Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Impostor Content»[SALAH] Hasil Survei Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar oleh KPU Makassar
    Impostor Content

    [SALAH] Hasil Survei Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar oleh KPU Makassar

    Jane DoePublish date2020-12-01
    Share
    Facebook

    Berita

    “Tancap gas poool,IMUN MENYUSUL,yg tadix 7,2/ ,kini berbanding terbalik ,DUMBA DUMBA GLETER MI .ADAMA TETEP AMAN,SISA MENUNGGU DETIK DETIK PENCOBLOSAN,INZA ALLAH DANI FATMA YG MENJADI JAWARA.”

    NARASI DALAM GAMBAR:

    “KPU KOTA MAKASSAR
    HASIL SURVEI SETELAH DEBAT PUBLIK KE DUA
    HASIL SURVEI MURNI DARI MASYARAKAT KOTA MAKASSAR
    Hasil survei mencakup 15 kecamatan yang ada di kota Makassar terdiri atas 153 kelurahan”

    HASIL CEK FAKTA

    Pengguna Facebook Anwar Nurdin mengunggah hasil survei elektabilitas calon wali kota dan wakil wali kota Makassar. Dalam hasil survei yang disebarkan tersebut, terdapat keterangan yang menyatakan bahwa hasil survei dilakukan setelah debat publik kedua dilaksanakan dan melibatkan warga dari 15 kecamatan di Kota Makassar. Pada hasil survei tersebut juga terdapat logo KPU serta nama KPU Makassar.

    Pihak KPU Makassar melalui akun Instagram resmi kpu_makassar menegaskan bahwa KPU Makassar bukan merupakan lembaga survei dan tidak pernah melakukan survei elektabilitas. Melansir dari Kompas.com, Komisioner KPU Makassar, Endang Sari, menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah merilis hasil survei kandidat pilkada. Selain itu, setiap pamflet resmi KPU Makassar dirilis secara satu pintu, yakni akan diunggah terlebih dulu ke akun media sosial resmi sebelum dibagikan untuk umum.

    Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh pengguna Facebook Anwar Nurdin tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.

    KESIMPULAN

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Informasi yang salah. Pihak KPU Makassar menegaskan bahwa KPU Makassar bukan merupakan lembaga survei dan tidak pernah melakukan survei elektabilitas.

    Rujukan

    https://www.instagram.com/p/CIKUU4fJ8br/

    https://makassar.kompas.com/read/2020/11/30/09035761/hasil-survei-yang-catut-kpu-makassar-dipastikan-hoaks

    https://sulsel.idntimes.com/news/sulsel/ashrawi-muin/beredar-hoaks-hasil-survei-paslon-pilkada-makassar-ini-penjelasan-kpu

    Publish date : 2020-12-01

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.