menyebabkan kanker lambung. Dalam narasi yang beredar, pakis disebut mengandung spora berpembuluh, yang bisa menghasilkan terpenol glucoside penyebab kanker lambung.

    Setelah ditelusuri, informasi tersebut salah. Dilansir dari Kompas.com, ahli gizi FKKMK UGM Dr. Toto Sudargo, SKM., M.Kes, menjelaskan, sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan adanya kandungan terpineol glucoside dalam tumbuhan paku atau pakis.

    Lebih lanjut, Dr. Toto menjelaskan bahwa ada berbagai macam tumbuhan paku atau pakis. Pada beberapa jenis pakis terdapat kandungan ptaquilosida (PTA).

    “Beberapa pendapat menyebutukan bahwa sayur pakis menyebabkan kanker, kemungkinan karena kesalahan dalam proses pengolahan, maupun kesalahan memilih jenis pakis,” terang Toto, selasa (16/11/2021), kepada Tim Cek Fakta Kompas.com.

    Mengutip di laman Enviromental Sciences Europe, PTA memang normal ditemukan di tumbuhan paku-pakuan di atas maupun di bawah permukaan tanah. Namun, secara alami hujan akan membersihkan PTA yang dilepaskan dari populasi tumbuhan paku yang seringkali meluas hingga ratusan hektar, yang dapat mengakibatkan kontaminasi tanah dan air tanah. PTA pada pakis sensitif terhadap air dan PH sehingga jika merendam pakis dengan air dan garam, maka kemungkinan PTA akan berkurang.

    Sementara, paku sayur Dizplazium Esculentum pernah dibahas secara khusus dalam jurnal Bioeksperimen, oleh Anggun Wulandari dkk. Dalam jurnal tersebut, mereka menyebutkan paku sayur (Dizplazium Esculentum) merupakan sejenis paku/pakis yang banyak dikonsumsi masyarakat karena memiliki rasa yang cukup enak. Bahkan orang terdahulu memanfaatkan tumbuhan ini untuk menyembukan berbagai macam penyakit.

    Untuk pakis sayur atau Dizplazium Esculentum yang biasa dikonsumsi manusia, Dr. Toto juga mengatakan bahwa pakis jenis ini aman. Ia juga menambahkan bahwa sayur pakis ternyata memiliki kandungan vitamin A tinggi.

    Dengan demikian, informasi yang mengklaim bahwa sayur pakis menyebabkan kanker lambung adalah hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

    KESIMPULAN

    Hasil Periksa Fakta Fathia IS.

    Informasi tersebut salah. Faktanya, dilansir dari Kompas.com, ahli gizi FKKMK UGM Dr. Toto Sudargo, SKM., M.Kes, menjelaskan, sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan adanya kandungan terpineol glucoside dalam tumbuhan paku atau pakis.

    Rujukan

    https://www.kompas.com/tren/read/2021/11/24/140000965/hoaks-sayur-pakis-bisa-menyebabkan-kanker-lambung?page=all#page2

    https://enveurope.springeropen.com/articles/10.1186/s12302-021-00468-0

    https://journals.ums.ac.id/index.php/bioeksperimen/article/view/7981

    Publish date : 2021-11-30

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.