Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] “Bill Gates mengatakan dia tidak akan divaksinasi dan CEO Pfizer juga menunda menerima vaksin covid-19”
    Misleading Content

    [SALAH] “Bill Gates mengatakan dia tidak akan divaksinasi dan CEO Pfizer juga menunda menerima vaksin covid-19”

    Jane DoePublish date2021-01-02
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Jody Bruce (fb.com/jody.bruce.92) pada Kamis, 31 Desember 2020 mengunggah sebuah gambar yang berisi narasi sebagai berikut:

    “Bill Gates said he will not get vaccinated nor his children,” a post on Facebook reads. “The CEO of Pzifer (sic) is ‘holding off’ in receiving the COVID vaccine. Get the picture yet? Wake up church!” atau yang jika diterjemahkan: “Bill Gates mengatakan dia tidak akan divaksinasi atau anak-anaknya, “sebuah posting di Facebook berbunyi.” CEO Pzifer (sic) ‘menunda’ untuk menerima vaksin COVID. Sudah mendapatkan fotonya? Bangun gereja!”

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Liputan6, klaim bahwa Bill Gates mengatakan dia tidak akan divaksinasi, begitupun anak-anaknya. CEO Pfizer juga menunda menerima vaksin covid-19 adalah klaim yang keliru.

    Faktanya, Bill Gates dan CEO Pfizer, Albert Bourla siap untuk disuntik vaksin Covid-19. Juru bicara keluarga Bill Gates dan Bill Gates sendiri mengatakan dirinya dan keluarga siap untuk disuntik vaksin Covid-19. Sementara itu, Albert Bourla bukannya menolak untuk disuntik vaksin covid-19. Dia hanya tidak mau menjadi yang pertama karena belum berada dalam rentang usia yang seharusnya menerima terlebih dahulu.

    Dilansir dari Liputan6.com, Cek Fakta Liputan6 menelusurinya menggunakan mesin pencari, Google. Hasil pencarian mengarahkan ke situs USA Today dalam artikel berjudul: “Fact check: Bill Gates, Pfizer CEO both plan to take COVID-19 vaccine”.

    Pada artikel yang dipublikasikan pada 29 Desember 2020, USA Today menghubungi Bridgitt Arnold, juru bicara keluarga Bill Gates. Arnold menyebut kalau klaim keluarga Bill Gates menolak disuntik vaksin covid-19 tidak benar.

    “Saat gilirannya, mereka bakal melakukan itu (divaksin),” katanya.

    Bill Gates sendiri mengatakan dirinya siap untuk disuntik vaksin covid-19. Dia mengatakan itu saat diwawancarai oleh presenter Today, Savannah Guthrie. Klik tautan ini untuk melihat wawancara Bill Gates.”Apapun posisi saya, saya akan segera melangkah dan mengambil vaksin,” kata Bill Gates kepada Guthrie.

    Sementara itu, CEO Pfizer, Albert Bourla, bukannya menolak untuk disuntik vaksin covid-19. Dia hanya tidak mau menjadi yang pertama. Hal ini bisa ditemukan di artikel Liputan6.com dengan judul: “Alasan CEO Pfizer Bukan Jadi Orang Pertama yang Dapat Suntikan Vaksin COVID-19.”

    Dalam artikel yang dipublikasikan pada 18 Desember 2020 itu, Bourla mengungkapkan, dirinya belum menerima suntikan vaksin untuk melawan virus COVID-19 dan menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

    “Umur saya 59 tahun, saya dalam keadaan sehat, saya bukan di baris pertama, jadi untuk tipe saya tidak disarankan untuk divaksinasi sekarang. Sebisa mungkin, aku akan melakukannya aturan itu,” kata Bourla.

    Jika dia divaksinasi, masyarakat umum akan mempertimbangkan untuk melakukannya. Sadar akan pengaruhnya terhadap populasi terkait keputusan mereka untuk menerima vaksin atau tidak, CEO perusahaan farmasi tersebut menyatakan dia belum mempertimbangkan untuk menerimanya lebih awal.

    Bourla menjelaskan, survei yang dilakukan oleh apoteker sendiri mengungkapkan bahwa masyarakat akan lebih rela divaksinasi jika CEO perusahaan disuntik terlebih dahulu. Responden menilai vaksinasi CEO Pfizer akan lebih menentukan dibandingkan jika presiden terpilih, Joe Biden, menerima obat tersebut.

    “Dengan pemikiran itu, saya mencoba mencari cara untuk mendapatkan vaksinasi, meskipun ini bukan waktu saya, hanya untuk menunjukkan kepercayaan pada perusahaan,” katanya.

    KESIMPULAN

    Publish date : 2021-01-02

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.