Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Relawan Alami Gangguan Saraf Setelah Disuntik Vaksin Sinovac
    Misleading Content

    [SALAH] Relawan Alami Gangguan Saraf Setelah Disuntik Vaksin Sinovac

    Jane DoePublish date2020-12-23
    Share
    Facebook

    Berita

    DI SUNTIK VAKSIN SINOVAC RELAWAN ALAMI GANGGUAN SYARAF

    KABAR BURUK!!! MENAKUTKAN!!! SETOP UJI VAKSIN COVID CHINA SETELAH RELAWAN ALAMI GANGGUAN SARAF

    YOUTUBE.COM

    BERITA TERBARU HARI INI – STOP UJI SINOVAC

    PRODUKSI CHINA

    bahaya vaksin covid

    potensi bahaya vaksin cina

    Sinovac berbahaya

    HASIL CEK FAKTA

    Akun Facebook bernama Kurniawati membagikan postingan berupa link Youtube di grup “Buruh Bersatu”. Link video yang telah disebarkan sebanyak 169 kali dan mendapat 78 likes ini berjudul “BERITA TERBARU HARI INI – STOP UJI SINOVAC PRODUKSI CHINA”. Selain itu, thumbnail yang tampak dalam video menyatakan bahwa relawan uji coba vaksin Sinovac mengalami gangguan saraf.

    Hasil pemutaran video yang berdurasi 10 menit 13 detik di Youtube tidak ditemukan narasi yang menyatakan relawan uji coba vaksin Sinovac mengalami gangguan saraf. Namun justru narator mengungkapkan relawan vaksin Sinopharm yang mengalami gangguan saraf.

    Berikut detail narasinya :

    (00:00:29 – 00:00:45) “Peru stop uji vaksin Covid China setelah relawan alami gangguan saraf”.

    (00:00:46 – 00:00:58) “Peru menangguhkan sementara uji klinis vaksin Covid-19 yang diproduksi raksasa obat China Sinoph- (dipotong oleh narator) telah mendeteksi masalah neurologis di salah satu sukarelawan uji coba”.

    (00:00:59 – 00:01:11) “Melansir AFP pada Sabtu, 12 Desember 2020, Institut Kesehatan Nasional menyatakan bahwa mereka menghentikan uji coba vaksin Corona setelah relawan mengalami kesulitan menggerakkan lengan mereka”.

    (00:01:12 – 00:01:33) “Beberapa hari yang lalu peringatan sudah kami berikan kepada otoritas regulasi, yaitu bahwa salah satu peserta uji coba menunjukkan gejala neurologis yang mirip dengan kondisi yang disebut sindrom Guillain-Barre, kata kepala peneliti German Malaga dalam komentarnya kepada media lokal pada Jumat, 11 Desember 2020”.

    (00:02:05 – 00:02:12) “Uji klinis Peru untuk vaksin Sinopharm akan selesai minggu ini setelah menguji sekitar 12.000 orang”.

    Setelah dilakukan penelusuran di Google dengan kata kunci “gangguan saraf pada relawan uji coba vaksin”, ditemukan artikel berita dari kompas.com berjudul “Relawan Alami Gangguan Saraf, Peru Tunda Uji Klinis Vaksin Sinopharm” yang tayang pertama kali pada 12 Desember 2020, pukul 19:15. Narasi yang dipaparkan di artikel Kompas tersebut sama persis dengan narasi dalam video pada durasi 00:00:46 – 00:01:33.

    Dilansir dari health.detik.com, Peru menghentikan uji klinis vaksin Sinopharm setelah 12 ribu relawan mengalami gangguan saraf hingga kesulitan menggerakkan tangan.

    Vaksin Sinovac dan Sinopharm diproduksi dari perusahaan farmasi yang berbeda. Vaksin Sinopharm dikembangkan oleh China National Pharmaceutical Group, sedangkan vaksin Sinovac dikembangkan oleh perusahaan Sinovac dan bermitra dengan Bio Farma di Indonesia.

    Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa judul video yang dibagikan tidak sesuai dengan isi narasinya, berikut klaim bahwa uji coba vaksin Sinovac menyebabkan relawan alami gangguan saraf juga tidak benar. Sehingga postingan akun Facebook Kurniawati adalah HOAX dan termasuk kategori KONTEN MENYESATKAN.

    KESIMPULAN

    Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).

    Informasi yang salah. Judul video tidak sesuai dengan yang dibahas. Dalam video dinyatakan, yang mengalami ganguan saraf adalah relawan uji coba vaksin Sinopharm. Selain itu, hasil validasi dari pemberitaan media dapat diketahui bahwa yang mengalami gangguan saraf adalah relawan uji coba vaksin Sinopharm, bukan Sinovac.

    Rujukan

    https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5298434/disetop-gegara-relawan-alami-sindrom-langka-ini-update-uji-vaksin-corona-china

    https://www.kompas.com/global/read/2020/12/12/191548670/relawan-alami-gangguan-saraf-peru-tunda-uji-klinis-vaksin-sinopharm

    https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5147267/perbandingan-3-jenis-vaksin-corona-buatan-china-yang-bakal-dipakai-di-indonesia

    Publish date : 2020-12-23

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.