Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»TRUE»Debat Kandidat Calon Bupati OI Panca Ardani Sebut Desa di OI Kekurangan Tenaga Pengajar. Ini Faktanya
    TRUE

    Debat Kandidat Calon Bupati OI Panca Ardani Sebut Desa di OI Kekurangan Tenaga Pengajar. Ini Faktanya

    Jane DoePublish date2020-11-25
    Share
    Facebook

    Berita

    Seperti yang di utarakan, Pasangan Nomor Urut 01 dengan Panca Wijaya Akbar Sebagai Calon Bupati berpasangan dengan H. Ardani sebagai Calon Wakil Bupati mengatakan jika Fakta yang mereka temukan di lapangan kalau banyak desa - desa pelosok di Kabupaten OI itu kekurangan tenaga pengajar.

    Dikatakan Panca, bahwa pihaknya menemukan di Desa Tanjung Temiang Kecamatan Rambang Kuang hanya ada 3 Guru Honorer yang menjadi tenaga pengajar.

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan penelusuran tim cek fakta beritamusi.co.id data yang telah didapatkan di Desa Tanjung Temiang Kabupaten Ogan Ilir, hanya memiliki satu Sekolah Dasar Negeri yaitu SD Negeri 12 Desa Tanjung Temiang. Dalam sekolah dasar tersebut terdapat 15 guru dengan jumlah siswa laki-laki 150 dan siswa perempuan 126. Hal ini berbanding jauh dengan statement yang diungkapkan oleh panca bahwa jika hanya ada 3 Guru honorer yang menjadi tenaga pengajar.

    Sesuai dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2013 pasal 2 ayat 2 point 5 setiap SD /MI dianjurkan memiliki satu orang guru untuk setiap 32 peserta didik dan 6 orang guru untuk satuan pendidikan, dan untuk daerah khusus (daerah terpencil) 4 orang guru setiap satuan pendidikan.

    Jadi dengan dua data yang didapati ini menunjukan bahwa SD Negeri 12 Tanjung Temiang kabupaten Ogan Ilir memiliki jumlah guru yang jauh melebihi kuota siswanya dengan 15 guru dan total 276 Siswa/siswi.

    Sedangkan menurut Pengamat Pendidikan Sumsel Indra Charismiadji mengatakan, dalam kajian akademisi kualitas pendidikan itu terletak pada guru. Idelanya, dalam satu kelas yang berjumlah 32 siswa harus ada satu guru kelas.

    "Jadi kalau dalam satu sekolah terdapat 320 siswa, maka harus ada minimal ada 10 guru," ujarnya saat diwawancarai via telepon, Rabu (25/11/2020).

    Lebih lanjut dia menuturkan, faktanya saat ini perbandingan jumlah guru dan siswa adalah 1:16.

    Namun masalahnya saat ini, adalah guru banyak bertugas di kota. "Masalahnya adalah guru tidak mau ditempatkan di daerah terpencil," ucapnya.

    "Harus ada peran Kepala daerah dan Dinas Pendidikan dalam pemerataan distribusian guru. Mereka tidak bisa lepas tangan, karena kewenangan ada ditangan mereka dalam pendistribusian guru," tambah Indra.

    Indara mengimbau agar kepala daerah memetakan jumlah guru yang ada di daerahnya, termasuk jumlah sekolah. Sehingga dapat dipetakan apakah jumlah guru kurang atau malah berlebih.

    "Tidak masalah dalam satu sekolah tidak ada ASN. Karena jika memang kekurangan guru ASN, maka kepala daerah dapat mengangkat tenaga honorer," tandasnya.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    http://sekolah.data.kemdikbud.go.id/index.php/chome/profil/702B7195-2BF5-E011-BAFD-EB24A0A2AD9C

    http://vervalsp.data.kemdikbud.go.id/vervalpp/formula.php#:~:text=%22Setiap%20SD%2FMI%20tersedia%201,%20poin%205

    http://www.kaganga.com/pemerintahan/view/soroti-minim-guru-panca-sebut-satu-sd-di-desa-oi-hanya-ada-3-tenaga-pengajar.html

    https://beritamusi.co.id/debat-kandidat-calon-bupati-oi-panca-ardani-sebut-desa-di-oi-kekurangan-tenaga-pengajar-ini-faktanya/

    Publish date : 2020-11-25

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.