Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] “sebelum masuk gereja BOM diledakkan lewat remot kendali jarak jauh”
    Misleading Content

    [SALAH] “sebelum masuk gereja BOM diledakkan lewat remot kendali jarak jauh”

    Jane DoePublish date2021-04-03
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Faceboook Abdul Ghoni (fb.com/100061716917873) pada 30 Maret 2021 mengunggah sebuah gambar tangkapan layar percakapan ke grup Islam World News dengan narasi sebagai berikut:

    “Benarkah?.. Tanya…..”

    Di gambar tersebut terdapat narasi: “Sandiwara rezim PKI dg mengorbankan org Islam persis yg terjd di Surabaya Tempo dulu. Korban disuruh antar barang di gereja sebelum masuk gereja BOM diledakkan lewat remot kendali jarak jauh. PKI ingin memframing PD publik bhw Islam teroris. Hati2 jika ada seseorang yg menyuruh kita minta kirimkan barang ke gereja. Bisa didlm barangnya terisi bom kendali jarak jauh jd strategi PKI utk menghancurkan islam”

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa ledakan bom di Gereja Katedral Makassar dikendalikan dari jarak jauh sama persis dengan peristiwa bom di Surabaya merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, bom yang meledak di Surabaya pada 2018 dan Gereja Katedral Makassar pada 2021 dipastikan adalah bom bunuh diri. Bukan bom yang dikendalikan dari jarak jauh menggunakan remote control.

    Dilansir dari JawaPos, Polisi telah mengidentifikasi bahwa peledak yang dibawa pelaku bom di Surabaya berbentuk ikat pinggang, bukan paket barang. Jelas praktiknya adalah bom bunuh diri.

    Contohnya, saat pelaku meledakkan diri di area parkir GKI Diponegoro pada 13 Mei 2018. Saat itu polisi menemukan satu bom aktif yang masih menempel di paha salah seorang anak. Tim penjinak bahan peledak (jihandak) langsung melepaskan bom tersebut dari paha anak pelaku yang tewas.

    Sementara itu, dilansir dari Medcom.id, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang terlibat dalam serangan di Filipina beberapa waktu lalu. Listyo Sigit menjelaskan, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar berinisial L. Pelaku yang mengakibatkan 19 orang (sebelumnya ditulis 20) itu merupakan atau terkait dengan terduga teroris yang beberapa waktu lalu ditangkap di Kota Makassar, tepatnya di Villa Mutiara.

    “Bersangkutan merupakan kelompok dari beberapa pelaku yang beberapa waktu lalu, telah kita amankan,” katanya, di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 28 Maret 2021.

    Ia juga mengatakan bahwa pelaku merupakan bagian dari jaringan yang juga melakukan penyerangan gereja di Jolo, Filipina pada 2018 lalu. Bahkan pihaknya telah mencocokkan data-data dari pelaku dan kaitannya dengan jaringan tersebut. Sigit membeberkan jenis bom yang digunakan pelaku bom bunuh diri. Ia menyebut ledakan yang menyebabkan 19 orang terluka itu berasal dari jenis bom panci.

    “Ledakan yang terjadi suicide boom dengan menggunakan jenis bom panci,” kata Listyo, 28 Maret 2021.

    Ledakan asal bom panci itu bersifat high explosive. Akibatnya, membuat tubuh pelaku tercerai berai di lokasi kejadian. Tak hanya itu, sejumlah kendaraan dan kaca hotel di sekitar lokasi ledakan pun pecah.

    KESIMPULAN

    Bom yang meledak di Surabaya pada 2018 dan Gereja Katedral Makassar pada 2021 dipastikan adalah bom bunuh diri. Bukan bom yang dikendalikan dari jarak jauh menggunakan remote control.

    Rujukan

    https://www.jawapos.com/hoax-atau-bukan/02/04/2021/hoax-bom-bunuh-diri-katedral-makassar-dikendalikan-dari-jarak-jauh/

    https://www.jawapos.com/jpg-today/22/12/2018/bom-surabaya-fenomena-baru-aksi-terorisme/

    https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/xkEyQM7k-cek-fakta-bom-gereja-di-makassar-dikendalikan-jarak-jauh-oleh-pki-ini-faktanya

    https://www.medcom.id/nasional/daerah/PNgYQ50k-kapolri-pelaku-bom-bunuh-diri-di-makassar-bagian-jad

    Publish date : 2021-04-03

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.