Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Petai dan Jengkol dapat Sebabkan Stroke
    Misleading Content

    [SALAH] Petai dan Jengkol dapat Sebabkan Stroke

    Jane DoePublish date2021-11-15
    Share
    Facebook

    Berita

    “Akibat pete dan jengkol di konsumsi ini
    jadinya stroke usia 24 tahun..

    Terjadi pada Wanita muda mengalami
    stroke..”

    HASIL CEK FAKTA

    Beredar postingan dari akun Facebook Irwanto Iwan berupa sebuah video seorang wanita yang diklaim mengalami stroke karena mengkonsumsi petai dan jengkol. Postingan tersebut disukai 128 kali, dikomentari 98 kali, dan disebarkan kembali sebanyak 915 kali.

    Hoax berulang yang sudah beredar sejak bulan Mei lalu dan sudah dibahas oleh turnbackhoax.id, diketahui wanita tersebut tidak mengalami stroke melainkan gangguan saraf wajah bernama bell’s palsy yang disebabkan oleh kerusakan bagian saraf kranial ketujuh. Berdasarkan artikel dari Kompas.com, dr. Paryono, Sp.S(K) selaku Dokter spesialis saraf RSUP Dr Sarjito Sleman menjelaskan bahwa tidak adanya hubungan antara konsumsi petai dan jengkol dengan stroke, sedangkan petai sendiri dapat meningkatkan asam urat. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko stroke dikutip dari Kompas.com adalah:

    Gaya hidup
    Kelebihan berat badan atau obesitas
    Gaya hidup pasif
    Konsumsi alcohol
    Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan metamfetamin
    Faktor risiko medis
    Tekanan darah lebih tinggi dari 120/80 milimeter air raksa (mm Hg)
    Merokok atau terpapar asap rokok orang lain
    Kolesterol Tinggi
    Diabetes
    Apnea tidur obstruktif
    Penyakit kardiovaskular, termasuk gagal jantung, kelainan jantung, infeksi jantung atau irama jantung yang tidak normal
    Riwayat pribadi atau keluarga dari stroke, serangan jantung atau serangan iskemik sementara.
    Melihat dari penjelasan tersebut, klaim bahwa mengonsumsi petai dan jengkol dapat menyebabkan penyakit stroke adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    KESIMPULAN

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Informasi yang salah. Faktanya petai dan jengkol tidak termasuk dalam faktor risiko penyebab stroke, wanita yang ada pada video tersebut tidak mengalami stroke melainkan gangguan saraf Bell’s palsy.

    Rujukan

    https://turnbackhoax.id/2021/05/12/salah-jengkol-pete-pepaya-sebabkan-stroke-dapat-reda-dengan-mengeluarkan-darah-dari-ujung-jari/

    https://www.alodokter.com/bells-palsy

    https://www.kompas.com/tren/read/2021/10/28/170200265/-hoaks-jengkol-dan-petai-sebabkan-stroke

    https://merahputih.com/post/read/hoaks-atau-fakta-makan-jengkol-akibatkan-stroke

    Publish date : 2021-11-15

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.