Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Fabricated Content»[SALAH] Istri CEO Pfizer Albert Bourla Tewas Akibat Komplikasi Vaksin COVID-19
    Fabricated Content

    [SALAH] Istri CEO Pfizer Albert Bourla Tewas Akibat Komplikasi Vaksin COVID-19

    Jane DoePublish date2021-11-22
    Liputan 6
    Share
    Facebook

    Berita

    Kabar tentang Myriam Bourla istri dari CEO Pfizer Albert Bourla, meninggal dunia akibat komplikasi vaksin COVID-19 beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 12 November 2021.

    Akun tersebut mengunggah narasi yang menyebut bahwa Myriam Bourla istri dari CEO Pfizer Albert Bourla meninggal dunia karena komplikasi vaksin COVID-19.

    "Cause of death ....complications from c19 jab. When will people wake up?!

    WIFE OF PFIZER'S CEO DIES after complications on November 10, 2021

    Myriam Bourla – the wife of Pfizer CEO Albert Bourla – has died from COMPLICATIONS FROM the COVID-19 VACCINE early Wednesday, according to her doctor. She passed away in the emergency room at New York-Presbyterian Lawrence Hospital after being brought in by paramedics. The cause of death has been listed as complications from the Pfizer vaccine," tulis salah satu akun Facebook.

    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah tiga kali direspons warganet.

    HASIL CEK FAKTA

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar Myriam Bourla istri dari CEO Pfizer Albert Bourla meninggal dunia karena komplikasi vaksin COVID-19. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "wife of ceo pfizer die" di kolom pencarian Google Search.

    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Pfizer CEO’s wife did not die or experience ‘vaccine complications’" yang dimuat situs apnews.com pada 17 November 2021.

    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa kabar tersebut pertama kali disebarkan sebuah blog bernama The Conservative Beaver. Blog tersebut memuat artikel berisi klaim istri Albert Bourla telah meninggal dan penyebab kematiannya terdaftar sebagai komplikasi dari vaksin Pfizer.

    Namun tidak ada informasi valid mengenai pernyataan tersebut. Juru bicara Pfizer Amy Rose menuding, penulis artikel itu berusaha menyebabkan tekanan emosional pada keluarga Bourla.

    "Istri CEO kami masih hidup dan sehat, bertentangan dengan apa yang dikatakan di Internet," tulis Rose dalam email ke AP.

    "Tidak masuk akal bahwa seseorang yang menyamar sebagai jurnalis akan menyebarkan kebohongan seperti itu tentang CEO kami dan keluarganya dengan tujuan merusak kepercayaan pada vaksin yang telah diberikan kepada ratusan juta orang di seluruh dunia," tambah dia.

    The Conservative Beaver, tidak memberikan bukti apa pun atas klaimnya dan mengaitkan beberapa informasi dengan dokter yang tidak disebutkan namanya. Artikel tersebut telah dibagikan secara luas di media sosial di antara orang-orang yang tampaknya percaya bahwa itu benar.

    KESIMPULAN

    Kabar tentang Myriam Bourla, istri dari CEO Pfizer Albert Bourla meninggal dunia karena komplikasi vaksin COVID-19 ternyata tidak benar. Tidak ada informasi valid mengenai kabar tersebut.

    Rujukan

    https://apnews.com/article/fact-checking-498221169953

    https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4714059/cek-fakta-tidak-benar-kabar-myriam-bourla-istri-dari-ceo-pfizer-albert-bourla-tewas-akibat-komplikasi-vaksin-covid-19

    Publish date : 2021-11-22

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.