Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] “Detik detik di dalam pesawat sebelum meledak dan jatuh #pesawatjatuh #pesawatsriwijaya #sriwijayaairsj182”
    Misleading Content

    [SALAH] “Detik detik di dalam pesawat sebelum meledak dan jatuh #pesawatjatuh #pesawatsriwijaya #sriwijayaairsj182”

    Jane DoePublish date2021-01-12
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun TikTok barnabasccoll (tiktok.com/@barnabasccoll) pada 11 Januari 2021 mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

    “Detik detik di dalam pesawat sebelum meledak dan jatuh #pesawatjatuh #pesawatsriwijaya #sriwijayaairsj182”

    Di video itu juga terdapat tulisan “DETIK-DETIK DI DALAM PESAWAT SEBELUM MELEDAK”

    detik-detik pesawat jatuh

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya video detik-detik di dalam pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sebelum meledak dan jatuh adalah klaim yang keliru.

    Faktanya, bukan pesawat Sriwijaya AIr SJ-182. Kejadian di video itu adalah guncangan yang diperkirakan turbulensi pada pesawat Etihad Airways EY 474 selama 30 menit sebelum mendarat pada Rabu (4/5/2016). Pesawat Etihad Airways EY 474 itupun dapat mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta.

    Video yang identik, diunggah di kanal Youtube CNN pada 4 Mei 2016 dengan judul ” Heavy turbulence scares passengers on Ethiad flight”. “Dewi Rachmayani took this video from inside an Etihad Airways flight traveling from Abu Dhabi to Jakarta when turbulence shook the cabin.” tulis CNN dalam keterangannya.

    Sebelumnya, pada tahun 2019 video ini juga pernah diklaim sebagai saat-saat terakhir korban kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines Boeing 737 Max-8.

    Dilansir dari artikel berjudul “[SALAH] Saat-saat terakhir korban kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines Boeing 737 Max-8”, video itu merekam suasana turbulensi pesawat dengan nomor penerbangan EY474 dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, pada 4 Mei 2016.

    Guncangan di pesawat terjadi setelah tujuh jam meninggalkan Abu Dhabi. Saat turbulensi, pesawat tersebut berada di ketinggian 5.000 kaki di atas Pulau Sumatera. Pesawat itu membawa 262 penumpang, lima di antaranya anak-anak. Sebagian besar penumpang adalah jamaah umrah.

    Portal emirates247.com juga merilis berita berjudul 31 hurt as turbulence hits Etihad flight. Berita yang terbit pada 5 Mei 2016 itu menjelaskan, 31 penumpang Etihad Airways terluka. Pihak maskapai juga mengunjungi penumpang yang dirawat di rumah sakit.

    “Sebanyak 31 penumpang mengalami luka-luka. Sebanyak 22 di antaranya luka ringan dan langsung mendapatkan perawatan paramedis di bandara. Sembilan penumpang lainnya telah dibawa ke rumah sakit setempat,” tulis manajemen maskapai Etihad Airways dalam siaran persnya.

    KESIMPULAN

    BUKAN pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Kejadian di video itu adalah guncangan yang diperkirakan turbulensi pada pesawat Etihad Airways EY 474 selama 30 menit sebelum mendarat pada Rabu (4/5/2016). Pesawat Etihad Airways EY 474 itupun dapat mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta.

    Rujukan

    https://www.youtube.com/watch?v=NWpRc07X_AU

    https://turnbackhoax.id/2019/03/14/salah-saat-saat-terakhir-korban-kecelakaan-pesawat-ethiopian-airlines-boeing-737-max-8/

    https://www.emirates247.com/news/emirates/31-hurt-as-turbulence-hits-etihad-flight-2016-05-05-1.629207

    Publish date : 2021-01-12

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.