Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»False Context»[SALAH] Obral Murah Batu Bara RI ke China Hanya Rp103.000/Ton
    False Context

    [SALAH] Obral Murah Batu Bara RI ke China Hanya Rp103.000/Ton

    Jane DoePublish date2020-12-06
    Share
    Facebook

    Berita

    Meributkan HRS padahal sedang terjadi obral murah batu bara RI ke China hanya Rp 103 ribu/ton. Padahal harga kontrakt futures batu bara termal Newcastle di level US$ 70/ton. SDA kita diobral murah. Terlalu murah. (Ustadz Iwan Januar)
    Anehnya masih aja ada yang belum sadar dan percaya rezim ini peduli dengan “wong cilik”.
    Selamanya kapitalisme akan selalu berpihak pada para pemilik modal.
    Mau dipimpin dengan keadilan? Terapkan sistem Islam!
    Follow : @dayeuh.bandung
    #JanganKecewakanRakyat
    #JanganSakitiUlama
    #KetidakadilanPangkalKehancuran
    #bandung

    HASIL CEK FAKTA

    Sebuah akun Facebook bernama Agus Kholid mengunggah narasi disertai foto yang menyebutkan bahwa Indonesia mengobral batu bara dengan harga murah kepada China, yakni sekitar Rp103.000/ton kepada China.

    Setelah ditelusuri, ternyata perhitungan tersebut salah. Rp103.000 yang ditulis dalam narasi tersebut merupakan hasil dari Rp20,6 Triliyun dibagi 200 juta ton, itu lah yang dikatakan sebagai harga dari batu bara. Padahal, Rp20,6 Triliyun itu merupakan nilai kontrak antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) dengan China Coal Transportation and Distribution (CCTDA).

    Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan. “Nilai kesepakatan antara perusahaan-perusahaan yang hadir pada saat penandatanganan kerjasama adalah senilai USD1,46 miliar (Rp20,6 Triliyun)”.

    Lalu mengenai 200 juta ton itu adalah total target yang diharapkan dapat tercapai dari kerja sama APBI dan CCTDA pada 2021 mendatang. Jadi Rp20,6 Triliyun itu bukan harga untuk 200 juta ton. Itu merupakan dua hal yang berbeda.

    “Kami berharap bisa ekspor menuju 200 juta ton ke China pada 2021. Jadi, nilai yang disepakati kemarin sebenarnya belum riil dan berpotensi jauh lebih besar lagi. Ini baru awal, nanti ditindaklanjuti lagi secara B to B (Business to Business),” tutur Hendra.

    Ada pun mengenai harga batubara per ton nya, sempat mencapai US$70/ton atau setara dengan Rp991.000 (dengan kurs Rp14.158) pada bulan November lalu.

    Sehingga, klaim mengenai harga batubara yang diobral Rp103.000/ton merupakan hoaks dengan kategori konten yang salah.

    KESIMPULAN

    Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)

    Faktanya, harga ekspor batubara Indonesia ke China mencapai US$70 atau setara dengan Rp991.000/ton (dengan kurs Rp14.158) pada November lalu.

    Rujukan

    https://money.kompas.com/read/2020/11/26/192310026/tahun-depan-china-beli-batu-bara-indonesia-senilai-rp-206-triliun

    https://www.cnbcindonesia.com/market/20201129071841-17-205455/harga-batu-bara-naik-52-sayang-tak-bertahan-di-us–70-ton

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20201126153108-4-204916/ri-incar-ekspor-batu-bara-ke-china-capai-200-juta-ton-di-2021

    https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/4KZz6BqK-indonesia-obral-murah-batubara-ke-tiongkok-seharga-rp103-ribu-per-ton-ini-faktanya

    https://cekfakta.tempo.co/fakta/1129/keliru-klaim-bahwa-di-tengah-ribut-ribut-rizieq-shihab-terjadi-obral-batu-bara-ke-cina

    Publish date : 2020-12-06

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.