Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Seorang Anak Meninggal Setelah Divaksinasi Covid-19
    Misleading Content

    [SALAH] Seorang Anak Meninggal Setelah Divaksinasi Covid-19

    Jane DoePublish date2021-10-29
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar sebuah video di media sosial berdurasi enam menit yang menunjukkan seorang pria melaporkan kasus pembunuhan seorang anak sekolah berusia 17 tahun di Inggris yang telah meninggal setelah menerima Vaksin Covid-19. Video tersebut telah tersebar di beberapa saluran media sosial seperti Facebook dan Twitter.

    Isi video tersebut menunjukkan seorang pria sedang berbicara di depan sebuah gedung, menceritakan sebuah pembunuhan, pembunuhan Adam Ali dari sekolah Alderbrook di Solihull yang telah dibunuh oleh Vaksin.

    Dalam unggahan terpisah, pengguna lain juga membagikan tangkapan layar yang menuduh sekolah Ali telah memberi tahu orang tua bahwa siswa kelas enam telah meninggal karena serangan jantung seminggu setelah mengambil vaksin (https://archive.md/ctRRf).

    Apakah ada orang meninggal karena vaksin covid

    HASIL CEK FAKTA

    Setelah ditelusuri, informasi tersebut salah. Dilansir dari Reuters Fact Check, Alderbrook School menyarankan pihak Reuters meminta konfirmasi kepada pihak otoritas kesehatan setempat dan ditemukan informasi bahwa Ali tidak menerima vaksin Covid-19 sebelum kematiannya.

    “Kami dapat mengonfirmasi bahwa Adam tidak mendapatkan vaksinasi Covid-19; penyebab kematiannya sampai saat ini belum diketahui,” kata juru bicara program vaksinasi Birmingham dan Solihull, yang dikelola di University Hospitals Birmingham NHS Foundation Trust.

    Dengan demikian, klaim pembunuhan seorang anak setelah divaksinasi Covid-19 merupakan hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

    KESIMPULAN

    Hasil Periksa Fakta Fathia IS.

    Informasi tersebut salah. Faktanya, juru bicara program vaksinasi Birmingham dan Solihull mengatakan bahwa anak tersebut belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 dan penyebab kematiannya belum diketahui.

    Rujukan

    https://www.reuters.com/article/factcheck-coronavirus-britain-idUSL1N2RB0TJ

    https://m.medcom.id/telusur/cek-fakta/lKYrj5VN-cek-fakta-remaja-di-inggris-dikabarkan-meninggal-setelah-disuntik-vaksin-covid-19-ini-faktanya

    Publish date : 2021-10-29

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.