Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Fabricated Content»[SALAH] Vaksin Covid-19 dari China Musnahkan Penduduk Pribumi
    Fabricated Content

    [SALAH] Vaksin Covid-19 dari China Musnahkan Penduduk Pribumi

    Jane DoePublish date2021-01-08
    Liputan 6
    Share
    Facebook

    Berita

    Cek Fakta Liputan6.com mendapati kliam vaksin Covid-19 dari China akan memusnahkan penduduk pribumi.

    Vaksin Covid-19 dari China akan mengosongkan penduduk pribumi diunggah akun Facebook Uli Umar, pada 25 Desember 2020.

    Akun terseebut memuat tangkapan layar unggahan Facebook RSaifulbahri BsHandayaningrat, tangkapan layar tersebut memuat artikel artikel media online yang membahas vaksin Covid-19 dan halaman percakapan WhatsApp yang membagikan sebuah tautan berita yang membahas tentang penyuntikan vaksi Covid-19 perdana ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Dalam tangkapan layar tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

    "#IndonesiaHumanRightSosINI LEBIH KEJI DARI PEMBANTAIAN DG SENPI,RENCANA CHINA MENGUASAI RI DAN MENGOSONGKAN PENDUDUKNYA WARGA PRIBUMI TANPA MELALUI PEPERANGAN, PERANG MILITER!!!!

    Dimanapun Rezim Komunis berkuasa yg hidup enak hanya elit2 partai komunis dan kroni2nya tuh rakyat China sendiri menolak untuk dimusnahkan."

    Kemudian unggahan tangkapan layar tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

    "Maksa.. nyuru 182 jt Rakyat Hrus di Vaksin..😡"

    HASIL CEK FAKTA

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim vaksin Covid-19 dari China akan memusnahkan penduduk pribumi dengan menghubungi pihak Kementerian Kesehatan.

    Juru Bicara Pemerintah untuk Program Vaksin dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menyatakan informasi valsin Covid-19 dari China akan memusnahkan penduduk pribumi adalah hoaks.

    "Hoaks" kata Nadia, saat berbincang dengan Liputan6.com.

    Menurut Nadia, vaksin tersebut masuk dalam daftar resmi oleh lembaga kesehatan dunia (WHO).

    "Ada di dalam list WHO kok vaksinnya," ujarnya.

    Dalam artikel berjudul "BPOM Soal Vaksin COVID-19 Sinovac: Vaksin Ini Cukup Aman" yang dimuat situs liputan6.com, pada 6 Januari 2021.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) sudah melakukan uji klinis terhadap Vaksin COVID-19 buatan Sinovac dari China.

    Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari BPOM RI, Lucia Rizka Andalusia mengatakan bahwa BPOM sudah memeroleh dua data setelah dua bulan penyuntikan vaksin, yakni data immunogenitas dan efikasi. Dari kedua data tersebut menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 Sinovac cukup aman.

    "Dari data keamanan, vaksin ini sudah cukup aman. Tidak ada kejadian efek samping serius yang dilaporkan berkaitan dengan penggunaan vaksin ini. Sedangkan immunogenitasnya juga sudah menunjukan tingkat pembentukan antibodi yang bagus responsnya dalam tubuh," kata Lucia Rizka dalam diskusi Kehalalan dan Keamanan Vaksin COVID-19 pada Selasa, 5 Januari 2021.

    KESIMPULAN

    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim vaksin Covid-19 dari China akan memusnahkan penduduk pribumi tidak benar. Faktanya BPOM menyatakan, vaksin COVID-19 Sinovac cukup aman.

    Rujukan

    https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4452419/cek-fakta-tidak-benar-vaksin-covid-19-dari-china-musnahkan-penduduk-pribumi

    https://www.liputan6.com/health/read/4449997/bpom-soal-vaksin-covid-19-sinovac-vaksin-ini-cukup-aman

    Publish date : 2021-01-08

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.