Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Dokter di Palembang Meninggal Dunia Usai Disuntik Covid-19
    Misleading Content

    [SALAH] Dokter di Palembang Meninggal Dunia Usai Disuntik Covid-19

    Jane DoePublish date2021-01-23
    Liputan 6
    Share
    Facebook

    Berita

    Kabar tentang seorang dokter di Palembang yang diklaim meninggal dunia usai divaksin Covid-19 beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan akun Facebook Prof. Yuwono pada 23 Januari 2023.

    Akun Facebook Prof. Yuwono mengunggah narasi berisi klaim bahwa ada seorang dokter di Palembang meninggal dunia usai divaksin Covid-19.

    "ALLAHUMMAGHFIRLAHU

    Semalam sahabatku (dokter, 49 thn) ditemukan wafat di mobilnya. Kamis kemarin ia divaksin. Ia tidak punya comorbid & tak ada riwayat dirawat di rumah sakit.

    Apakah ini ada hubungannya dgn vaksin? Perlu penjelasan dari dinkes kota sebagai penanggungjawab vaksin sekaligus lembaga di mana sahabatku mengabdi. Sebagai dokter saya sdh bilang bhw pemberian vaksin atau obat apapun harus benar2 ilmiah dg jaminan safety & efficacy yg baik.

    Tidak ada yg kebetulan di dunia ini dan tidak ada mushibah termasuk kematian kecuali sudah digariskan oleh Allah. Manusia diberi kebebasan bersikap & bertindak sesuai dgn kapasitas keilmuannya. Karena itu saya tak jemu mengingatkan utk selalu memutuskan, bersikap & berbuat berdasarkan ilmu bukan berdasar kepentingan.

    Moga para pemimpin bijak dalam hal apapun krn mereka akan diminta pertanggungjawabannya.

    Selamat jalan sahabatku, Allah menyayangimu," tulis akun Facebook Prof. Yuwono.

    Konten yang disebarkan akun Facebook Prof. Yuwono telah 970 kali dibagikan dan mendapat 560 komentar warganet.

    HASIL CEK FAKTA

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar seorang dokter di Palembang yang diklaim meninggal dunia usai disuntik vaksin Covid-19.

    Penelusuran dilakukan dengan menghubungi Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kota Palembang, Yudhi Setiawan.

    Yudhi mengatakan bahwa dokter yang meninggal tersebut berinisial JF. Namun penyebab dokter JF meninggal dunia bukan karena vaksin Covid-19, melainkan kekurangan oksigen.

    "Berdasarkan pemeriksaan dokter forensik, yang bersangkutan meninggal karena kekurangan oksigen. Tidak ada hubungannya dengan vaksin yang diberikan," kata Yudhi kepada Liputan6.com, Minggu (23/1/2021).

    Menurut Yudhi, jasad dokter JF (49) ditemukan di dalam mobil yang terparkir di salah satu minimarket Jalan Sultan Mansyur Palembang, Jumat 22 Januari 2021 malam.

    Yudhi menjelaskan, dokter JF memang sempat disuntik vaksin pada Kamis 21 Januari 2021. Setelah divaksin, kondisi dokter JF cukup baik dan tidak ada indikasi gangguan kesehatan.

    "Yang bersangkutan sehat-sehat saja (setelah divaksin). Karena kalau memang ada kaitannya dengan vaksin, biasa akan timbul gejala segera setelah pemberian vaksin," terang Yudhi.

    KESIMPULAN

    Kabar tentang seorang dokter di Palembang yang diklaim meninggal dunia usai divaksin Covid-19 ternyata tidak benar. Faktanya, berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, dokter JF meninggal dunia karena kekurangan oksigen.

    Rujukan

    https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4465062/cek-fakta-tidak-benar-dokter-di-palembang-meninggal-dunia-usai-divaksin-covid-19

    Publish date : 2021-01-23

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.